TRIBUNNEWSWIKI.COM - Video yang menunjukkan adanya banjir bandang besar di wilayah Puncak Cisarua, Bogor, viral di media sosial.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah, menunjukkan banjir bandang memiliki debit air yang sangat deras.
Akibatnya, beberapa tempat terendam lumpur.
Bahkan ratusan warga terdampak banjir bandang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Banjir bandang terjadi di kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor,"
"Kabar terkini, lebih dari 400 warga harus dievakuasi ke wilayah yang lebih aman. Sementara, para warga mengungsi di Masjid yang lokasinya jauh lebih aman dari area terdampak banjir," tulis @lambe_turah, pada Selasa (19/1/2021).
Banjir bandang tersebut diketahui terjadi pada Selasa (19/1/2021) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB.
Video tersebut telah disukai oleh 130 ribu orang dan mendapat 2 ribu komentar.
Selain akun @lambe_turah, Instagram @infia_fact juga turut membagikan video banjir bandang yang terjadi di Bogor.
Akun tersebut mengatakan, ada sekitar 474 warga di Desa Tugu Selatan, Kawasan Puncak Cisarua, Bogor, dievakuasi.
Namun hingga kini belum dapat dipastikan mengenai korban jiwa atau korban yang hanyut terbawa arus banjir.
Baca: Banjir Kalimantan, Ada yang Ngotot Minta Penambangan Dibuka, Dedi Mulyadi: Kok Masih Mikir Korporasi
Baca: Banjir Kalsel Menelan Korban Jiwa, Sederet Artis Asal Kalimantan Selatan Doakan Tanah Kelahirannya
"Hingga kini, belum bisa dipastikan mengenai adanya korban jiwa atau korban hanyut terbawa aliran sungai yang meluap. Sebab, masih dalam proses penanganan,"
Bencana tersebut terjadi tepatnya di Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Cisarua, atau di antara kebun teh milik PTPN VIII.
Dalam video yang beredar, terdengar warga yang mengabadikan momen banjir bandang beradzan karena derasnya arus air.
Terlihat juga sejumlah warga di lokasi tersebut panik dan berlarian untuk menghindari material lumpur dari banjir bandang tersebut.
Dilansir dari Kompas.com, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor M Adam Hamdani membenarkan adanya peristiwa banjir bandang.
"Iya, betul (banjir bandang)," kata Adam.
Adam menyebutkan bahwa sampai saat ini area jalan di dekat kebun teh itu sudah dipenuhi lumpur.
Saat ini pun, petugas BPBD dan muspika tengah melakukan evakuasi warga di lokasi banjir bandang tersebut.
Kendati demikian, kata Adam, dari assessment sementara belum bisa dipastikan bahwa ada kerugian materiil dan korban jiwa akibat banjir tersebut.
"Tim sudah ke sana dan saat ini warga sudah kita evakuasi ke masjid," jelas dia.
Baca: VIRAL Foto Front Persaudaraan Islam Bantu Korban Banjir di Kalimantan Selatan Meski Tanpa Atribut
Baca: MIRIS Puluhan Pengungsi Banjir di Kalimantan Selatan Tempati Bekas Kandang Ayam
Sementara itu Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, banjir bandang yang terjadi tak memakan korban jiwa.
"Korban nyawa tidak ada, hanya ada sekitar 400-san yang dievakuasi ke salah satu tempat yang cukup aman," ujar Ade Yasin dalam program Sapa Indonesia Siang KOMPAS TV.
"Langkah selanjutnya, mengevakuasi masyarakat karena masa pandemi juga tidak boleh berkerumun, jadi kami juga sedang siapkan tempat yang cukup untuk mereka istirahat," sambungnya.
Menurut Ade, warga yang terdampak ini kebanyakan merupakan pekerja pemetik teh perkebunan Gunung Mas.
Mereka sementara dievakuasi ke penampungan darurat seperti masjid dan pabrik.
Ade menambahkan, sampai saat ini pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah berupaya melakukan penanganan pasca bencana di lokasi.
"Lokasi-lokasinya sedang dibenahi oleh BPBD supaya tidak ada genangan air dan penumpukan sampah," jelas Ade Yasin.
Hingga kini, area sekitar lokasi terjadinya banjir bandang masih penuh dengan lumpur.
Petugas BPBD dan muspika tengah melakukan evakuasi warga di lokasi banjir bandang tersebut.
(TribunnewsWiki.com/Restu, KompasTV/Fadhilah)