Epidemiolog Kritisi Menko Airlangga Hartarto Tak Umumkan Diri Positif Covid-19: Harusnya Jadi Contoh

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyumbangkan plasma konvalesen, meski dirinya belum pernah secara terbuka umumkan dirinya positif Covid-19.


zoom-inlihat foto
menko-bidang-perekonomian-airlangga-hartanto-123.jpg
Dok. Youtube Direktorat Inovkor
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto dalam Webinar bertajuk Strategi Pemulihan Ekonomi Dalam Era Tatanan Baru Perspektif Ekonomi dan Sosial, Jumat (26/06/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia hingga kini masih belum selesai dengan perjuangan penanggulangan Pandemi Covid-19.

Kasus penambahan konformasi positif Covid-19 selalu bertambah di Indonesia, ditengah gencarnya pemerintah mensosialiasikan program vaksinasi virus Corona.

Pengidap Covid-19 sendiri sudah tak terbatas ke berbagai lapisan masyarakat di Tanah Air.

Khusus untuk pejabat atau tokoh publik, diharapkan mereka mau terbuka untuk mengungkap namanya jika terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini akan menjadikan contoh untuk masyarakat umum untuk jujur jika terkena Covid-19, sekaligus hal demikian bisa memudahkan untuk contact tracing.

Namun, dikabarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto tiba-tiba menyumbangkan plasma konvalesen-nya di Palang Merah Indonesia (PMI) yang digunakan sebagai donor bagi pasien Covid-19.

Padahal, Airlangga Hartarto tak pernah terbuka ke publik bahwa dirinya pernah positif Covid-19, sebelum menyumbangkan plasma konvalesen.

Tindakan pejabat pemerintah yang demikian pun mendapat kritik dari ahli dan penelitis kesehatan.

Padahal, pejabat pemerintahan harusnya menjadi contoh ke publik terkait keterbukaan informasi dan agar penanggulangan Covid-19 semakin baik kedepannya.

Baca: Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19, Tangan Dokter Sempat Gemetar

Epidemiolog Indonesia dan peneliti pandemi dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyayangkan tidak adanya pengumuman bahwa Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sempat terpapar Covid-19.

Diketahui, Airlangga pada hari Senin (18/1/2021) lalu sempat mendonasikan plasma konvalesen di Jakarta.

Padahal, plasma konvalesen umumnya diambil dari orang yang pernah menderita atau penyintas Covid-19 sebagai donor.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (KOMPAS.com/Haryantipuspasari)

"Sangat disayangkan ya. Kan sebelumnya sudah ada yang terbuka."

"Menteri lain misalnya. Beberapa yang menyatakan terpapar," kata Dicky dikutip Tribunnewswiki.com dari Kompas.com, Selasa (19/1/2020).

Dicky menyayangkan hal ini karena sebelumnya para pejabat yang terpapar Covid-19 selalu diinformasikan atau menginformasikan kepada publik.

Dia mengambil contoh para pejabat atau menteri yang sempat terpapar Covid-19 dan diumumkan melalui media massa.

Bahkan, sebut dia, Presiden Joko Widodo pun pernah menginformasikan langsung siapa para menterinya yang terpapar Covid-19.

Baca: Cegah Hasil Tes Palsu, Persyaratan Surat Covid-19 Penumpang Pesawat Diperketat Mulai Februari

"Bahkan pak Presiden sendiri memberi contoh."

"Pak Jokowi memberi contoh ketika itu, dia berkata, saya ketemu menteri dan dia positif."

"Kan begitu. Pak Presiden sendiri memberi contoh yang baik. Nah ini harus dicontoh oleh para menterinya," ucap Dicky.

Bukan tanpa alasan, Dicky menilai bahwa tidak adanya pengumuman itu akan berkaitan dengan keterbukaan pemerintah kepada publik.

Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan kepada pemerintah soal keterbukaan termasuk soal siapa saja pejabat yang terpapar Covid-19.

"Selalu disampaikan bahwa keterbukaan itu ya dimulai dari atau keteladanan dimulai dari pejabat publik atau tokoh."

"Kalau tidak terbuka ya bagaimana mau memberi imbauan," ujarnya.

Ia menekankan, tidak hanya para pejabat atau tokoh publik nasional saja yang harus menjaga keterbukaan soal Covid-19.

Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta tampak menyala semua lampunya dan diisi penuh oleh pasien Covid-19 (9/9/2020).
Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta tampak menyala semua lampunya dan diisi penuh oleh pasien Covid-19 (9/9/2020). (Twitter/@EricHermansyah)

Para tokoh pejabat daerah pun harus melakukan hal serupa, kata dia.

"Oleh karena itu apabila memang terpapar, sangat penting untuk terbuka itu bukan hanya karena dia pejabat publik untuk memberi contoh."

"Tapi sebagai pejabat publik yaitu bertemu banyak orang, ditemui banyak orang," ucap dia.

Sebab, menurut dia, peran penting dari keterbukaan akan berkaitan pula dengan program tracing yang digiatkan pemerintah.

Ia menilai, apabila tidak ada keterbukaan dari pemerintah atau pejabat publik, maka program tracing juga tidak akan optimal atau berhasil.

"Karena tracing itu harusnya terbuka. Prinsip dasar dari tracing itu terbuka atau dibuka gitu."

"Walaupun bisa saja orangnya pada level orang umum tidak dibuka, tapi kalau pejabat publik ya dibuka, karena terlalu banyak orang yang berkaitan dan bertemu," kata Dicky.

Baca: Satgas Covid-19 Ingatkan Potensi Penularan dari Penerimaan Kiriman Paket: Hati-hati

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendonasikan plasma konvalesen di Markas Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Senin (18/1/2021).

Sebagaimana diketahui, plasma konvalesen umumnya diambil dari orang yang pernah menderita atau penyintas Covid-19 sebagai donor.

Plasma tersebut nantinya digunakan untuk terapi penyembuhan mereka yang positif Covid-19, dengan harapan penyintas Covid-19 yang menjadi donor itu sudah membentuk antibodi.

Langkah yang dilakukan Airlangga ini membuat publik bertanya-tanya kapan Ketua Umum Partai Golkar itu terkonfirmasi positif Covid-19 ?

Hingga saat ini, pemerintah belum pernah mengumumkan kepada publik bahwa Airlangga Hartarto pernah terinfeksi virus corona.

Diungkap oleh Menko PMK Muhajjir Efendy

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) memuji langkah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendonasikan plasma konvalesen di Markas Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Senin (18/1/2021).

Menurut dia, donasi plasma konvalesen yang dilakukan Airlangga merupakan sebagai bentuk rasa syukur karena notabene sebagai penyintas Covid-19.

"Ini merupakan rasa syukur Pak Airlangga di sini hadir untuk menyumbangkan plasmanya sebagai rasa syukur, bahwa telah sembuh (dari Covid-19)," ujar Kalla dalam acara "Pencanangan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen" yang diselenggarakan Senin(18/1/2021).

Baca: Nekat Congkel hingga Gunting Kain Kafan Jenazah Covid-19, 3 Warga Tuban Diamankan Polisi

Sebagaimana diketahui, plasma konvalesen umumnya diambil dari orang yang pernah menderita atau penyintas Covid-19 sebagai donor.

Plasma tersebut nantinya digunakan untuk terapi penyembuhan mereka yang positif Covid-19, dengan harapan penyintas Covid-19 yang menjadi donor itu sudah membentuk antibodi.

Kalla mengatakan, sebagai rasa syukur atas kesembuhannya, Airlangga juga ingin mendonasikan plasma kepada mereka yang belum sembuh.

Sehingga, upaya itu diharapkan mampu menularkan kesembuhan bagi para pasien Covid-19.

Penghargaan Palang Merah Indonesia (PMI) kepada PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), dan diserahkan oleh Ketua PMI Jusuf Kalla.
Penghargaan Palang Merah Indonesia (PMI) kepada PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), dan diserahkan oleh Ketua PMI Jusuf Kalla. (Tribunnews.com)

"Maka menyumbangkan plasma kepada yang belum sembuh, mudah-mudahan sembuh dan sukses," kata Kalla.

Informasi bahwa Airlangga pernah mengidap Covid-19 untuk kali pertama diungkap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Dalam pembukaan acara yang sama dengan yang dihadiri Kalla, Muhadjir menyebut bahwa Airlangga adalah seorang penyintas Covid-19.

"Yang saya hormati Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang hari ini jadi salah satu penyintas yang mendonorkan plasma konvalesennya," kata Muhadjir Effendy dalam sambutannya.

Hingga saat ini, pemerintah memang belum pernah mengumumkan secara resmi Airlangga mengidap Covid-19.

Bahkan, tidak diketahui kapan Airlangga mengidap penyakit yang disebabkan virus corona tersebut.

Padahal, pejabat publik diharapkan terbuka kepada publik jika mengidap Covid-19, sehingga proses tracing dapat dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya penularan virus corona.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Kompas.com berjudul Epidemiolog Sayangkan Tak Ada Pengumuman ke Publik Saat Airlangga Idap Covid-19





Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved