TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia hingga kini masih belum selesai dengan perjuangan penanggulangan Pandemi Covid-19.
Kasus penambahan konformasi positif Covid-19 selalu bertambah di Indonesia, ditengah gencarnya pemerintah mensosialiasikan program vaksinasi virus Corona.
Pengidap Covid-19 sendiri sudah tak terbatas ke berbagai lapisan masyarakat di Tanah Air.
Khusus untuk pejabat atau tokoh publik, diharapkan mereka mau terbuka untuk mengungkap namanya jika terkonfirmasi positif Covid-19.
Hal ini akan menjadikan contoh untuk masyarakat umum untuk jujur jika terkena Covid-19, sekaligus hal demikian bisa memudahkan untuk contact tracing.
Namun, dikabarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto tiba-tiba menyumbangkan plasma konvalesen-nya di Palang Merah Indonesia (PMI) yang digunakan sebagai donor bagi pasien Covid-19.
Padahal, Airlangga Hartarto tak pernah terbuka ke publik bahwa dirinya pernah positif Covid-19, sebelum menyumbangkan plasma konvalesen.
Tindakan pejabat pemerintah yang demikian pun mendapat kritik dari ahli dan penelitis kesehatan.
Padahal, pejabat pemerintahan harusnya menjadi contoh ke publik terkait keterbukaan informasi dan agar penanggulangan Covid-19 semakin baik kedepannya.
Baca: Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19, Tangan Dokter Sempat Gemetar
Epidemiolog Indonesia dan peneliti pandemi dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyayangkan tidak adanya pengumuman bahwa Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sempat terpapar Covid-19.
Diketahui, Airlangga pada hari Senin (18/1/2021) lalu sempat mendonasikan plasma konvalesen di Jakarta.
Padahal, plasma konvalesen umumnya diambil dari orang yang pernah menderita atau penyintas Covid-19 sebagai donor.
"Sangat disayangkan ya. Kan sebelumnya sudah ada yang terbuka."
"Menteri lain misalnya. Beberapa yang menyatakan terpapar," kata Dicky dikutip Tribunnewswiki.com dari Kompas.com, Selasa (19/1/2020).
Dicky menyayangkan hal ini karena sebelumnya para pejabat yang terpapar Covid-19 selalu diinformasikan atau menginformasikan kepada publik.
Dia mengambil contoh para pejabat atau menteri yang sempat terpapar Covid-19 dan diumumkan melalui media massa.
Bahkan, sebut dia, Presiden Joko Widodo pun pernah menginformasikan langsung siapa para menterinya yang terpapar Covid-19.
Baca: Cegah Hasil Tes Palsu, Persyaratan Surat Covid-19 Penumpang Pesawat Diperketat Mulai Februari
"Bahkan pak Presiden sendiri memberi contoh."
"Pak Jokowi memberi contoh ketika itu, dia berkata, saya ketemu menteri dan dia positif."
"Kan begitu. Pak Presiden sendiri memberi contoh yang baik. Nah ini harus dicontoh oleh para menterinya," ucap Dicky.