TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viralnya penjarahan bantuan yang dilakukan oleh warga sekitar Mamuju yang terdambak gempa menggegerkan sejumlah pihak.
Sejumlah warga nampak menghentikan perjalanan penyalur bantuan menuju posko.
Mereka mengerubungi truk dan mobil penyalur bantuan untuk melakukan penjarahan.
Kini yang terbaru, warga melakukan penjarahan terhadap mobil penyalur bantuan hingga menyebabkan kemacetan di jalan.
Puluhan warga mengerubungi mobil dan langsung mengambil sembako yang ada.
Nampak ada seorang warga yang berlari mengambil 3 kantong beras.
Penjarahan terhadap mobil tersebut kemudian mengundang beberapa warga lain yang melintas berhenti.
Mereka turut ikut melakukan pengambilan sembako dari mobil penyalur bantuan tersebut.
Video penjarahan mobil penyalur bantuan tersebut diunggah oleh akun Instagram @akun_tetangga pada Sabtu (16/1/2021).
Dalam keterangan postingan, tertulis jika penjarahan bantuan terjadi di beberapa jalan menuju Mamuju.
"Penjarahan terjadi dibeberapa jalan yang menuju ke Mamuju. Baiknya ada pengawalan saat menuju lokasi terutama para relawan yang mengantarkan logistik untuk para korban bencana alam,"
Video tersebut pun telah ditonton sebanyak 5 ribu lebih kali.
Baca: Video Penjarahan Bantuan Makanan di Mamuju Viral, Warga Hentikan Truk dan Ambil Sembako
Baca: Penyaluran Tersendat, Mensos Tri Risma Anggap Wajar Ada Penjarahan Logistik Bantuan Gempa di Majene
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan warga menghentikan truk penyalur bantuan untuk korban gempa di Mamuju juga viral di media sosial.
Truk tronton tersebut dihentikan warga saat melintasi sebuah desa.
Warga yang mengerubungi truk langsung naik menuju atas truk dan mengambil bantuan yang ada.
Mereka langsung membagikan bantuan dengan cara melempar ke warga lain.
Bantuan yang tercecer dan jatuh di jalan langsung diambil.
Terlihat dari video yang beredar, mereka mengambil mi instan, beras, gula, hingga selimut.
Penjarahan tersebut pun langsung membuat jalanan macet.
Perekam video yang melihat hal tersebut langsung menyampaikan aspirasinya.
"Seharusnya secukupnya itu... Ini orang-orang, aduh," ujar suara dalam video itu.
Video berdurasi 30 detik itu juga merekam bagaimana ricuhnya warga menjarah bantuan.
Video tersebut kemudian tersebar luas di media sosial, hingga membuat beberapa penyalur bantuan khawatir.
Baca: Viral Curhatan Korban Gempa Mamuju, Tetangga Mengungsi, Jenazah Ibunya Terlantar, Harap Ada Relawan
Baca: Gempa Majene, Kantor Gubernur Sulbar Ambruk, 189 Orang Dirawat di Mamuju, 637 Luka Ringan di Majene
BNPB kemudian mengatakan jika polisi langsung bertindak cepat.
Warga maupun instansi swasta yang akan menyalurkan bantuan logistik kepada korban gempa di Sulawesi Barat diimbau untuk melapor ke Polres terdekat.
"Untuk penjarahan berdasarkan informasi yang kami dapatkan ini memang sempat terjadi. Namun saat ini lagi tengah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat," kata Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers di BNPB, Sabtu (16/1/2021).
Ia mengimbau semua pihak yang ingin membantu korban bencana alam agar memberikan bantuan melalui posko yang sudah tersedia.
Ia berharap gejolak sosial dalam situasi bencana alam ini dapat diminimalisasi.
"Kami juga mengimbau kepada berbagai pihak yang ingin mengirimkan bantuan berkoordinasi kepada posko. Koordinasi melalui posko ini tentunya memastikan distribusi logistik pada kantong-kantong pengungsian masyarakat banyak pengungsi ini dapat terdistribusi secara merata dan baik," jelas Raditya.
Penyelidikan video penjarahan
Sementara Kepala Bidang Humas Polda Sulbar Kombes Syamsu Ridwan tak menampik adanya laporan tentang warga yang berdesakan untuk mendapat bantuan.
"Terkait video yang beredar itu kami masih penyelidikan. Bahwa diharapkan semua bantuan dikoordinasikan dengan posko, melalui kepolisian dan TNI, agar setiap bantuan dikawal," kata Syamsu Ridwan.
Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah hal tersebut berkaitan dengan aksi kriminalitas penjarahan atau karena proses distribusinya yang bermasalah, sehingga membuat warga saling berebut.
"Kalau dari video itu, warga terlihat mau dapat bantuan tapi tidak melalui posko-posko. Jadi bagi masyarakat yang mau memberikan bantuan jangan sendiri-sendiri," ujar dia.
Sebagai informasi, bantuan terus mengalir dari Provinsi Sulawesi Selatan ke sejumlah pengungsi di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Ratusan mobil berbondong-bondong membawa bantuan sembako, selimut, perlengkapan bayi dan lain sebagainya kepada para korban gempa yang ada di sana.
Meskipun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait soal lokasi dan keadaan saat aksi penjarahan tersebut terjadi.
(TribunnewsWiki.com/Restu)
Sebagian Artikel tayang di tribun-bali.com dengan judul VIRAL Video Penjarahan Bantuan Korban Gempa Mamuju, Polisi Selidiki Kasusnya