TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah berkomitmen akan memperluas penyebaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia.
Dalam keterangannya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan saat ini pemberian vaksin difokuskan untuk kelompok yang beresiko tinggi terinfeksi Covid-19.
"Kami ingin memastikan keamanannya. Namun pemerintah berkomitmen untuk memperluas ruang lingkup program vaksinasi," ujar Wiku dikutip dari siaran pers Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (15/1/2021).
Contoh kelompok yang termasuk memiliki tingkat resiko tinggi terpapar Covid-19, yakni pegawai sektor pelayanan publik maupun tenaga kesehatan yang masuk garda terdepan dalam menangani kasus Covid-19.
"Kami memahami bahwa terdapat beberapa kelompok yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 termasuk kalangan lanjut usia. Sama halnya dengan pegawai pemerintah dan tenaga kesehatan."
Pihaknya akan memastikan penyelenggaraan program vaksinasi bisa sesuai waktu yang ditentukan.
"Kita harus memastikan bahwa program vaksinasi berjalan sesuai jadwal," ucap Wiku.
Baca: Raffi Ahmad Berikan Klarifikasi Terkait Polemik Langgar Protokol Kesehatan, Ini Komentar dr. Tirta
Sebelumnya, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021, vaksinasi gelombang I dilakukan pada Januari sampai April 2021.
Penyuntikan vaksin di gelombang I tahap pertama ini diselenggarakan untuk tenaga kesehatan di 34 provinsi.
Seperti yang telah diutarakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR mengenai jadwal pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
Target penerima vaksin adalah 181,5 juta orang dengan total kebutuhan vaksin 426.800.000 dosis.
"Tahap yang pertama akan kita berikan ke 1,48 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. Diharapkan ini bisa mulai besok, minggu ini, kemudian rolling mudah-mudahan di akhir Februari ini bisa selesai," ujar Budi, Selasa (12/1/2021).
Sementara untuk vaksinasi tahap kedua gelombang I akan diberikan kepada petugas pelayanan publik dan lansia.
Total Petugas pelayanan publik sendiri sebanyak 17,4 juta orang, sementara untuk lansia sebanyak 21,5 juta orang.
"Setelah petugas kesehatan, kita akan kasih ke petugas publik. Adalah orang yang dalam tugasnya sehari-hari bertemu dengan banyak orang," kata Budi.
Sementara, pemerintah mengkhususkan produsen vaksin bagi kelompok lansia dengan menunggu produksi dari Pfize dan AstraZeneca rampung.
Kedua produsen itu sendiri sedang menguji klinis vaksin terhadap kelompok lansia.
"Kita harapkan kalau vaksin Pfizer dan AstraZeneca datang di bulan April, itu adalah vaksin yang memang sudah uji klinisnya digunakan untuk di atas 60 tahun. Jadi kita akan mulai untuk petugas publik dan lansia itu sekitar bulan Maret-April," kata Budi.
Baca: Bos Twitter Sedih Blokir Akun Donald Trump: Keputusan Tepat Tapi Sebuah Kegagalan
Vaksinasis Gelombang 2
Selanjutnya, penyuntikan vaksin gelombang 2 akan dilakukan bulan April 2021 hingga Maret 2022 mendatang, yang terbagi untuk tahap tiga dan tahap empat.