"Pada waktu menyuntikkannya tidak masalah. Tidak gemetaran lagi waktu menyuntikkannya. Pertamanya saja agak gemetaran," kata Abdul Muthalib.
Baca: Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19, Tangan Dokter Sempat Gemetar
Jokowi tak rasakan sakit
Proses vaksinasi terhadap Presiden Jokowi berjalan lancar, bahkan Muthalib menuturkan tidak ada pendarahan di bekas suntikan.
"Semua berjalan baik dan lancar, enggak ada masalah. Bahkan tidak ada pendarahan sama sekali di bekas suntikannya. Sekarang masih menunggu 30 menit ke depan," katanya.
Tak lama setelah disuntik, Presiden Jokowi sontak mengeluarkan pernyataan spontan.
"Oh enggak berasa sama sekali," kata Jokowi sembari tertawa.
Hal itu disampaikan setelah dokter selesai menyuntikkan vaksin asal China, Sinovac, dan lengan kirinya akan dibersihkan lalu diberi plester.
Berdasarkan pemeriksaan dokter, sebelum disuntik suhu tubuh Presiden asal Surakarta ini 36,3 derajat Celcius dengan tekanan darah 130/67.
Jokowi juga memastikan ia tidak memiliki penyakit jantung, penyakit komorbid, serta belum pernah positif Covid-19.
Baca: Data Nakes Penerima Vaksin Covid-19 Berubah-ubah, Menkes: Saya Bingung Datanya Goyang Terus
Harus tunggu 30 menit
Setelah dilakukan penyuntikkan vaksin Covid-19, Presiden Jokowi masih harus menunggu selama 30 menit.
Hal ini merupakan bagian dari tahapan usai pasien menjalankan vaksinasi yakni memantau reaksi tubuh dari seseorang setelah disuntik vaksin Covid-19.
Dilansir Kompas.TV, ada empat tahap yang harus dilakukan Presiden Jokowi untuk melakukan vaksin.
Pertama, Jokowi melakukan pendaftaran dan verifikasi data.
Kedua, dilakukannya proses pemeriksaan kesehatan atau tes fisik sederhana seperti tekanan darah.
Setelah kondisi Presiden Jokowi dianggap dalam keadaaan sehat saat memeriksa vaksin.
Tahapan selanjutnya, Presiden Jokowi baru bisa menerima penyuntikkan vaksin Covid-19.
Terakhir, dengan proses pencatatan Presiden Jokowi harus menunggu selama 30 menit.
Presiden Jokowi tampak bugar seusai menerima vaksin Covid-19 tersebut.
(Tribunnewswiki/Tyo/Tribunnews/Arif Tio Buqi Abdulah)
Sebagian arrtikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penjelasan Menkes Kenapa Kelompok Usia di Atas 60 Tahun Tak Disuntik Vaksin Sinovac