"Kita berharap, dengan dimulainya vaksinasi ini kita akan bisa menangani dan mengendalikan Covid," ujarnya.
Adapun program vaksinasi rencananya dimulai pada minggu kedua Januari 2021 atau pekan depan.
Baca: BPOM Pastikan Kawal Keamanan Mutu Vaksin Sinovac yang Kini dalam Proses Distribusi
Untuk tahap pertama, vaksin akan diberikan kepada para tenaga kesehatan, mulai dari dokter hingga perawat di rumah sakit.
Menyusul kemudian para TNI, Polri, dan guru. Setelahnya, baru masyarakat umum yang divaksinasi.
"Meskipun vaksinasi minggu depan sudah dimulai, saya minta untuk tetap kita waspada, tidak lengah disiplin terhadap protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, tidak ke tempat-tempat kerumunan, jaga jarak. Karena kuncinya ada di situ sampai nanti vaksinasi ini selesai," kata Jokowi.
Dalam rangka penyelenggaraan vaksinasi tersebut, lanjut Jokowi, saat ini telah didistribusikan 700.000 dosis vaksin ke 34 provinsi di tanah air.
Ia memastikan bahwa proses distribusi vaksin akan terus berlanjut mengingat Indonesia telah mengamankan 3 juta dosis vaksin.
"Insya Allah minggu depan juga akan datang lagi 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku, bulk, yang nanti akan diproduksi oleh Biofarma. Sehingga juga langsung nanti jadi, kirim ke daerah lagi untuk vaksinasi," kata dia.
BPOM kawal keamanan distribusi
Proses distribusi vaksin Covid-19 yang kini sedang diedarkan ke seluruh Indonesia mendapatkan pengawalan dan perhatian dari BPOM)
Kepala BPOM Penny Lukito memastikan pihaknya akan terus mengawasi kemanan mutu vaksin sebelum dan selama peredarannya.
Baca: MUI Jateng Usulkan Kiai Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid-19 : Masyarakat Pasti Yakin Itu Halal
Salah satu cara untuk menjaga kualitas vaksin adalah dengan lot release.
Persyaratan tersebut kini sudah diterbitkan untuk vaksin Sinovac yang datang pada 6 Desember 2020.
"Pengujian dalam rangka lot release ini dilakukan di Laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional," kata Kepala Badan POM RI Penny Lukito dalam keterangan rilis di situs BPOM, Selasa (5/1/2021).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa BPOM telah melakukan evaluasi terhadap data hasil uji praklinik dan uji klinik fase 1 dan 2.
(Tribunnewswiki/Tyo/Kompas/Deti Mega Purnamasari/Fitria Chusna Farisa)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wapres Ma'ruf Amin Tak Ikut Divaksin Covid-19 Tahap Pertama" dan "Jokowi: Masih Saya Tawar, Kurang dari Setahun Vaksinasi Harus Selesai"