Harga Tempe dan Tahu Disinyalir Naik Tajam, Bareskrim Polri Selidiki Potensi Penimbunan Kedelai

Produsen tahu dan tempe mengeluhkan bahan pokok langka, harga kedelai impor dari China mengalami kenaikan hingga 60 persen.


zoom-inlihat foto
tempe-mendoan-2.jpg
commons.wikimedia.org
Ilustrasi tempe


Kasatgas Pangan Polri Brigjen Helmy Santika menambahkan, Polri telah memiliki data dan analisa ketersediaan serta kebutuhan kedelai secara nasional.

"Kami telah koordinasi dengan Kementrian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan sejumlah pihak lain untuk menelusuri dugaan adanya penimbunan dan permainan harga kedelai yang melonjak sejak beberapa hari lalu," kata Helmy.

Helmy juga menyebutkan bahwa perkembangan global di masa pandemi Covid-19 turut memengaruhi harga kedelai di pasar dunia.

"Berdasarkan data FAO, pada Desember 2020 ada kenaikan harga kedelai di pasar global sebesar 6 persen dari harga awal 435 US dolar menjadi 461 US dolar per-ton," kata Helmy.

(TribunnewsWiki.com/Restu, TribunJakarta.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Bareskrim Polri Telusuri Dugaan Penimbunan Kedelai





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved