Hari Ini dalam Sejarah 31 Desember: Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) Bubar karena Bangkrut

VOC berhasil menegakkan dirinya sebagai pemain utama dalam perdagangan rempah-rempah dunia selama dua abad.


zoom-inlihat foto
lambang-voc.jpg
Wikimedia Commons
Lambang Vereenigde Oost-Indische Compagnie.

VOC berhasil menegakkan dirinya sebagai pemain utama dalam perdagangan rempah-rempah dunia selama dua abad.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) atau Maskapai Dagang Hindia Timur dibubarkan tanggal 31 Desember 1799.

VOC bubar bangkrut dan asetnya kemudian diambil alih oleh Pemerintah Belanda.

Didirikan tanggal 20 Maret 1602, VOC pernah menjadi maskapai dagang tersukses di dunia pada abad ke-17 dan ke-18.

Karena memiliki banyak dana untuk operasi militer, VOC berhasil menegakkan dirinya sebagai pemain utama dalam perdagangan rempah-rempah dunia.[1]

Nusantara atau Indonesia sempat menjadi koloni utama maskapai dagang Belanda ini sebelum diambil alih Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada awal abad ke-19.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa dan Tsunami di Jepang, Renggut 5.523 Nyawa dan Timbulkan Kebakaran

Bendera VOC
Bendera VOC (Wikimedia Commons)

  • Pendirian


Pada abad ke-16 Provinsi Bersatu Belanda mulai meluaskan perdagangannya di seberang lautan.

Meskipun sudah mendapatkan banyak modal dari perdagangan mereka di Eropa, para pedagang Belanda tetap mencari kesempatan baru untuk berinvestasi.

Jalur perdagangan laut antara Eropa dan Asia sudah ada, tetapi didominasi Portugis.

Pada tahun 1596 sekelompok pedagang Belanda mencoba mematahkah dominasi tersebut.

Sebuah ekspedisi dengan empat kapal yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman mendarat di pelabuhan lada  utama di Jawa, yakni Banten, pada tahun yang sama.

Mereka kemudian terlibat perselisihan dengan Portugis dan pribumi Indonesia dan kembali ke Belanda.

Namun, mereka berhasil membawa banyak rempah-rempah yang sangat menguntungkan.

Berbagai kelompok dagang Belanda mulai mencoba berlayar ke Indonesia, beberapa di antaranya mencapai Maluku dan mendapat hak pembelian rempah-rempah di sana.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Jutaan Ayam di Hong Kong Dimusnahkan agar Flu Burung Tidak Menyebar

Replika kapal VOC
Replika kapal VOC (Wikimedia Commons)

Karena kompetisi di antara para pedagang meningkat, keuntungan dari perdagangan baru ini terancam.

Untuk menyelesaikan masalah ini, pemerintah Belanda menginisiasi pendirian sebuah maskapai dagang bersama di Hindia Timur yang memberikan monopoli atas perdagangan Asia.

Maskapai ini didirikan tanggal 20 Maret 1602 dan bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC).

Pos dagang permanen pertama VOC ada di Banten dan pada tahun 1611 ada pos lain yang didirikan di Jayakarta.

VOC membentuk sebuah jabatan bernama Gubernur Jenderal yang bertugas mengendalikan aktivitas mereka di Asia.

Pada masa Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, Batavia dijadikan sebagai markas VOC.[3]

  • Aktivitas Dagang dan Penaklukan


Pada tahun 1625 VOC mempekerjakan 4.500 orang Eropa di Asia dan memiliki pos dagang di Formosa, Jepang, Tiongkok, Siam, Burma, India, Sri Lanka, Persia, dan Tanjung Harapan.

VOC sudah memiliki 18.000 pekerja tahun 1700 dan meningkat jadi 24.500 tahun 1750.

Jumlah orang Eropa yang pergi ke Asia menggunakan kapal VOC juga meningkat.

Puncaknya, ada 85.500 orang dibawa ke Asia menggunakan kapal VOC tahun 1760-1770.

Dari tahun 1602-1795, hampir sejuta orang Eropa mencapai Asia dengan bantuan VOC. Mayoritas dari mereka adalah prajurit dan pelaut.

Jumlah kapal yang digunakan VOC mencapai puncaknya tahun 1725, yakni 161 kapal.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 28 Desember: Gempa dan Tsunami Dahsyat di Messina, Tewaskan 80.000 Penduduk

Bekas markas VOC di Belanda
Bekas markas VOC di Belanda (Wikimedia Commons)

Karena jumlah kapal dan orang-orang VOC di Samudra Hindia dan Laut Tiongkok sedikit, mereka harus menggunakan strategi yang efektif untuk mendominasi perdagangan jarak jauh.

Untuk itu, mereka melakukan serangkaian penaklukan dan perjanjian.

Setelah menaklukkan Ambon (1905) mereka mengadakan perjanjian dengan sultan Ternate akhirnya menguasai pulau cengkeh tersebut pada 1683.

Pada tahun 1621 VOC menaklukkan pusat pala di Kepulauan Banda dan tahun 1641 Malaka jatuh ke tangan VOC.

Gubernur Jenderal Jan Coen juga meluaskan kekuasaannya di Formosa (Taiwan), Sri Lanka, Koromandel, Malabar, dan Tanjung Harapan.

Selain itu, mereka juga mulai menguasai beberapa wilayah di Jawa.

VOC akhirnya berhasil mendominasi perdagangan rempah-rempah dunia. Mereka juga bergerak di bidang perdagangan tekstil.[4]

  • Bangkrut dan Dibubarkan


Salah satu penantang utama VOC dalam perdagangan adalah maskapai dagang Inggris VOC.

Pada tahun 1780 pecah perang antara Belanda dengan Inggris.

VOC kemudian mengalami krisis keuangan yang hebat sehingga semua kamer di Holland terpaksa meminta penangguhan pembayaran.

Hanya Kamer Zeeland yang masih bertahan, meskipun berutang besar pada Kamer Amsterdam.

VOC yang awalnya digdaya menjadi tidak dapat bertahan tanpa bantuan dari pemerintah Belanda.

Plak VOC yang ada di Kota Hoorn
Plak VOC yang ada di Kota Hoorn (Wikimedia Commons)

Pemerintah Belanda menjamin pembayaran pelunasan utang lama dan bunga utang yang baru.

Selain itu, pada tahun 1790 diangkat sebuah jabatan bernama Staatscommissie yang bertugas melakukan supervisi politik.[5]

Belanda kemudian diduduki oleh pasukan Prancis tahun 1795 dan sebuah pemerintahan protektorat didirikan.

Pemerintahan baru ini membubarkan VOC pada 31 Desember 1799 dan asetnya diambil alih pemerintah Belanda.[6]

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa VOC bubar
Tanggal 31 Desember 1799
   


Sumber :


1. sejarah-nusantara.anri.go.id
2. countrystudies.us
3. www.newworldencyclopedia.org
4. www.encyclopedia.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved