Mutasi Virus Corona Terdeteksi di Jateng, Ganjar: Harus Jauh Lebih Waspada, Tak Perlu Khawatir

Ganjar meminta masyarakat lebih waspada dan tidak mengabaikan protokol kesehatan


zoom-inlihat foto
gubernur-jawa-tengah-ganjar-pranowo-di-kantornya-1.jpg
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui di Kantornya, Selasa (14/7/2020). Sehubungan dengan adanya mutasi D614G corona di Jawa Tengah, Ganjar pada Senin, (28/12/2020), meminta masyarakat lebih waspada.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta masyarakat lebih waspada sehubungan dengan adanya mutasi D614G virus corona di Jateng.

Meski demikian, Ganjar mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah tengah menyiapkan vaksin Covid-19

Menyebarnya mutasi D614G di Jateng dan Yogyakarta ditunjukkan oleh hasil penelitian Tim Pokja Genetik FK-KMK UGM

"Kita udah mengikuti ini (mutasi virus corona) dan UGM sudah memperingatkan sejak September lalu. Jadi sebenarnya ada. Tapi tidak perlu khawatir, hanya sekarang kita harus jauh lebih waspada, minimal dari diri kita sendiri," kata, Senin (28/12/2020), dikutip dari Kompas.

Meski vaksin tengah disiapkan, kata Ganjar, masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir.

"Meski vaksin sudah ada, tapi ingat bahwa vaksin yang sudah ada saat ini harus dioptimalkan. Apa itu, ya masker ini. Vaksin yang baik ya jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, karena inilah vaksin yang paling hebat. Kita tidak bisa bergantung hanya pada vaksin yang ada nanti," katanya.

Ganjar meminta masyarakat melakukan pengendalian diri masing-masing dan bertanggung jawab kepada keluarga serta lingkungan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbicara dengan para pekerja migran migran Indonesia di Bandara Ahmad Yani Semarang.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbicara dengan para pekerja migran migran Indonesia di Bandara Ahmad Yani Semarang. (Tribun Banyumas)

Baca: Mutasi D614G Virus Corona Terdeteksi di Indonesia, Menristek: Tak Perlu Panik Berlebihan

Kalau itu bisa dilakukan, kata dia, maka akan cepat memutus rantai penyebaran Covid-19.

Ganjar mengaku belum tahu apakah virus corona jenis baru sama seperti yang ada di Inggris.

Namun, beberapa minggu yang lalu Ganjar mengatakan sudah mendapatkan informasi mutasi virus ini.

"Artinya, dengan kondisi seperti ini, mari kita waspada. Ayo kita sendiri yang harus menjaga. Apakah virusnya menjadi lebih berbahaya, mudah menular saya kurang ahli soal ini. Tapi yang penting mari kita peduli dan menjaga diri sendiri agar aman," katanya.

Fakta-fakta mutasi D614G 

Kelompok Penelitian Virus Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF) menemukan adanya mutasi virus corona D614G di Indonesia.

Mutasi D614G adalah jenis virus corona yang 10 kali lebih menular dibanding jenis lain.

Dikutip dari Kompas, berikut beberapa fakta mutasi D614

1. Ada di Indonesia sejak Maret 2020

Tim PNF menganalisis seluruh jenis virus corona di Indonesia dari data sekuens genom virus corona yang dimuat di Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).

Ilustrasi virus corona (CDC)
Ilustrasi virus corona (CDC) (CDC)

Baca: Mutasi Corona D614G Terdeteksi di Asia Tenggara dan 10 Kali Lebih Menular, Vaksin Tetap Efektif?

Mereka mendapati penyebaran virus corona jenis D614G sudah ada sejak SARS-CoV-2 pertama kali dikonfirmasi di Indonesia.

"Mutasi D614G sudah ada sejak awal virus (corona) itu di Indonesia, sejak Maret 2020. Perkiraan saya, sekarang lebih banyak lagi," kata Prof. Chairul Anwar Nidom yang merupakan ketua tim riset kepada Kompas.com, Sabtu (29/8/2020).

2. Paling dominan di dunia

Mutasi D614G merupakan jenis mutasi yang sangat umum ada di Eropa, Amerika Utara, Australia, dan sebagian Asia.

Mutasi ini pertama kali dideteksi di Eropa pada bulan Februari. Sejak saat itu, jenis ini menyebar dengan cepat dan luas ke berbagai negara.

Ahli biologi komputasi dan ahli genetik Bette Korber mengklaim dalam papernya, mutasi D614G bisa dikatakan paling dominan di dunia karena penyebarannya yang 10 kali lipat lebih tinggi dibanding jenis lain.

Dalam risetnya yang terbit bulan Juli, Korber mengatakan bahwa D614G mampu mendominasi jenis mutasi virus corona di suatu daerah meski ada jenis asli virus di sana.

Baca: Muncul Varian Baru Corona di Inggris, Menristek: Belum Ada Bukti Tingkat Keparahannya Lebih Tinggi

3. Lebih mudah menyebar, tapi disebut tidak mematikan

Dilansir Reuters, Paul Tambyah yang merupakan konsultan senior di National University of Singapore dan Presiden International Society of Infectious Diseases mengatakan bahwa bukti yang ada menunjukkan D614G di beberapa negara sejalan dengan penurunan tingkat kematian.

Paul menjelaskan ini artinya mutasi D614G kurang mematikan.

"Mungkin mutasi ini lebih menular, tapi tidak terlalu mematikan," kata Paul Tambyah.

Dia menambahkan, sebagian besar virus cenderung kurang ganas ketika bermutasi.

Baca: Ilmuwan Wanita Kelelawar Virus Corona China Bersedia Diperiksa WHO, Seperti Apa Investigasinya?

"Virus berkepentingan untuk menginfeksi lebih banyak orang tetapi tidak membunuh mereka karena virus bergantung pada inang untuk makanan dan tempat berlindung," katanya.

(Tribunnewswiki/Tyo/Kompas/Riska Farasonalia/Kompas/Gloria Setyvani Putri)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masyarakat Jateng Diminta Waspada Varian Baru Covid-19, tapi Jangan Khawatir" dan "6 Fakta Mutasi Virus Corona D614G, Lebih Menular dan Dominan di Dunia"





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved