TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro buka suara untuk menanggapi kemunculan varian baru virus corona yang berasal dari Inggris.
Bambang menyebut varian baru virus corona ini diketahui lebih mudah menyebar daripada varian yang ada saat ini.
Namun, dia mengatakan saat ini belum ada bukti bahwa varian baru tersebut menimbulkan infeksi yang lebih parah.
Menurut Bambang, yang sudah terlihat dari varian ini adalah penyebarannya yang lebih cepat.
Virus ini, kata Bambang, terdeteksi di Inggris pada 20 September 2020.
“Jadi yang sudah terlihat Inggris penularannya terbukti lebih cepat, tetapi belum ada bukti bahwa varian ini menimbulkan tingkat keparahannya yang lebih, membuat penyakit menjadi lebih berat dan juga tidak terbukti menambah tingkat kematian ya,” kata Bambang dalam talkshow di Graha BNPB, Kamis (24/12/2020), dikutip dari Kompas.
“Jadi masih fokus pada kemudahan untuk menyebar ya,” ujar dia.
Baca: Waspada, Virus Corona Jenis Baru Asal Inggris Kini Ditemukan di Singapura, Bagaimana Penyebarannya?
Namun, Bambang mengatakan masyarakat tidak boleh lengah terkait penyebaran virus corona.
Sebab, virus ini dapat menyerang orang yang mudah terpapar penyakit secara lebih cepat.
“Kita tidak boleh lupa bahwa kalau kita bicara penyebaran virus SARS-CoV-2 ini berarti kan langsung terkena kepada orang-orang yang berpotensi seperti (yang punya) komorbid maupun orang tua. Jadi kita tetap intinya harus berhati-hati,” ujar Bambang.
Bambang mengatakan per 13 Desember 2020 sudah ada lebih dari 1.100 kasus infeksi varian baru virus corona yang terdeteksi di Inggris Raya.
“Peningkatannya itu begitu cepat ya sehingga kalau kita lihat di bulan November dan terutama bulan Desember terjadi peningkatan yang luar biasa, sehingga di Inggris bagian tenggara yang paling banyak dampaknya,” kata Bambang.
Baca: Ilmuwan Wanita Kelelawar Virus Corona China Bersedia Diperiksa WHO, Seperti Apa Investigasinya?
Bambang menuturkan dari pemeriksaan sampel di Inggris, 50 persen diantaranya ditemukan mengandung virus jenis baru varian itu.
“Dari seluruh isolate virus yang berhasil ditemukan dari pemeriksaan sampel 50 persennya mengandung varian ini, jadi sudah sangat masif di Inggris,” ucap Bambang.
Lebih jauh Bambang mengatakan bahwa virus SARS-CoV-2 atau virus Covid-19 ini memang virus yang mudah sekali menular dan penyebarannya sangat cepat.
Oleh karena itu, ia berharap masyarakat tidak menganggap enteng virus ini.
Ia menambahkan virus SARS-CoV-2 adalah virus RNA yang tergolong paling besar dalam keluarga virus Corona.
“Jadi keluarga virus corona itu banyak ya, beberapa sudah menjadi wabah seperti SARS Kemudian MERS dan sekarang SARS-CoV-2. Kebetulan virus SARS-CoV-2 ini yang paling besar,” ucap Kepala BRIN ini.
Selain itu, Bambang mengatakan yang juga harus diperhatikan yakni cara penularannya adalah melalui droplet atau melalui butiran air yang keluar ketika sedang berbicara.
Baca: Muncul Virus Corona Varian Baru di UK: Dominasi Kasus di Inggris, Masih Bisa Dilawan dengan Vaksin
“Jadi penularannya antar manusia dan sangat mudah dan kemudian daya tularnya sangat tinggi 20 kali dibanding SARS ya,” ucap Bambang.