Muncul Varian Baru Corona di Inggris, Menristek: Belum Ada Bukti Tingkat Keparahannya Lebih Tinggi

Varian baru virus corona yang berasal dari Inggris ini lebih mudah menyebar.


zoom-inlihat foto
mutasi-v-corona.jpg
CDC
Ilustrasi virus corona. Muncul varian baru virus corona asal Inggris yang mampu menyebar dengan lebih cepat.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro buka suara untuk menanggapi kemunculan varian baru virus corona yang berasal dari Inggris.

Bambang menyebut varian baru virus corona ini diketahui lebih mudah menyebar daripada varian yang ada saat ini. 

Namun, dia mengatakan saat ini belum ada bukti bahwa varian baru tersebut menimbulkan infeksi yang lebih parah.

Menurut Bambang, yang sudah terlihat dari varian ini adalah penyebarannya yang lebih cepat.

Virus ini, kata Bambang, terdeteksi di Inggris pada 20 September 2020.

 “Jadi yang sudah terlihat Inggris penularannya terbukti lebih cepat, tetapi belum ada bukti bahwa varian ini menimbulkan tingkat keparahannya yang lebih, membuat penyakit menjadi lebih berat dan juga tidak terbukti menambah tingkat kematian ya,” kata Bambang dalam talkshow di Graha BNPB, Kamis (24/12/2020), dikutip dari Kompas.

“Jadi masih fokus pada kemudahan untuk menyebar ya,” ujar dia.

Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2020). Dalam siaran pers Kemenristek/BRIN, Kamis (3/9/2020), Bambang mengatakan masyarakat tidak perlu panik berlebihan dengan adanya mutasi virus corona.
Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2020). Dalam siaran pers Kemenristek/BRIN, Kamis (3/9/2020), Bambang mengatakan masyarakat tidak perlu panik berlebihan dengan adanya mutasi virus corona. (Tribun Images/Jeprima)

Baca: Waspada, Virus Corona Jenis Baru Asal Inggris Kini Ditemukan di Singapura, Bagaimana Penyebarannya?

Namun, Bambang mengatakan masyarakat tidak boleh lengah terkait penyebaran virus corona.

Sebab, virus ini dapat menyerang orang yang mudah terpapar penyakit secara lebih cepat.

“Kita tidak boleh lupa bahwa kalau kita bicara penyebaran virus SARS-CoV-2 ini berarti kan langsung terkena kepada orang-orang yang berpotensi seperti (yang punya) komorbid maupun orang tua. Jadi kita tetap intinya harus berhati-hati,” ujar Bambang.





Halaman
123
Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved