Sinovac Disebut Paling Lemah Dibanding Vaksin Lain, BPOM Beri Klarifikasi

BPOM klairifikasi soal isu yang mengatakan vaksin Cinovac lebih lemah dibanding vaksin lain


zoom-inlihat foto
vaksin-covid-19-009932.jpg
(Foto oleh Handout / Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo/AFP)
ILUSTRASI - Vaksin Sinovac disebut paling lemah ---- Gambar selebaran yang dikeluarkan oleh kantor pers Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo menunjukkan seorang sukarelawan yang menerima vaksin COVID-19 selama tahap uji coba vaksin yang diproduksi oleh perusahaan Cina Sinovac Biotech di Hospital das Clinicas (HC) di negara bagian Sao Paulo, Brasil, pada 21 Juli 2020. - Uji coba vaksin akan dilakukan di Brasil dalam kemitraan dengan Brasil Research Institute Butanta.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Muncul isu liar bahwa Sinovac menjadi vaksin paling lemah dibandingkan dengan vaksin yang lain.

Terkait kabar ini, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia angkat bicara.

Menurut Lucia hingga saat ini WHO tak pernah membandingkan respons imunitas 10 kandidat vaksin, lalu mengeluarkan dokumen informasi resmi.

Bahkan pihak WHO juga tak pernah menyebut Sinovac memiliki imunitas rendah.

"Hal inipun sudah kami konfirmasikan kepada pihak WHO di Indonesia. Sampai saat ini belum ada pengumuman tingkat efikasi vaksin Sinovac baik dari pihak produsen maupun badan pengawas obat di negara tempat dilakukannya uji klinik," tegasnya, dikutip Tribunnews.com dari covid19.go.id, Senin (21/12/2020).

Baca: Kawan Vaksin Siap Divaksin Perdana Bersama Presiden Jokowi

Ilustrasi vaksin covid-19.
Ilustrasi vaksin covid-19. (MIRROR)

Tak hanya itu, Lucia juga menampik Indonesia hanya satu-satunya negara yang memesan Sinovac.

Pasalnya, ejumlah negara diketahui juga telah melakukan pemesanan vaksin Covid-19 dari Sinovac, seperti Brazil, Turki, Chile, Singapura, dan Filipina.

Selain itu, Mesir juga tengah bernegosiasi agar bisa memproduksi vaksin Sinovac di negaranya sendiri.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinas di Indonesia akan menerapkan standar yang tepat sehingga bisa memastikan keamanan dan khasiatnya.

"Badan POM, bersama Komite Nasional Penilai Obat dan para ahli akan memastikan dan mengawal aspek keamanan, khasiat serta mutu dari vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk program vaksinasi sesuai standar yang ditetapkan oleh WHO," imbuh Lucia.

Epidemiolog Sebut Kemanjuran Sinovac Belum Bisa Dipastikan, Ibaratkan Beli Kucing Dalam Karung

Keamanan dan efikasi alias kemanjuran vaksin Sinovac memang belum bisa dipastikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ( FKM UI) Pandu Riono.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut menyusul masih dilakukannya uji klinis vaksin fase ketiga.

Juga belum keluarnya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pandu memperingatkan supaya tidak terlena dengan euforia vaksin virus corona tersebut pada masyarakat dan pemerintah.

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, Pandu menyinggung tentang studinya yang belum selesai dan efek samping yang belum diketahui, Jumat (11/12/2020).

Baca: Vaksin Sinovac: Diimpor Indonesia & Belum Umumkan Level Efektifitas, Ahli Medis AS Khawatir Hal Ini

Baca: Vaksin Belum Bisa Digunakan, Sejumlah Rumah Sakit Sudah Buka Pendaftaran Vaksinasi

"Karena studinya belum selesai, efek samping dari vaksin ini saya juga belum tahu. Problem terbesar ini," ujar Pandu.

Pandu mengatakan, pengadaan vaksin Covid-19 ini tidak berbeda dengan membeli kucing dalam karung.

Epidemiolog FKM UI ini sejak awal juga sudah melayangkan kritikan serupa pada pemerintah terkait pengadaan vaksin.

Pemerintah dinilai keliru dalam strategi sejak awal munculnya pandemi di Tanah Air.

Vaksin Covid-19 dari China, Sinovac tiba di Indonesia.
Vaksin Covid-19 dari China, Sinovac tiba di Indonesia. (YouTube Kompas TV)

"Saya rasa memang pemerintah ini salah strategi, disangkanya vaksin itu adalah solusi yang terbaik. Vaksin itu secondary prevention (pencegahan kedua) sementara primary prevention-nya (pencegahan utama) masih berantakan," kata Pandu.

"Ya ini menurut saya kelihatannya bukan deal-deal efikasi, tetapi murni bisnis," imbuh dia.

Pandu mengungkapkan jika kritikan ini sudah lama disiarkan tapi tak ada yang menangkap maksudnya

"Jadi ya kita kawal terus aja bagaimana selanjutnya," ujar Epidemiolog ini.

Seperti mengamini Epidemiolog FKM UI, hal serupa juga diungkap oleh Windhu Purnomo, seorang epidemiolog Universitas Airlangga ( Unair) Surabaya Windhu Purnomo.

Windhu menyatakan pada Jumat (11/12/2020), data uji klinis fase 3 yang saat ini sedang berlangsung dan keputusan dari BPOM menjadi dasar aman tidaknya vaksin Sinovac.

"Jadi nanti kita tunggu BPOM saja, kan BPOM yang nanti akan menguji kelayakannya dalam hal kemanjuran dan keamanan setelah dilihat bukti ilmiahnya," beber Windhu.

Oleh karena itulah, Windhu tidak bisa mengungkapkan lebih lanjut terkait berbahaya atau amannya vaksin Sinovac jika dilanjutkan.

"Sampai hari ini, yang di uji coba di Unpad ini belum ada laporan tentang kejadian yang tidak diharapkan, itu belum pernah muncul. Tetapi kan uji coba belum selesai. Sekarang kalau ditanya apakah vaksin itu aman atau tidak, ya saya enggak tahu karena uji coba belum selesai," papar Windhu.

Untuk diketahui, Sinovac Biotech Ltd mengeluarkan pernyataan terbarunya terkait efektivitas vaksin Covid-19 yang diproduksinya.

Juru Bicara Sinovac Biotech Ltd menyebutkan, hingga saat ini belum diketahui kemanjuran dari vaksin tersebut.

Menurut Sinovac, angka 97 persen mengacu pada tingkat serokonversi yang terpisah dari kemanjuran vaksin, seperti yang dikutip dari Bloomberg, Selasa (8/12/2020).

Baca: HOAKS, Tumit Melepuh Setelah Disuntik Vaksin Covid-19: Ternyata Pasien Tak Disuntik Vaksin Covid-19

Baca: Jokowi Bakal Segera Datangkan 45 Juta Dosis Bahan Baku Curah Vaksin Covid-19

Pasalnya, tingkat serokonversi yang tinggi tidak berarti jika vaksin itu efektif mampu melindungi orang dari Covid-19.

Pernyataan ini sebagai jawaban untuk PT Bio Farma yang menyebut efektivitas vaksin mencapai 97 persen dalam uji klinis awal.

Namun diketahui Bio Farma memberikan klarifikasi tentang masalah ini.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Efektivitas Vaksin Covid-19 Sinovac Belum Diketahui, Bahayakah jika Dilanjutkan?

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur/Kaka, Kompas.com)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved