DPR RI Sebut Keluarga Laskar FPI yang Tewas Tak Dapat Pemberitahuan dari Polisi

Romo mengatakan jika pihak keluarga baru mengetahui kejadian setelah kabar tersiar di media massa.


zoom-inlihat foto
anggota-komisi-iii-dpr-ri-romo-muhammad-syafi.jpg
TribunJakarta/Bima Putra
Anggota Komisi III DPR RI, Romo Muhammad Syafi' saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (8/12/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Anggota Komisi III DPR RI, Romo Muhammad Syafi’i mengatakan jika keluarga anggota Laskar FPI yang tewas tertembak polisi di Tol Jakarta-Cikampek mengaku tak dapat pemberitahuan dari Polri.

Mulai dari kejadian pada Senin (7/12/2020) pagi hinga Polda Metro Jaya merilis kasus di hari yang sama pada Senin siang, keluarga tak mendapat pemberitahuan.

Romo mengatakan jika pihak keluarga baru mengetahui kejadian setelah kabar tersiar di media massa.

"Mereka tidak pernah diberitahu kalau anaknya sudah menjadi korban.

Artinya mereka tahu itu setelah mengetahui ada pengumuman pihak kepolisian," kata Romo di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur Selasa (8/12/2020) seperto dikutip dari Tribunjakarta.com.

Baca: Ramalan Zodiak Kesehatan Hari Ini Rabu 9 Desember 2020, Gemini Hindari Stres, Virgo Makan Sehat

Baca: Lihat Langsung 6 Jenazah Laskar FPI, Kuasa Hukum FPI Sebut Ada Luka Tak Wajar, Bukan Luka Tembakan

Anggota Komisi III DPR RI, Romo Muhammad Syafi' saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (8/12/2020).
Anggota Komisi III DPR RI, Romo Muhammad Syafi' saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (8/12/2020). (TribunJakarta/Bima Putra)

Pernyataan ini berdasar dari keterangan pihak kaluarga yang disampaikan langsung kepada Romo sat ikut mengambil jenazah di RS Polri Kramat Jati.

Dia beserta anggota  DPR RI Fadli Zon diminta datang ke RS Polri Kramat Jati untuk memastikan jalannya pengambilan keenam janazah.

"Karena itu kami ingin mengatakan yg dilakukan okeh aparat kepolisian terhadap enam orang mujahid ini jelas-jelas melanggar hukum (abuse of power)," ujarnya.

Romo menuturkan dia meminta pemerintah membentuk tim khusus guna memastikan kronologis penembakan yang dilakukan anggota Polda Metro Jaya.

Dia juga menilai penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya salah karena meminta tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati melakukan autopsi tanpa persetujuan keluarga.

Baca: Penembakan Simpatisan Rizieq Shihab, Polisi Sebut Telah Kantongi Rekaman CCTV dari 3 Server

Baca: Sukses Bagus Kahfi & Brylian Aldama, Kini Siapa Lagi Pemain Timnas Indonesia U-19 Gabung Klub Eropa?

Mobil ambulans Front Pembela Islam (FPI) yang digunakan untuk membawa keenam jenazah terduga pelaku penyerangan anggota Polisi tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Mobil ambulans Front Pembela Islam (FPI) yang digunakan untuk membawa keenam jenazah terduga pelaku penyerangan anggota Polisi tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)




Halaman
123
Penulis: saradita oktaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved