Babak Baru Penembakan 6 Anggota FPI oleh Polisi, Warga Sebut Tembakan Banyak dan Tak Terhitung

Dikira sedang memburu teroris, warga sekitar tol mengaku mendengar suara tembakan beberapa kali saat 6 anggota FPI ditembak polisi.


zoom-inlihat foto
penembakan-hrs001.jpg
Tangkap layar kanal YouTube KompasTV
Senjata api sebagai barang bukti.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penembakan 6 anggota FPI oleh polisi terus menjadi tanda tanya terkait kebenaran ceritanya.

Pasalnya, keterangan yang diberikan oleh FPI dan pihak kepolisian berbeda.

FPI mengaku tidak pernah menggunakan senjata tajam, bahkan senpi.

Namun, dari pihak kepolisian mengungkapkan, penembakan terjadi karena 6 anggota FPI yang juga pengawal Rizieq Shihab tersebut terpaksa ditembak karena melawan.

Tanda tanya besar pun muncul saat CCTV di lokasi kejadian mati pada hari terjadinya penyerangan dan penembakan tersebut.

Meskipun pada saat itu, ada seorang warga yang mengaku tau adanya tembakan di sekitar Rest Area KM 50 tol Jakarta - Cikampek.

Warga sekitar bernama Agus mengatakan, ia beberapa kali mendengar suara tembakan.

Tembakan tersebut, menurutnya, terdengar cukup jelas.

Baca: Polisi: Mobil Simpatisan HRS Nabrak dan Menembak, Munarman: Fitnah Besar, FPI Tak Pernah Pakai Senpi

Baca: Kasus Penembakan Anggota FPI Sisakan 7 Kejanggalan Ini, IPW: Bentuk Tim Pencari Fakta, Copot Kapolri

Hanya saja, ia tak tahu persis apa yang terjadi.

Warga yang berada di rest area mengira ada penangkapan teroris.

Barang bukti yang diamankan atas penyerangan kepada polisi yang dilakukan sepuluh orang yang diduga sebagai pengikut pemimpin FPI Muhammad Rizieq Shihab (MRS) di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020).
Barang bukti yang diamankan atas penyerangan kepada polisi yang dilakukan sepuluh orang yang diduga sebagai pengikut pemimpin FPI Muhammad Rizieq Shihab (MRS) di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020). (Tribunnews/HO/Humas Mabes Polri)




Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved