Joe Biden: Rencana Trump Distribusi Vaksin Corona Kurang Detail

Pada Jumat (4/12), Biden merasa terganggu dengan pernyataan 'liar' Donald Trump yang menyebut virus corona akan hilang dengan sendirinya.


zoom-inlihat foto
biden-menang-001.jpg
CHANDAN KHANNA / AFP
Pada Jumat (4/12), Biden merasa terganggu dengan pernyataan 'liar' Donald Trump yang menyebut virus corona akan hilang dengan sendirinya., FOTO: Presiden terpilih AS Joe Biden berpartisipasi dalam pertemuan virtual dengan Konferensi Wali Kota Amerika Serikat di Ratu di Wilmington, Delaware, pada 23 November 2020. Presiden terpilih AS Joe Biden pada hari Senin menunjuk Antony Blinken yang sangat berpengalaman sebagai sekretaris negara, juga mencalonkan kepala intelijen wanita pertama dan seorang tsar untuk masalah iklim, dengan janji untuk kembali ke keahlian setelah tahun-tahun penuh gejolak Donald Trump.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kandidat presiden terpilih Joe Biden mengatakan rencana administrasi pemerintahan Donald Trump urusan mendistribusikan vaksin virus corona kurang detail.

Meski telah disetujui, menurut Biden rencana Trump belum menjelaskan bagaimana proses vaksin bisa sampai ke tempat, kemudian bagaimana proses masuknya ke jarum suntik, hingga ke lengan masing-masing warga AS.

Biden menyebut pemerintahan Trump juga membuat kepercayaan terhadap sains berkurang.

Menurutnya, perlu waktu dan upaya untuk membangun kepercayaan itu kembali secara menyeluruh.

Terlebih, yang Biden soroti khususnya adalah bagaimana meyakinkan orang-orang bahwa vaksin virus corona aman digunakan.

Baca: Diminta Joe Biden Tetap di Berada di Satgas Covid-19, Dr Anthony Fauci Langsung Terima

Presiden terpilih Joe Biden menyampaikan pidato Thanksgiving di Queen Theatre pada 25 November 2020 di Wilmington, Delaware. Saat Biden menunggu persetujuan untuk briefing resmi keamanan nasional, nama-nama anggota tim keamanan nasionalnya diumumkan kemarin ke publik. Seruan terus berlanjut agar Presiden Trump mengakui pemilihan dan membiarkan transisi berlanjut tanpa penundaan lebih lanjut.
Presiden terpilih Joe Biden menyampaikan pidato Thanksgiving di Queen Theatre pada 25 November 2020 di Wilmington, Delaware. Saat Biden menunggu persetujuan untuk briefing resmi keamanan nasional, nama-nama anggota tim keamanan nasionalnya diumumkan kemarin ke publik. Seruan terus berlanjut agar Presiden Trump mengakui pemilihan dan membiarkan transisi berlanjut tanpa penundaan lebih lanjut. (Mark Makela / Getty Images / AFP)

Baca: Loyalis Trump, Kepala Intelijen AS: China Ancaman Terbesar Bagi Demokrasi di Seluruh Dunia

Pada Jumat (4/12), Biden merasa terganggu dengan pernyataan 'liar' Donald Trump yang menyebut virus corona akan hilang dengan sendirinya.

Dia menyoroti argumen 'kasar' Trump yang pernah menyarankan para ilmuwan untuk menyuntikkan 'semacam pemutih' agar dapat membunuh virus corona.

Padahal menurut Biden perkataan seorang presiden penting dan menunjukkan kewibawaannya.

Dia berharap dapat meyakinkan komunitas kulit hitam dan Latin yang sempat terpukul keras akibat pandemi, bahwa vaksin itu aman.

Lebih jauh lagi, Biden juga mengharapkan ada distribusi vaksin yang lebih adil bagi komunitas yang terpinggirkan.

Baca: Demi Konten, Youtuber Ini Paksa Pacar Hamil Kedinginan: Meninggal dan Dituntut 15 Tahun Penjara

Dalam sebuah wawancara via telepon, Minggu (29/11/2020), yang pertama kalinya Donald Trump lakukan sejak hari pemilihan, Trump memberi tuduhan baru yang menyatakan bahwa FBI dan Departemen Kehakiman AS terlibat dalam kecurangan Pilpres AS yang menguntungkan saingannya, Joe Biden.
Dalam sebuah wawancara via telepon, Minggu (29/11/2020), yang pertama kalinya Donald Trump lakukan sejak hari pemilihan, Trump memberi tuduhan baru yang menyatakan bahwa FBI dan Departemen Kehakiman AS terlibat dalam kecurangan Pilpres AS yang menguntungkan saingannya, Joe Biden. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

Baca: Optimis Uji Coba Vaksin, Dirjen WHO Desak Semua Negara Bersatu dan Bangkit Pasca-Pandemi

Ia menyebut vaksin harus bisa menjangkau tempat-tempat yang kurang terlayani dan tidak hanya berada di toko obat resmi dan pengecer barang.

Biden menggarisbawahi angka kematian akibat corona dengan menyebut kelompok kulit hitam dan Latin lebih terdampak daripada orang kulit putih.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved