Optimis Kemungkinan Vaksin, CEO Pfizer Mendesak Negara di Dunia Tidak Terburu-Buru Buka Ekonomi

Menurut Bourla, meski ada kemungkinan penyebaran vaksin corona, waktu yang tepat untuk membuka ekonomi bukanlah saat ini.


zoom-inlihat foto
markas-pfizer.jpg
JEENAH MOON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP
Menurut Bourla, meski ada kemungkinan penyebaran vaksin corona, waktu yang tepat untuk membuka ekonomi bukanlah saat ini. FOTO: Seorang pria bermasker berjalan melewati markas perusahaan vaksin, Pfizer Inc., di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (22 Juli 2020). Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, sepakat menyuplai Pemerintah AS dengan 100 juta dosis vaksin Covid-19 dalam kesepakatan senilai $1,95 miliar.


Adapun hal itu terjadi sejak era Depresi dan Krisis Ekonomi saat terjadinya Wabah Flu Spanyol lebih dari seabad yang lalu.

Seperti diketahui, defisit anggaran pemerintah Kanada telah mencapai rekor 294 Miliar USD tahun ini.

Baca: Dituding Jadi Pemeran Pria di Video Syur Mirip Gisel, Josua March Angkat Bicara

FOTO: Suasana malam di Toronto, Kanada
FOTO: Suasana malam di Toronto, Kanada (Unsplash - Conor Samuel @csbphotography)

Baca: Teka-teki Tes Swab Rizieq, MER-C Sebut Hasilnya Sudah Keluar Tapi Tak Bisa Publikasikan

Pemerintah menyebut nominal tersebut akan beranjak ke 308 Miliar USD jika diberlakukannya lockdown dalam beberapa minggu ke depan.

Mengantisipasi semakin merosotnya ekonomi, otoritas Kanada mengusulkan untuk memberikan bantuan tunjangan anak bagi setiap keluarga pada tahun depan.

Anggaran yang diusulkan pemerintah Kanada adalah sebesar 19 Miliar USD.

AstraZeneca 90% Efektif

Kabar terkait virus corona datang dari penyedia kandidat vaksin AstraZeneca yang bekerjasama dengan Universitas Oxford.

Penyedia vaksin virus corona yang dikembangkan di Universitas Oxford melaporkan uji coba tahap akhir menunjukkan 90% efektif digunakan di masyarakat.

AstraZeneca, produsen vaksin asal Inggris tersebut mengatakan siap berkompetisi dengan vaksin lainnya.

Mereka mengharapkan para otoritas kesehatan bisa mempertimbangkan penggunaan vaksin ini di tengah keraguan masyarakat atas keamanan.

Laporan pada Senin (23/11) menyebutkan uji coba akhir dilakukan di Inggris dan Brazil.

Berbeda dari vaksin buatan Pfizer dan Moderna, kandidat vaksin AstraZeneca tidak harus disimpan pada suhu yang sangat dingin.

Baca: Perdana Menteri Spanyol Berencana Distribusikan Vaksin Covid-19 pada Januari 2021

Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin (Tribun Palu)

Baca: Vaksin Covid-19 Buatan Oxford Mungkin Tersedia Akhir Tahun Ini, Namun Tak Ada Kepastian

Menurut mereka, vaksin buatan Oxford ini dapat dengan mudah disebarkan di negara-negara yang bersuhu panas, terutama negara berkembang.

AstraZeneca adalah perusahaan vaksin ketiga yang melaporkan hasil tahap akhir uji voba.

Kabar baik ini muncul di tengah kecemasan publik dunia menunggu kehadiran vaksin yang siap mengakhiri pandemi yang telah merenggut 1,4 juta nyawa manusia.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kami memiliki vaksin efektif yang akan menyelamatkan banyak nyawa,” kata Profesor Andrew Pollard dari Universitas Oxford, Ketua Tim Uji Coba vaksin tersebut.

Update Vaksin Pfizer

Sementara itu, kandidat vaksin Covid-19 asal Amerika Serikat, Pfizer mengatakan pihaknya sudah melakukan dialog dengan tim transisi presiden terpilih, Joe Biden.

Adapun pembicaraan dilakukan sebagai langkah untuk menindaklanjuti distribusi vaksin bagi semua pihak.

Diketahui pihak Pfizer menyebut vaksin corona telah 95% efektif untuk digunakan.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved