Pemuda Maling Helm di 50 TKP Berbeda dalam Sebulan, Uang Hasil Curian untuk Judi Online

Seorang pemuda nekat maling helm di 50 TKP berbeda dalam satu bulan, kantongi uang Rp11 Juta hingga gunakan uang hasil jual helm untuk judi online


zoom-inlihat foto
ilustrasi-pencuriann.jpg
Istimewa
Ilustrasi Pencurian


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pemuda bernama Risyam Dwi Parasetyo (27) warga Mulyorejo Tengah 68 Surabaya nekat maling helm di 50 TKP berbeda dalam satu bulan.

Tersangka mengaku jika setidaknya sudah ada 50 TKP di wilayah Mulyorejo, Gubeng, Rungkut, Wonokromo dan Sukolilo Surabaya menjadi sasarannya selama sebulan.

Dikutip Tribunnewswiki dari Tribun Jatim, Risyam bisa mengambil helm hingga empat kali dalam sehari.

Lantas uang hasil menjual helm curian itu ia gunakan untuk judi online.

Bahkan dalam satu bulan, pencuri helm ini pernah merasakan uang hasil penjualan barang curian sampai Rp11 juta.

Baca: Frustasi karena Kena PHK, Pria Ini Ajak Anak Istri Curi Kotak Amal di 26 Masjid di Malang

Baca: Viral Kisah Ojol Kehilangan Motor, Kendaraannya Dicuri Penumpang yang Mengaku Polisi

Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin pada Senin (30/11/2020) menjelaskan, Risyam mengakui hal tersebut dalam interogasinya.

"Hasil interogasi uangnya buat judi online," ujai Abidin.

Risyam menawarkan barang curiannya secara online.

Ilustrasi Pencurian
Ilustrasi Pencurian (Istimewa)

"Penjualannya via online. Tersangka menawarkan melalui grup jual beli di facebook maupun olx," lanjut Abidin, 

Jik harga sudah saling sepakat, maka helm hasil curian itu kemudian dikirim oleh tersangka melalui sistem cash on delivery atau COD.

Harga helm yang dicuri Risyam pun juga bervariasi, tergantung dengan merk helm curian tersebut.

"Paling kurah 100 sampai 150 ribu. Ada yang sampai 200 sampai 300 ribu tergantung merek helm dan kondisinya," imbuh Abidin.

Dalam penyelidikan tersebut, Risyam hanya seorang diri merupakan spesialis pencurian helm.

Diketahui, Risyam telah melakukan pekerjaannya tersebut setahun lalu sebelum tertangkap.

Baca: Bocah yang Ditinggalkan di Jembatan Karena Tak Mau Mencuri kini Dijemput Keluarga

Baca: Tak Terima Dituduh Curi Bir, Seorang Waria di Bali Ngamuk dan Hajar Pengunjung Kafe

Namun, pada Sabtu (28/11/2020) saat akan menjalankan aksinya lagi di Sukolilo Surabaya, Risyam tertangkap.

Mayarakata, imbau Abidin, untuk tetap waspada dan tak lengah juga memberi ruang pada pelaku kejahatan.

"Masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada. Sebagian masyarakat mungkin menganggap helm ini tidak seberapa harganya kalau hilang. Tapi kalau tidak pakai helm saat berkendara itu yang rugi ya diri sendiri," jelas Abidin.

Saat ini Risyam Dwi Parasetyo harus mendekam di balik jeruji Mapolsek Sukolilo Surabaya.

Harga Melambung Tinggi, Dua Wanita Ini Nekat Curi Aglonema dan Menyimpannya di Celana Dalam

Dua pelaku pencurian tanaman hias terekam kamera CCTV.

Kedua pelaku merupakan ibu-ibu yang datang untuk membeli pasir.

Mereka pun mengaku kepada penjual mau melihat-lihat tanaman.

Karena keadaan toko sedang sepi, kedua pun dengan sigap menjalankan aksinya.

Saat pembeli tak memperhatikan, keduanya langsung mencabut beberapa tanaman aglonema lalu memasukkannya ke dalam celana.

Aksi pencurian tanaman hias jenis aglonema itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Tugu Kecil atau tepatnya di sekitar kawasan eks gedung Mapolsek Prabumulih Timur.

Aksi dua wanita pencuri Aglonema di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Tugu Kecil, Sumatera Selatan, terekam kamera CCTV.
Aksi dua wanita pencuri Aglonema di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Tugu Kecil, Sumatera Selatan, terekam kamera CCTV. (Tangkapan layar CCTV)

Terlihat dalam video tersebut, seorang wanita yang mengenakan baju warna merah muda dan bawahan rok batik serta mengenakan hijab merah sedang melihat-melihat tanaman hias di toko milik Sri Suarni.

Saat itu kondisi toko tanaman hias dalam keadaan sepi hanya ada dua perempuan tersebut.

Lalu seorang perempuan memakai baju merah muda itu dengan gerakan panik mengambil beberapa tanaman lalu mengangkat rok hingga ketinggian pinggang.

Ia menyimpan tanaman itu di dalam celana dalam miliknya.

Setelah itu, keduanya pun dengan santai keluar toko seakan-akan tak melakukan apapun.

Pemilik toko tanaman hias, Sri Suarni kepada wartawan mengaku jika peristiwa pencurian itu terjadi pada Sabtu (31/10/2020) sore.

Dirinya baru mengetahui tanaman hilang pada Minggu (1/11/2020) pagi.

Saat itu ia kaget mendapati tanaman hiasnya hilang saat memeriksa kondisi tanaman.

Baca: Pencurian Celana Dalam Wanita Resahkan Warga Cianjur, Pelaku Diduga Punya Kelainan Seksual

Baca: Waspada, Aksi Pencurian Modus Meletakkan Bangkai Tikus di Depan Rumah

Ia juga menemukan beberapa pot kosong.

Curiga, ia langsung memeriksa CCTV di tokonya dan mendapati dua ibu-ibu mencuri Aglonema miliknya.

"Saya lihat kok tanaman di pot hilang dan pot dalam keadaan kosong, lalu kami periksa CCTV dsn ternyata ada dalam rekaman itu ibu-ibu mencuri tanaman hias," kata Sri ketika dibincangi.

Sri menuturkan, dalam rekaman itu ada dua perempuan melakukan aksi pencurian dimana satu hanya jalan mengamati sekeliling dan satu mengambil tanaman hias.

"Mereka beli dua karung pasir setelah salah satu perempuan mengambil aglonema dan kemudian pergi," tuturnya.

Lebih lanjut Sri mengaku dirinya baru memasang CCTV lantaran di toko tanaman hias miliknya sering terjadi pencurian.

"Baru kali ini tertangkap kamera dan kelihatan ada dua perempuan melakukan pencuriannya," katanya.

Disinggung apakah persitiwa pencurian tanaman hias itu telah dilaporkan ke kepolisian, Sri mengaku sejauh ini peristiwa itu belum dilaporkan.

"Kita masih belum laporkan mungkin nanti akan dilaporkan," bebernya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Restu/Kaka, TRIBUNJATIM)

Artikel ini telah tayang di Tribun Jatim dengan judul Setahun Beraksi, Maling Helm di Surabaya Raup Rp 11 Juta Per Bulan, Hasilnya Buat Main Judi Online





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved