TRIBUNNEWSWIKI.COM - Irak membuka kembali kegiatan belajar mengajar di tengah mengamuknya pandemi yang merenggut 12.000 nyawa di seluruh negeri.
Adapun sistem yang diberlakukan tidak penuh melainkan memakai sistem rotasi belajar mengajar.
Setiap siswa akan datang ke sekolah satu hari per minggu, bergantian dengan lainnya menggunakan sistem shift.
Sedangkan hari sisanya, siswa diminta untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jaruh alias daring.
Diketahui sekolah-sekolah di Irak mulai masuk kembali mengingat tahun ajaran baru setelah berminggu-minggu tertunda akibat virus corona.
Ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus corona, menurut Departemen Pendidikan Irak.
Baca: Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi oleh Kelompok MIT, Pelaku Terlebih Dulu Ambil Beras 40 Kg
Baca: Daftar 10 Lembaga Negara Nonstruktural yang Dibubarkan Pemerintah dan Alasannya
Irak, seperti banyak negara lain di dunia, telah menggunakan sistem pembelajaran daring, jauh setelah sekolah ditutup pada Februari 2020.
Buruknya infrastruktur penunjang sekolah daring, membuat Irak menerapkan sistem rotasi atau gilir yang membuat siswanya bergantian datang ke sekolah.
Negara yang dikenal telah menderita karena perang selama puluhan tahun ini mempunyai angka infeksi tertinggi kedua di Timur Tengah setelah Iran.
Total ada 500.000 kasus yang dikonfirmasi, menurut angka Departemen Kesehatan setempat.
Sementara tingkat infeksi harian rata-rata adalah 2.400 kasus per hari, lebih sedikit dari beberapa minggu sebelumnya.
Baca: Inilah Sosok Ali Kalora Pimpinan MIT yang Diduga Pelaku Teror di Sigi, Dikenal Kejam dan Sadis
Baca: Antisipasi Lonjakan Kasus Virus Corona, Hong Kong Tutup Kegiatan Belajar Mengajar
Meski demikian, petugas kesehatan menyebut jumlahnya mungkin lebih tinggi.
Hal ini dipengaruhi banyak warga dengan gejala yang memilih tinggal di rumah serta menghindari rumah sakit untuk pemeriksaan.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)