Hari Ini dalam Sejarah: Pembantaian Zong, Ratusan Budak Afrika Ditenggelamkan demi Klaim Asuransi

Pada saat itu budak dapat diasuransikan layaknya barang sehingga walaupun mereka mati, pemiliknya masih bisa mengajukan klaim asuransi


zoom-inlihat foto
para-budak-dilempar-dari-kapal-zong-ke-laut.jpg
face2faceafrica.com
Para budak dilempar dari kapal Zong ke laut

Pada saat itu budak dapat diasuransikan layaknya barang sehingga walaupun mereka mati, pemiliknya masih bisa mengajukan klaim asuransi




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebanyak lebih dari 130 budak Afrika di atas kapal Inggris Zong ditenggelamkan pada 29 November 1781.

Peristiwa ini dikenal sebagai Pembantaian Zong dan dilakukan oleh kru kapal budak tersebut.

Kru kapal membantai para budak agar mereka dapat bertahan hidup dari kondisi kekurangan air minum, dan bisa mengklaim asuransi para budak.

Pada saat itu budak dapat diasuransikan layaknya barang sehingga walaupun mereka mati, pemiliknya masih bisa mengajukan klaim asuransi.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 27 November: Berners Street Hoax Disebarkan di London Demi Sebuah Taruhan

Ilustrasi Pembantaian Zong
Ilustrasi Pembantaian Zong (face2faceafrica.com)

  • Kapal Zong dan para krunya


Pada awalnya kapal Zong dimiliki perusahaan dagang Belanda bernama  Middelburgsche Commercie Compagnie, digunakan sebagai kapal pengangkut budak dan bermarkas di Middelburg, Belanda.

Zong berlayar pada tahun 1777 dan mengangkut para budak ke Suriname di Amerika Selatan.

Namun, kapal Inggris HMS Alert membajak Zong tanggal 10 Februari 1781.

Pada 26 Februari, Alert dan Zong tiba di Cape Coast Castel (sekarang Ghana).

Sebulan kemudian, Zong dibeli oleh sindikat pedagang Liverpool.

Salah seorang anggota sindikat tersebut adalah William Gregson, yang pada tahun 1762 menjadi Wali Kota Liverpool.

William Gregson sudah mengangkut budak antara tahun 1747 dan 1780 sebanyak lima puluh kali pelayaran.

Dia mengasuransikan Zong dan menggunakannya untuk mengangkut para budak tahun 1781 ke Jamaica.

Zong dikomandani oleh Luke Collingwood, seorang dokter bedah.

Luke tidak berpengalaman dalam navigasi, tetapi dia terlibat dalam pemilihan komoditas budak yang dibeli di Afrika.

Jika Luke menganggap seorang budak tidak berkualitas, maka budak tersebut akan dibunuh oleh pedagangnya karena dianggap tidak memiliki nilai.

Satu-satunya penumpang Zong adalah Robert Stubs, seorang mantan kapten kapal budak. Zong memiliki 17 kru kapal ketika meninggalkan Afrika.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Lewis Carroll Mengirim Manuskrip Alice in Wonderland sebagai Kado Natal


Zong berangkat dari Afrika tanggal 18 Agustus 1781 dan mengangkut 442 budak.

Sebelumnya, Zong dan para budak telah diasuransikan.

Jumlah budak yang diangkut mencapai dua kali jumlah orang yang bisa diangkut secara aman di kapal tersebut.

Pada 6 September, setelah berhenti di Sao Tome untuk mengisi persediaan air, Zong berangkat ke Jamaica.

Peta Jamaica dan Hispaniola
Peta Jamaica dan Hispaniola (Wikimedia Commons)

Pada 18 atau 19 November, Zong sudah harus mengisi persediaan air lagi. Namun, kru kapal tidak berhenti untuk mengambil air.

Kru kapal kemudian membuat kesalahan karena mengira Jamaica yang mereka lihat adalah Saint Domingue, Hispaniola.

Mereka baru menyadari kesalahannya setelah berlayar 300 mil laut.

Saat itu, persediaan air hanya tinggal empat hari, sementara berbalik ke Jamaica akan membutuhkan 10-13 hari.

Jika para budak mati di atas kapal, para pekerja kapal tidak akan menerima ganti rugi dari perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi tidak akan membayar ganti rugi jika para budak mati karena “sebab natural”.

Namun, jika para budak dilemparkan dari kapal ke laut dengan alasan menyelamatkan yang lainnya di atas kapal, kerugian dapat diklaim pada perusahaan asuransi.

Persediaan air akan cukup untuk para kru kapal dan tiap budak yang ditenggelamkan akan diganti sebesar $39,50.

Para kru kapal akhirnya memutuskan menenggelamkan setengah dari jumlah budak pada 29 November.

Mereka akan mengklaim bahwa penenggelaman budak diperlukan karena persediaan air kurang.

Zong akhirnya sampai di Jamaica tanggal 22 Desember, membawa 208 budak dan 420 galon air.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Film Casablanca Diputar Perdana, Salah Satu Film Terbaik sepanjang Masa


James Gregson satu di antara anggota sindikat pedagang Liverpool kemudian mengajukan klaim asuransi atas kerugian yang dialaminya.

Gregson berpendapat bahwa Zong tidak memiliki persediaaan air yang cukup untuk menopang kehidupan kru dan para budak.

Thomas Gilbert, penanggung jawab asuransi, menolak klaim Gregson dengan mengatakan bahwa Zong masih memiliki 420 galon air ketika sampai di Jamaica.

Namun, pengadilan Jamaica tahum 1782 memenangkan pemilik Zong.

Perusahaan asuransi naik banding tahun 1783 dan proses tersebut menarik perhatian publik dan para abolisionis Inggris.

Granville Sharp, seorang abolisionis terkenal pada waktu, menggunakan kematian budak di kapal Zong untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perdagangan budak dan menyuarakan anti-perbudakan.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 25 November 1500 : Christopher Columbus Ditangkap karena Dituduh Menyeleweng

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Pembantaian budak di atas kapal Zong
Tanggal 29 November 1781
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved