PM Palestina di Tepi Barat Umumkan Lockdown Parsial 2 Minggu: Jam Malam Mulai Pukul 7

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh melaporkan pada Senin (23/11), bahwa wilayah Tepi Barat akan disolasi penuh selama akhir pekan.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-seorang-pria-mengibarkan-bendera-palestina-1.jpg
Unsplash - Ahmed Abu Hameeda @ahmed96 @ahmed96
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh melaporkan pada Senin (23/11), bahwa wilayah Tepi Barat akan disolasi penuh selama akhir pekan, FOTO: Ilustrasi seorang pria mengibarkan bendera Palestina


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Otoritas Palestina yang berada di Tepi Barat / West Bank mengumumkan pemberlakuan lockdown parsial selama dua minggu.

Langkah ini dilakukan untuk menahan penyebaran virus corona yang baru-baru ini meningkat tajam di Palestina.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh melaporkan pada Senin (23/11), bahwa wilayah Tepi Barat akan disolasi penuh selama akhir pekan.

Jam malam akan diberlakukan mulai pukul 7 malam sampai jam 6 pagi pada hari kerja.

Semua bisnis non-esensial akan ditutup selama lockdown, dilansir Associated Press, Senin (23/11/2020).

Baca: Perdana Menteri Spanyol Berencana Distribusikan Vaksin Covid-19 pada Januari 2021

FOTO: Seorang pria menggandeng tangan anak kecil yang membawa bendera Palestina
FOTO: Seorang pria menggandeng tangan anak kecil yang membawa bendera Palestina (Pixabay - hosny_salah / 9 foto)

Baca: Millen Cyrus Ditangkap karena Narkoba, Ditahan di Sel Laki-laki Sesuai Kartu Identitas

Sebagai informasi, Departemen Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 3.000 kasus baru muncul di Tepi Barat dalam sepekan terakhir.

Itu menambah jumlah total sejak awal pandemi sebesar 84.000 kasus dengan total 714 warga Palestina meninggal akibat virus tersebut.

Prancis Musnahkan Ribuan Ekor Cerpelai

Sementara itu update perkembangan Covid-19 di tingkat global datang dari Prancis.

Sejumlah otoritas Prancis memerintahkan untuk memusnakhkan semua mamalia cerpelai atau mink setelah hasil analisa menunjukkan mutasi Covid-19 beredar di antara hewan mamalia tersebut.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (22/11), Pemerintah Prancis mengatakan telah memusnahkan 1000 ekor cerpelai di wilayahnya.

Prancis turut memusnakhkan produk yang terkait mamalia tersebut sertalokasi peternakan yang terletak di barat Kota Paris. Negara ini memiliki empat peternakan cerpelai di wilayahnya.

Langkah ini dilakukan menyusul perkembangan virus di peternakan cerpelai di Denmark dan negara lain termasuk Belanda, Swedia, dan Yunani.

Di Denmark, mutasi virus ditemukan pada sejumlah orang yang berkontak dengan cerpelai, menurut pemerintah yang melakukan pemusnahan semua 15 juta ekor cerpelai.

Baca: Maraknya Pelanggaran Tak Pakai Masker, 2.665 Warga Positif Covid-19 dalam Sehari di Pakistan

Mink atau Cerpelai
Mink atau Cerpelai (Wikimedia)

Baca: Pembatasan Sosial Baru di Italia: Warga Dilarang Makan di Kafe dan Resto di Wilayah Khusus

Sejauh ini, sampai berita ini diturunkan, peternak Prancis yang kontak dengan cerpelai telah dites dan hasilnya negatif.

Apa itu Cerpelai?

Melansir Wikipedia, Cerpelai adalah Mamalia yang membentuk Genus Mustela dari Familia Mustelidae.

Genus ini beranggotakan cerpelai, singgung dan ermine. Hewan ini berukuran kecil, merupakan predator aktif, bertubuh panjang dan ramping dengan kaki-kaki pendek.

Familia Mustelidae yang juga beranggotakan Berang-berang juga sering disebut sebagai keluarga cerpelai.

Cerpelai memiliki panjang yang bervariasi dari 173 hingga 217 mm (6,8 hingga 8,5 in), betinanya lebih kecil daripada jantan, dan biasanya memiliki lapisan tubuh atas berwarna coklat atau merah sedangkan perutnya putih; beberapa spesies mengganti bulu tubuh menjadi sepenuhnya putih pada Musim dingin.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved