Kades Diduga Korupsi Rp 317 Juta Dana Desa untuk Foya-foya, Sempat Mangkir Panggilan Polisi

Seorang kepala desa atau kades nekat korupsi dana desa sebesar Rp317 juta, digunakan untuk foya-foya dan kepentingan pribadinya


zoom-inlihat foto
ilustrasi-bantuan-umkm.jpg
Tribunnews.com
Ilustrasi uang


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang Kepala Desa (Kades) Penuba Timur jadi tersangka dalam kasus korupsi dugaan habisnya dana desa ratusan juta.

BK (43) diduga menghabiskan Rp317 juta dana milik Desa Penuba Timur, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga untuk berfoya-foya dan kepentingan pribadinya.

Dana desa yang digunakan BK adalah dana desa tahun anggaran 2018.

Kepala Satuan Kriminal Reserse Polres Lingga AKP Adi Kuasa Tarigan pada Jumat (20/11/2020) juga sudah mengonfirmasi hal tersebut.

"Tersangka BK ditangkap dan dibawa ke Polres Lingga, kemudian dimintai keterangannya tentang dana desa. Selanjutnya tersangka BK bersedia menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi dan berfoya-foya," ujar Adi.

Baca: Terseret Skandal Korupsi, Presiden Peru Martin Vizcarra Beri Ucapan Selamat untuk Joe Biden

Baca: PM Ukraina Optimis Amerika Serikat Era Joe Biden Mampu Perangi Korupsi

Inspektorat Kabupaten Lingga, lanjut Adi, pada mulanya tengah melakukan pemeriksaan pengunaan dana desa.

Dari pemeriksaan tersebut menyimpulkan tentang adanya kerugian negara pada anggaran dana desa yang mencapai Rp 317.738.045.

Pak Kades BK disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ilustrasi(KOMPAS/DIDIE SW)
ilustrasi korupsi

Tersangka diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, BK ​​tanpa alasan yang jelas sempat tidak memenuhi panggilan penyidik alias mangkir.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved