Resmi, Tahun Depan 1 Juta Guru Honorer Bakal Diangkat Jadi ASN dengan Skema PPPK

Pemerintah akan menyiapkan skema PPPK untuk mengangkat guru honorer menjadi ASN


zoom-inlihat foto
pnssssss.jpg
Tribunnews.com
Ilustrasi guru honorer bisa diangkat jadi ASN --- Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat mengikutii acara halal bihalal dengan sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Semua guru honorer di Indonesia berkesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan para guru honorer bisa melakukan tes online pada 2021.

Adapun pengangkatan ASN itu melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak ( PPPK).

Kemendikbud menargetkan pengangkatan 1 juta guru honorer menjadi ASN, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (17/11/2020).

"Di 2021, ditunggu untuk melakukan proses seleksi massal, di mana guru honorer bisa menunjukkan kelayakannya melalui tes online," ucap Nadiem dalam acara "Peluncuran Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS" lewat sistem daring di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Dengan program ini, Nadiem Makarim meyakini kesejahteraan guru akan meningkat.

Gaji mereka yang lolos akan didukung oleh anggaran pemerintah pusat.

"Jadi itu untuk 2021, semuanya guru honorer bisa menjadi PNS guru PPPK," ungkap dia.

Guru Honorer Segera Dapat Subsidi Gaji Rp 1,8 Juta

Ilustrasi Guru non PNS.(dok.Kemenpar)
Ilustrasi Guru non PNS.(dok.Kemenpar) (dok.Kemenpar)

Baca: Rincian Lengkap Gaji dan Tukin PNS Kemenkumham Kelas Jabatan I hingga 17

Kabar gembira bagi guru-guru honorer dan juga tenaga kependidikan non-PNS.

Para guru honorer  dan tenaga kependidikan non-PNS akan mendapatkan bantuan subsidi gaji sebesar Rp 1,8 juta dari pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam rapat kerja di Komisi X DPR RI, yang ditayangkan secara virtual, Senin (16/11/2020).

Nadiem mengatakan, guru honorer, dosen, serta tenaga kependidikan non-pegawai negeri sipil dari sekolah atau perguruan tinggi negeri dan swasta akan memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) berupa subsidi gaji.

"Kabar gembira, hari ini adalah berkat perjuangan dari Komisi X, perjuangan dari Kemendikbud, dan juga dukungan yang luar biasa dari Kemenkeu, kita berhasil mendapatkan bantuan subsidi upah bagi para guru-guru honorer kita dan juga tenaga kependidikan yang non-PNS sebesar Rp 1,8 juta yang akan diberikan satu kali. Jadi sekaligus kita memberikannya," ujar Nadiem.

Baca: Nadiem Makarim Prioritaskan Kembalikan Anak Belajar Tatap Muka ke Sekolah Secara Aman

Baca: Tiga Dampak Negatif Akibat Terlalu Lama Pembelajaran Jarak Jauh menurut Nadiem

Jumlah untuk tenaga dan guru honorer yang diusulkan agar memperoleh subsidi gaji ini mencapai 2.034.732 orang.

Rinciannya adalah 1.634.832 guru dan pendidik sekolah negeri dan swasta.

Lalu ada 162.277 dosen pada perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta.

Kemudian  237.623 tenaga honorer perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga administrasi di semua sekolah dan perguruan tinggi negeri ataupun swasta juga akan memperoleh bantuan subsidi gaji ini.

Ilustrasi Uang BLT
Ilustrasi Uang BLT (Tribunnews/Jeprima)

Anggaran sebesar Rp 3,6 triliun diusulkan untuk program bantuan subsidi gaji tenaga dan guru honorer ini

"Total sasaran kita sekitar sedikit lebih dari 2 juta orang. Yang paling besar dari ini adalah guru honorer sebesar 1,6 juta (orang) dan sisanya adalah dosen dan tenaga pendidik. Total anggaran yang akan kita keluarkan adalah sekitar Rp 3,6 triliun," ujar Mendikbud ini.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Selebgram Rachel Vennya Kabur dari

    Informasi kaburnya selebgram Rachel Vennya kabur dari Wisma
Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved