TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang dokter di sebuah rumah sakit meninggal dunia akibat Covid-19.
Dikutip dari Kompas.com, Marketing dan Humas RSI A Yani, M Budhi mengonfirmasi bahwa Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya Ahmad Yani, dokter Samsul Arifin meninggal.
Dokter Samsul Arifin diketahui meninggal akibat terpapar Covid-19.
"Iya benar, beliau meninggal dunia, doakan beliau ya," ujarnya.
Sebelum meninggal, dokter Samsul Arifin sempat menjalani perawatan selama 20 hari di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya.
Kemudian, dokter Samsul diketahui terpapar Covid-19 sejak 25 Oktober 2020 dari hasil tes usap.
Diketahui, Samsul merasakan gejala batuk secara terus menerus.
"Batuk tidak dirasa, selalu ingin kerja dan kerja. Sudah dipaksa istirahat tidak didengarkan. Bahkan disuruh tes usap juga susah, sampai akhirnya kami jemput untuk tes swab," kata Budhi.
Sejak dirawat, kondisi direktur RSI A Yani sejak 2007 itu terus menurun, bahkan harus dirujuk ke RSUD dr Soetomo dan dipasangi ventilator.
"Sempat membaik tiga hari lalu, akhirnya beliau menyerah," katanya.
Baca: Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Capai 463.007 Orang, 27 Kabupaten/Kota Masuk Zona Merah
Baca: Gelasan Festival Diwali di India, Muncul 44,684 Kasus Baru Covid-19 dalam 24 Jam
Setelah Samsul terkonfirmasi positif, karyawan RSI A Yani yang kontak erat dengannya di-tracing, khususnya yang ada di lantai lima.
Sejauh ini belum ada karyawan yang terindikasi tertular.
Perlu diketahui, hingga saat ini 161 dokter meninggal akibat Covid-19.
Hal ini diumumkan oleh Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Para dokter yang wafat terdiri dari 82 dokter umum (empat guru besar), 68 dokter spesialis (enam guru besar), dua residen, dan sembilan dokter gigi.
Data ini adalah data yang dihimpun dari bulan Maret hingga Oktober 2020.
Sebanyak 161 dokter yang wafat tersebut berasal dari 18 IDI wilayah provinsi dan 69 IDI cabang kabupaten/kota di Indonesia.
Baca: Obat Penanganan Covid-19 Telah Didistribusikan, Diserahkan ke 34 Dinkes Provinsi
Masyarakat Diminta Tidak Meremehkan Covid-19
Dikutip dari Kompas.com, Dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) Gia Pratama Putra mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan Covid-19
"Buat masyarakat yang masih percaya teori konspirasi tidak apa-apa, tapi yang pasti virus ini benar ada. Virusnya berukuran kecil sekali, hanya 100 nanometer," kata Gia dalam gelar wicara Forum Merdeka Barat 9, Jumat (13/11/2020).
Ia menuturkan, Covid-19 dapat dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan.
"Lakukan pakai rumus itu dan 3M-nya benar-benar dijalankan secara disiplin. Insya Allah walaupun masih susah kondisinya, kita bisa memenangkan pertarungan ini. Kita akan ketemu di masa depan yang cerah," ucap dia.
"Jadi jangan takut, tapi jangan pernah meremehkan virus ini," kata Gia.
Baca: Jelang Lawan Skotlandia, Pemain Timnas Serbia Luka Milivojevic Positif Covid-19
Baca: Joe Biden Tunjuk Ron Klain sebagai Kepala Staf, Disiapkan untuk Atasi Covid-19
Update Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia
Pada Sabtu (14/11/2020), kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 463.007 orang.
Terdapat penambahan kasus harian mencapai 5.272 kasus.
Dari total kasus tersebut, 12,8 persen dari total terkonfirmasi positif atau sebanyak 59.495 merupakan kasus aktif.
Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.
Angka itu didapatkan dengan mengurangi total kasus positif Covid-19 dengan angka kesembuhan dan kematian.
Sementara itu, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 3.000 orang, sehingga jumlahnya menjadi 388.094 orang.
Pemerintah juga telah memeriksa 5.022.627 spesimen Covid-19.
(Tribunnewswiki/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Direktur RSI Surabaya Dokter Samsul Arifin Meninggal karena Covid-19