TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kandidat Partai Demokrat Joe Biden telah memenangkan perhitungan suara dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020.
Meskipun Donald Trump dan tim kampanye masih akan mengajukan tuntutan hukum, seruan kemenangan Biden menggema di berbagai belahan dunia.
Sejumlah pimpinan negara dan organisasi mengucapkan selamat atas kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris.
Satu di antaranya adalah Presiden Chile, Sebastian Pinera
Melalui akun Twitter-nya, Pinera memberi selamat dengan menggunakan dua bahasa, Inggris dan Spanyol.
Pinera memberi selamat dengan menyebut akun @JoeBiden dan @KamalaHarris.
Baca: Perempuan Ini yang Tentukan Apakah Joe Biden Jadi Presiden AS: Sudah Tolak Klaim Kemenangan Biden
Baca: Begini Cara Isi Daftar Riwayat Hidup dan Dokumen yang Diunggah untuk Pemberkasan CPNS 2019
Menurutnya, Chile dan Amerika Serikat memiliki persamaan nilai, seperti kebebasan dan perlindungan atas hak asasi manusia.
Pinera mengharapkan AS dapat menjaga komitmen perdamaian dan perlindungan terhadap lingkungan.
"Selamat @JoeBiden, Presiden Amerika Serikat berikutnya, dan @KamalaHarris, atas kemenangan pemilihan Anda.
Chile dan Amerika Serikat memiliki nilai yang sama seperti kebebasan, perlindungan atas hak asasi manusia, dan tantangan seperti perdamaian dan perlindungan lingkungan," katanya di akun Twitter, Minggu, (8/11/2020).
Perhitungan Kemenangan Joe Biden
Berdasarkan perhitungan, kandidat calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dipastikan memenangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS).
Ia mengantongi 290 suara pemilihan sementara Trump masih tertinggal di angka 214.
Namun berbeda dari sejumlah media lain di mana Biden masih berada di angka 279.
Kemenangan Biden secara lugas diberitakan sejumlah media besar AS termasuk, BBC, Associated Press, NBC, CBS, dan CNN.
Beberapa pimpinan negara juga terlihat mengucapkan selamat kepada Joe Biden seperti PM Inggris, Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Kanada Justin Trudeau, dan masih banyak lainnya.
Sementara sejumlah media-media lokal di negara-negara lain juga menjadikan kemenangan Biden sebagai headline utama berita.
Terdapat perbedaan perhitungan di antara media-media antara angka 290 dan 279 bagi Joe Biden.
Bagaimana perhitungan pollingnya?
Sebelumnya Biden memeroleh angka 264 (proyeksi Associated Press (AP), Foxnews, dan Guardian). Angka 264 ini adalah tambahan 253 Biden sebelumnya dengan hasil di Arizona (+11).
AP telah memproyeksikan Arizona bakal dimenangkan Biden.
Oleh AP, Pada Sabtu malam, (8/11), Biden menambah perolehan angka electoral college dari Pennsylvania (+20), dan Nevada (+6).
Bagaimana dengan Georgia dan North Carolina (menurut AP)?
Di Georgia, AP mewartakan bahwa selisih Biden dan Trump masih terpaut kecil, sehingga sulit untuk memastikan siapa yang bakal unggul meski suara sudah masuk 99%. Beberapa saat lagi akan diumumkan hasil suara di Georgia.
Sementara di North Carolina, AP mewartakan bahwa Trump masih memimpin di negara bagian tersebut.
Angka 279
Sejumlah media (seperti BBC, Telegraph) ikut memberitakan kemenangan Biden, tetapi dengan angka yang berbeda, yakni 279.
Perhitungannya adalah: Angka electoral votes Biden sebelumnya yakni 253, ditambah Pennsylvania (+20), dan Nevada (+6).
Angka ini diluar dari perhitungan di Arizona yang oleh BBC, Biden masih memimpin, tetapi belum diproyeksikan menang.
Baca: Joe Biden Terpilih, Presiden Paraguay Mario Abdo Nyatakan Komitmen Jaga Hubungan Bilateral
Baca: Presiden Argentina Alberto Fernandez: Angka Kemenangan Joe Biden adalah Rekor Pilpres AS
Terlepas dari perbedaan pemberitaan media, Joe Biden dipastikan akan menjadi Presiden Amerika Serikat ke-46.
Sementara Kamala Harris mencetak sejarah dengan menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai Wakil Presiden AS.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)