Pria Tua Ditebas Parang Hingga Tewas, Diduga Dibunuh Karena Masalah Warisan & Dituduh Main Santet

Seorang pria tua di NTT dibunuh dengan parang hingga meninggal di tempat, diduga ada masalah warisan dan dituduh menyantet pelaku.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-parang-34.jpg
Pixabay: TRAPHITHO / 2133 foto
FOTO: Ilustrasi parang


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang petani tewas dibunuh oleh orang dikenalnya dengan dua kali tebasan parang.

Diduga pelaku UU (49) dendam masalah warisan dan tuduhan telah disantet korban.

Korban adalah FR (60) warga Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT.

Pelaku UU diketahui telah merencanakan pembunuhan tersebut kepada korban.

"Menurut keterangan pelaku, ia sudah lama merencanakan pembunuhan terhadap korban. Karena menurutnya korban merebut tanah pusaka milik pelaku sehingga pelaku menaruh dendam terhadap korban dan merencanakan pembunuhan tersebut," ujar Kapolres Sikka AKBP Sajimin.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Agha Ari Septyan memberi keterangan jika korban dituding menyantet pelaku.

“Selain itu, korban juga dituduh menyantet pelaku,” kata Agha.

Baca: Bekam Mulut Korban Menggunakan Plastik, Pelaku Pembunuhan PSK di Bekasi Diduga Psikopat

Baca: Dua Satpam di Padang Divonis Bersalah karena Kasus Pembunuhan, Padahal Membela Diri saat Bertugas

Kronologi

Kejadian pembunuhan ini bermula saat FR tengah berada di kebunnya ketika UU datang dan menyapanya pada Jumat (6/11/2020).

Kemudian UU langsung berlari mengejar FR sembari melayangkan parang usai menyapa pria paruh baya itu.

Korban jadi buan-bulanan pelaku saat jatuh di tanah karena serangan yan diterimanya.

FR meninggal ditempart dnegan dua tebasan parang yang diterimanya.

"Tidak lama mengejar, korban terjatuh di tanah. Pelaku langsung mengayunkan parangnya satu kali dan mengenai kepala korban. Ia mengayunkan lagi parangnya satu kali lagi ke arah leher sehingga leher korban putus," kata AKBP Sajimin.

Pelaku ini sempat pulang usai dengan sadisnya menghabisi nyawa korban.

Pria 49 tahun ini langsung cuci tangan dan mengganti pakaian yang berlumuran darah.

Bahkan UU juga langsung menyerahkan diri dengan datang ke kantor polisi sendiri.

Ilustrasi pembunuhan.
Ilustrasi pembunuhan. (Tribunnews.com)

UU membawa serta barang bukti parang yang digunakannya untuk membunuh korban.

Polisi lantas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) demi menghindari hal yang tidak diinginkan.

Diketahui saat ini keluarga korban telah mengkebumikan jenazah korban.

Sajimin mengimbau, agar tidka terjadi aksi balas denda, keluarga korban diminta untuk menahan diri.

Dia berjanji akan menangani kasus tersebut hingga tuntas.

Tentu dengan proses hukum yang berlaku.

"Keluarga tidak boleh melakukan tindakan di luar hukum dan agar menjaga Kamtibmas di sekitar Desa Nebe," tutup Sajimin.

TERPISAH,Seorang Pemuda Bacok Ibunya di Kepala dan Leher dengan Parang, Berakhir Babak Belur Dihajar Warga

Seorang pemuda telah menganiaya ibu kandungnya sendiri hingga nyaris tewas.

Pemuda tersebut adalah PH (22) yang menganiaya sang ibu FH (50).

Akibat dari perbutannya tersebut PH babak belur dihajar massa.

Kejadian pengadiayaan terhadap ibu kandung tersebut terjadi di Desa Waraka, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah.

Ilustrasi pembunuhan.
Ilustrasi pembunuhan. (Tribunnews.com)

Kronologi

AKBP Rosita Umasugi, selaku Kapolres Maluku Tengah menceritakan, kejadian tersebut berawal saat pemuda tersebut minta uang.

PH meminta uang pada korban untuk berangkat ke Ambon.

Tapi korban tidak memberikan uang pada pelaku.

Akibatnya pelaku langsung marah dan menyerang korban.

Sang ibu yang dianiaya tersebut mengalami luka cukup parah di sekujur tubuhnya.

Korban juga mendapatkan bacokan di bagian tangan dan kepala.

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, Rosita mengatakan, pelaku meminta uang pada sang ibu, namun ibunya menjawab tak ada uang, Senin (14/9/2020).

Lantas pelaku langsung memukuli ibunya.

Baca: Pembunuhan Siswa SMA di Gowa Diduga Bermotif Asmara, Pelaku: Dia Sering Goda Istri Saya

Baca: Dilaporkan Kecelakaan Lalu Lintas, Karyawan SPBU yang Tewas di Jalan Ternyata Korban Pembunuhan

“Jadi, korban bilang ke anaknya kalau mau ke Ambon harus urus surat-surat dulu karena ada PSBB di Ambon, lalu pelaku ini minta uang dari ibunya tapi ibunya bilang tak ada uang, saat itu pelaku langsung memukuli ibunya,” kata Rosita.

Penganiayaan tersebut masuh berlanjut.

Pelaku yang tak puas menghajar ibunya dengan kepalan tangan langsung mengambil parang.

Pelaku mengejar ibunya yang melarikan diri keluar rumah.

Pemuda ini langsung membacok kepala sang ibu dan tangan korban yang membuat ibunya tersebut jatuh.

Warga yang melihat peristiwa tersebut, langsung mendatangi rumah korban.

Lantas korban dibawa ke RSUD Masohi.

Dikejar warga

Akibat perbuatannya tersebut, para warga dibuat marah.

Rosita menjelaskan, pelaku melarikan diri ke arah pantai dan dikejar warga.

“Warga yang marah ikut menghajar korban, beruntung aparat Polsek dan Koramil segera datang untuk mengamankan pelaku,” jelas Rosita.

Akhirnya pelaku dibawa ke Masohi lewat jalur laut dengan menaiki speedboat karena membuat para warga marah.

Rosita mengatakan, PH juga sudah diamankan di kantor Polres Maluku Tengah saat ini.

Pelaku, imbuh Rosita, juga sempat dirawat di RSUD.

“Pelaku ini sempat dirawat di RSUD juga tapi demi keselamatannya, dia telah diamankan di Polres, karena keluarga besar korban memang tidak terima dengan perbuatannya itu,” tutup Rosita.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka, Tribun Mataram)

Artikel ini telah tayang di Tribun Mataram dengan judul Petaka Dendam Masalah Warisan & Dituding Menyantet, Petani Tewas Ditebas Parang saat Berkebun





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved