Bantahan RSUD Soal Hilangnya Mata Jenazah Covid-19: Keluarga Lihat Pemulasaran

Plt RSUD Moh Saleh Probolinggo bantah jenazah Covid-19 yang terus mengeluarkan darah karena matanya hilang.


zoom-inlihat foto
viral-jenazah-covid-19-keluarkan-darah.jpg
Istimewa via Kompas.com
Viral video yang menyebutkan mayat Covid-19 di Probolinggo terus keluarkan darah karena matanya hilang.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viralnya video yang menyebutkan mata jenazah Covid-19 di Probolinggo hilang, membuat pihak RSUD angkat bicara.

Plt Direkrut RSUD dr Mohamad Saleh sekaligus Satgas Covd-19 Probolinggo Abraar Kuddah membantah video yang beredar.

Dirinya mengatakan video tersebut meresahkan karena mengandung informasi yang tidak benar.

Pasalnya, pasien berinisial M merupakan pasien dengan gejala stroke yang meninggal positif Covid-19.

Kemudian M meninggal di rumah sakit tersebut.

Lalu beredarlah video yang mengatakan M matanya dicongkel sehingga jenazahnya terus mengeluarkan darah.

Abraar pun membantah dan mengklarifikasi video viral yang menyebut satu mata jenazah M hilang tidaklah benar.

Abraar mengatakan, kakak dan kerabat pasien turut melihat saat pemulasaran jenazah.

Baca: Viral Video Jenazah Covid-19 yang Matanya Hilang Resahkan Masyarakat, Polisi akan Tangkap Pengunggah

Baca: Bola Mata Pasien Covid-19 Disebut Keluar dari Kelopak hingga Pendarahan, Keluarga Nangis Histeris

"Misalkan memang benar ada pengambilan organ terhadap pasien, tentunya pihak keluarga sudah protes sejak awal," jelas Abraar di RSUD Moh Saleh, Jumat (6/11/2020) malam.

Dia menambahkan, pemulasaraan dilaksanakan dengan prosedur dan diawasi oleh Forum Komunikasi Umat Beragama setempat.

"Bahkan untuk petinya kami rakit ketika ada jenazah kasus Covid-19. Jadi ukuran pas sesuai dengan tubuh jenazah, penempatan posisi jenazah pun tetap kami perhatikan. Jika dia muslim kami posisikan miring, dan apabila dia non-muslim kami posisikan terlentang," ujar Abraar.

Terkait fenomena keluar darah dari tubuh jenazah, Abraar menjelaskan, ini terjadi karena proses yang dinamakan lebam mayat.

Proses ini membuat darah turun dari gravitasi yang paling tinggi.

Jika posisinya sama dalam waktu 6 sampai 8 jam, akan muncul warna kebiru-biruan di punggung jenazah.

Karena posisi jenazah pasien miring maka pendarahannya akan turun.

Di saat pendarahan ini turun ada lubang-lubang dari mata, hidung, telinga, dan mulut, yang bisa dilewati.

Bisa juga darah yang membeku di atas mencair lalu turun ke bawah menjadi suatu proses lebam mayat.

Tangkapan layar video viral jenazah pasien Covid-19 di Probolinggo mengalami pendarahan.
Tangkapan layar video viral jenazah pasien Covid-19 di Probolinggo mengalami pendarahan. (Istimewa/Tangkapan layar)

Dari kejadian ini, Abraar meminta kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Perlu kita ketahui rumah sakit ini saya pimpin, saya sebagai Plt Direktur, saya juga orang muslim, saya juga orang kesehatan. Tidak mungkin saya akan mencederai sumpah dokter dan seorang pemimpin, serta sumpah para perawat di sini dengan cara yang dituduh mau menjual organ dan lain sebagainya. Itu sangat tidak mungkin dan itu bisa dibuktikan," ujar Abraar.

Abraar menambahkan, M meninggal pada Kamis (5/11/2020) pukul 12.56 WIB.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved