Joe Biden Di Atas Angin, Warga Desa Asal Kakek Cawapres Kamala Harris di India Beri Dukungan Moral

Thulasendrapuram, yang terletak sekitar 320 km (200 mil) di selatan Chennai, India merupakan tempat kelahiran kakek Kamala Harris dari pihak ibu.


zoom-inlihat foto
kamala-harris-di-india-353.jpg
Arun SANKAR / AFP
Gambar baliho calon wakil presiden dari Partai Demokrat AS, Kamala Harris, terpasang di desa leluhurnya Thulasendrapuram di negara bagian Tamil Nadu di selatan India pada 3 November 2020.


Pendeta Derrick McQueen, perwakilan St. James Presbyterian Church dari Harlem berdoa sambil memainkan drum djembe dan meminta rekan-rekannya untuk merenungkan hasil pemilu.

"Kita berdiri di sini di tebing momen bersejarah ini, tidak peduli apapun hasilnya, kami masih percaya pada kekuatan rakyat,” kata McQueen.

"“Kami adalah rakyat, dan kami memiliki kekuatan. Jadi pertanyaan yang saya ajukan kepada Anda hari ini adalah, 'Janji apa yang Anda pegang hari ini?' ”

Sembari mengelilingi dedaunan kuning yang dibentuk lingkaran, para peserta menuliskan kata-kata aspiratif tentang 'perdamaian', 'kebebasan', 'kesetaraan', dan 'cinta'.

Baca: Masyarakat Papua Tak Percaya Covid-19, Petugas Diancam dan Dilempari Batu

FOTO: Seorang warga mengendarai sepeda motor melewati gambar baliho calon wakil presiden dari Partai Demokrat AS, Kamala Harris, di desa leluhurnya Thulasendrapuram di negara bagian Tamil Nadu di selatan India pada 3 November 2020.
FOTO: Seorang warga mengendarai sepeda motor melewati gambar baliho calon wakil presiden dari Partai Demokrat AS, Kamala Harris, di desa leluhurnya Thulasendrapuram di negara bagian Tamil Nadu di selatan India pada 3 November 2020. (Arun SANKAR / AFP)

Baca: Viral Warung Makan Gratis untuk Masyarakat yang Membutuhkan, Pengunjung Bisa Bayar Seikhlasnya

'Saya datang ke sini karena Tuhan kami tidak ada di Washington D.C", kata Keen Berger, 78, anggota Judson Memorial.

"Ada yang lebih besar daripada hasil ini, yakni harapan dan doa kita semua", lanjutnya.

Sementara itu, perwakilan agama Islam yaitu Imam Khalid Latif dari Islamic Center New York University memimpin doa untuk peserta.

Kemudian disusul doa dari Pendeta Chris Long.

Sebagai informasi, kegiatan ini pertama kali diadakan empat tahun lalu setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden.

Baca: Pengunjung Umbul Ponggok Membludak hingga 900 Pengunjung, Petugas Positif Covid-19

Ilustrasi ibadah umat beragama 67
FOTO: Ilustrasi ibadah umat beragama

Baca: 6 Penyakit Ini Lebih Banyak Menjangkit Perempuan daripada Laki-Laki

Koalisi antar-umat beragama ini dilakukan tidak hanya untuk pemilu, tetapi atas ketidakadilan rasial dan masalah pandemi Covid-19 yang kasusnya melonjak di seluruh AS.

Beranggotakan 20 orang, kelompok ini juga menayangkan kegiatannya secara daring / online melalui Zoom dan media sosial bagi mereka yang ingin menyaksikan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved