Ekonom Indef: Jika Joe Biden Menang, Indonesia Akan Dapatkan Lebih Banyak Dampak Positif

Pemulihan ekonomi global diperkirakan berjalan lambat jika Donald Trump terpilih kembali.


zoom-inlihat foto
joe-biden-dan-istri-beri-sambutan-345.jpg
ANGELA WEISS / AFP
Joe Biden dan istrinya, Jill Biden memberikan sambutan di panggung terbuka Chase Center di Wilmington, Delaware, pada Rabu dini hari 4 November 2020. Ekonom Indef mengatakan Indonesia akan mendapat keuntungan apabila Joe Biden menang dalam pemilu AS.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bhima Yudhistira Adhinegara, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menyebut Indonesia akan mendapat keuntungan apabila Joe Biden menang dalam pemilu Amerika Serikat (AS).

Jika Joe Biden mengalahkan Donald Trump, kata Bhima, tensi perang dagang diperkirakan akan menurun. 

Menurut dia, calon presiden dari Partai Demokrat itu lebih berpengalaman menjalin hubungan multilateral yang produktif pada era kepemimpinan Barack Obama.

Bhima memprediksi permintaan barang dari Indonesia akan semakin besar jika Biden menang.

"Di sisi lain, kebijakan stimulus ekonomi di partai demokrat akan lebih besar untuk mendorong pemulihan daya beli kelas menengah di AS. Biden juga mendorong upah minimum federal naik menjadi US$ 15 per jam. Imbasnya permintaan barang dari Indonesia akan semakin besar jika daya beli di AS meningkat," kata Bhima dikutip dari Kontan, Senin (4/11/2020).

Sementara itu, berbeda dengan Biden, bila pemilu dimenangkan oleh Trump, maka Trump akan menekankan stimulus ekonomi pada pemangkasan pajak bagi orang kaya.

Baca: Update Pilpres AS 2020: Donald Trump Sebut Ada Kecurangan, Ingin Gugat ke Mahkamah Konstitusi

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara (Tribunnews)

Bhima juga mengatakan bila Trump yang terpilih kembali, Trump akan menciptakan banyak ketidakpastian dalam ekonomi global.

Dia berpendapat dengan terpilihnya Trump maka pemulihan ekonomi global diproyeksi berjalan lambat dan kebijakan proteksionisme bisa berlanjut.

Sementara, dia juga mengatakan, kebijakan proteksionisme yang dilakukan Trump telah banyak merugikan kepentingan Indonesia.

"Buktinya kinerja ekspor sebelum pandemi sudah lesu karena rendahnya permintaan bahan baku ke China dan ekspor langsung ke AS," katanya.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved