China Desak AS Hentikan Persekusi Politik dan Penindasan terhadap Jurnalis Tiongkok

"Semua ini telah membuat jurnalis China yang bekerja dan tinggal di Amerika Serikat menjadi sangat tidak pasti," kata Wang.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-bendera-china-456.jpg
Unsplash - Brian Matangelo @bmatangelo
"Semua ini telah membuat jurnalis China yang bekerja dan tinggal di Amerika Serikat menjadi sangat tidak pasti," kata Wang., FOTO: Ilustrasi Bendera China


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Negara China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan persekusi politik dan penindasan terhadap jurnalis Tiongkok yang bertugas di AS.

Melalui Juru Bicara Departemen Luar Negeri China, Wang Wenbin, China menekankan agar AS tidak terlalu mempermasalahkan perihal perpanjangan visa jurnalis Tiongkok.

"Semua ini telah membuat jurnalis China yang bekerja dan tinggal di Amerika Serikat menjadi sangat tidak pasti," kata Wang.

Menanggapi pertanyaan wartawan dalam konferensi pers, Wang Wenbin menyebut sejumlah pengajuan visa jurnalis China telah disetujui di AS, tetapi masih banyak sejumlah pengajuan yang masa berlakunya kurang dari satu minggu.

Menurut Wang, masa berlaku perpanjangan visa bagi jurnalis China di AS adalah dari 4 Agustus hingga 4 November.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 3 November 1978: Dominica Merdeka Penuh dari Inggris

Foto yang diambil pada 12 Oktober 2020 ini menunjukkan ribuan warga yang mengantre untuk dites virus corona COVID-19, sebagai bagian dari program pengujian massal menyusul wabah virus corona baru di Qingdao, di Provinsi Shandong timur China. Hanya dalam waktu dua hari, 12-13 Oktober 2020, sebanyak 4,2 juta penduduk kota ini berhasil melakukan swab test.
Foto yang diambil pada 12 Oktober 2020 ini menunjukkan ribuan warga yang mengantre untuk dites virus corona COVID-19, sebagai bagian dari program pengujian massal menyusul wabah virus corona baru di Qingdao, di Provinsi Shandong timur China. Hanya dalam waktu dua hari, 12-13 Oktober 2020, sebanyak 4,2 juta penduduk kota ini berhasil melakukan swab test. (STR / AFP / China OUT)

Baca: Pasca-serangan Teroris di Wina yang Tewaskan 3 Orang, Polisi Masih Buru Satu Pelaku

Wang menyebut hal ini membuat sejumlah jurnalis 'terpaksa' mengajukan permohonan perpanjangan baru.

"Dengan kata lain, masa berlaku visa mereka sebenarnya terhitung kurang dari satu minggu. Sedangkan untuk beberapa orang, hanya tinggal tiga hari," kata Wang.

Tidak Bisa Meliput

Wang menyayangkan pihak AS yang melarang jurnalis China untuk meliput saat periode pengajuan perpanjangan visa.

Ia menambahkan bahwa kebijakan 'tidak masuk akal' itu belum diterima oleh sejumlah jurnalis China di AS.

Baca: Video Suami Hajar Istri di Pinggir Jalan Viral, Korban Tewas Setelah Dipukul Bata dan Kursi

Baca: 2 Tahun di Lechia Gdansk dan Masih Berjuang Raih Status Tim Inti, Egy Maulana Vikri: Saya Bahagia











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved