Hari Ini dalam Sejarah 3 November 1978: Dominica Merdeka Penuh dari Inggris

Sebelum merdeka, Dominica pernah bergabung dengan West Indies Federation hingga federasi itu bubar tahun 1962


zoom-inlihat foto
bendera-dominica.jpg
Wikimedia Commons
Bendera Dominica. Dominica merdeka dari Inggris tanggal 3 November 1978

Sebelum merdeka, Dominica pernah bergabung dengan West Indies Federation hingga federasi itu bubar tahun 1962




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dominica, negara pulau di Lautan Karibia, merdeka penuh dari Inggris pada 3 November 1978.

Patrick Roland John terpilih sebagai perdana menteri pertama Dominica, dan kemudian digantikan oleh Oliver Seraphine pada Mei 1979.

Sebelum merdeka, Dominica pernah bergabung dengan West Indies Federation hingga federasi itu bubar pada tahun 1962.

Pada tahun 1967, dengan keluarnya West Indies Act 1967, Dominica mendapat status associated state dari Inggris, dan mengatur sendiri urusan dalam negerinya secara penuh.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 2 November 1988: Morris Worm Dilepaskan, Menginfeksi Ribuan Komputer

Peta lokasi Dominica
Peta lokasi Dominica (Wikimedia Commons)

  • Dominica dan pribuminya


Penduduk pertama Dominica adalah orang-orang Ortoroid yang datang dari Amerika Selatan sekitar tahun 3100 SM.

Mereka bertahan di pulau itu sampai sekitar tahun 400 SM. Orang-orang Arawak kemudian datang ke wilayah ini sekitar awal abad ke-5 M.

Namun, pada abad ke-15 orang-orang Kalinago berpindah secara besar-besaran dari Amerika Selatan ke Karibia.

Mereka menyingkirkan orang Arawak dari Dominica. Dominica mulai kedatangan orang Eropa ketika Columbus tiba di sana pada 3 November 1493.

Orang Spanyol ingin menaklukkan Dominica, tetapi pribumi melawan. Columbus mengubah nama pulau itu dari Waitukubuli menjadi Dominica karena dia mendarat di sana pada hari Minggu.

Spanyol kemudian kehilangan ketertarikan pada pulau itu karena tidak menyimpan kekayaan.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Spruce Goose Terbang Perdana dan Terakhir, Pesawat Terbesar pada Masanya

  • Kolonisasi


Pada tahun 1635 Prancis mengklaim Dominica sebagai wilayahnya. Misionaris Prancis mengunjungi pulau itu tujuh tahun kemudian.

Namun, pribumi Dominica melakukan perlawanan kuat yang menyulitkan proses kolonisasi, baik oleh Prancis maupun Inggris, di sana.

Pada tahun 1660 Inggris dan Prancis menyatakan Dominica sebagai pulau yang netral dan meninggalkannya untuk pada pribumi.

Meski demikian, orang Eropa mulai bermukim di pulau itu dalam 30 tahun berikutnya. Prancis secara resmi menyatakan Dominica menjadi wilayahnya tahun 1727.

Prancis kemudian memberikan pulau itu kepada Inggris melalui Perjanjian Paris 1763.

Orang Prancis sempat berkebun kopi di sana selama empat dekade, sedangkan Inggris mengenalkan perkebunan tebu.

Namun, perkebunan besar yang menggunakan tenaga kerja budak tidak pernah berkembang di Dominica.

Ketika Inggris melarang perbudakan di Hindia Barat tahum 1834, belasan ribu budak Dominica mendapat kebebasan.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 1 November 1512: Mahakarya Michelangelo di Kapel Sistina Diperlihatkan

  • Merdeka


Dominica menjadi satu-satunya koloni Inggris di Karibia yang memiliki parlemen yang dikendalikan orang kulit hitam.

Namun, kulit hitam kehilangan sebagian besar kekuatan politiknya ketika Inggris melemahkan Majelis Legislatif, dan mengubah status Dominica menjadi crown colony.

Inggris memerintah Dominica sebagai bagian dari Kepulauan Leeward dari tahun 1871 hingga 1939.

Pada tahun 1940 Inggris mengalihkan pemerintahan Dominica ke administrasi Kepulauan Windward.

Dominica masuk ke dalam Federasi Hindia Barat tahun 1958 hingga federasi itu bubar tahun 1962.

Pulau itu kemudian menjadi associate state Persemakmuran Inggris tahun 1967.

Di bawah konstitusi tahun 1967, Dominica secara penuh mengurus sendiri urusan dalam negerinya.[4]

Dominica mendapat kemerdekaan penuh pada 3 November 1978, dan Patrick Rolan John menjadi perdana menteri pertama.

Namun, pemerintahan John mendapat sejumlah kritik, terutama mengenai rancangan penyewaan tanah kepada perusahaan yang diduga berencana memasok minyak ke Afrika Selatan secara ilegal.

Krisis kabinet pun terjadi, dan pada Mei 1979 dia digantikan Oliver Seraphine sebagai perdana menteri yang baru.

Pemerintahan Seraphine juga tidak luput dari tantangan. Pada Agustus 1979 Badai David merusak perkebunan pisang, yang menjadi andalan pulau itu, dan lapisan tanah atas.

Pada tahun berikutnya, kemunculan Badai Allen semakin memundurkan ekonomi negara pulau itu.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 1 November 1952: Amerika Serikat Meledakkan Bom Hidrogen Pertama di Dunia

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Dominica merdeka
Pada 3 November 1978
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved