3 Sekolah di Solo Ditunjuk Sebagai Contoh Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi November Mendatang

Tiga sekolah solo menjadi contoh dalam pembelaaran tata muka saat pandemi Covid-19 pada November mendatang


zoom-inlihat foto
wali-kota-solo-fx-hadi-rudyatmo.jpg
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tiga sekolah di Solo bakal jadi contoh pembelajaran tatap muka pada masa pandemi.

Ketiga sekolah tersebut adalah SMPN 4 Solo, SMP Al Azhar Syifa Budi, dan MTsN 1 Solo.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pembelajaran tatap muka akan dicobakan selama2 minggu.

"Dinas Kesehatan minta belajarnya nanti dua minggu. Dua minggu baru ganti orang. Terus di-swab lagi. Selama inatan minta belajarnya nanti dua minggu. Dua minggu baru ganti orang. Terus di-swab lagi. Selama inkubasi 14 hari nanti ada perkembangan klaster tidak," jelas Rudy.

Pembelaaran tatap muka akan diteruskan bagi murid kelas VIII apabila hasil swab tersebut menunjukkan tidak ada murid yang terapapar Covid-19.

"Kalau setelah 14 hari di-swab tidak ada yang terpapar berarti kita aman. Nanti yang baru berikutnya 140 siswa di-swab lagi. Kalau dua-duanya aman baru dinaikkan untuk kelas VIII," ungkap Rudy di Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/10/2020).

Baca: Fahrurrozi Ishaq ‘Gubernur Tandingan Ahok’, Meninggal Dunia Karena Covid-19

Baca: Ribuan Demonstran Padati Ibukota Berlin, Protes Aturan Pembatasan Covid-19 di Jerman

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo (tengah) saat memimpin rapat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Loji Gandrung Solo.(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo (tengah) saat memimpin rapat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Loji Gandrung Solo.(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI) (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

"Untuk SMPN 4 Solo itu siswanya ada 140 anak dan gurunya 65 orang itu di-swab semua dulu. Selama 14 hari nanti kalau tidak ada perkembangan diteruskan," imbuh Rudy.

Bahkan Kepala SMPN 4 Solo, Sri Wuryanti menjelaskan, dirinya telah menyosialisasikan rencana pembukaan sekolah tatap muka pada wali murid.

Sri menerangkan, sekolah sudah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) penanganan Covid-19 untuk para peserta didik.

"Kita sudah ada SOP penanganan kalau ada siswa yang panas, batuk di kelas dan lainnya. Nanti akan kita evaluasi lagi," jelas Sri.

Untuk diketahui, pembelajaran tatap muka SMP di Solo ini belum bisa diterapkan 100 persen.

Baca: Gelombang Kedua Covid-19, PM Spanyol Umumkan Negaranya dalam Kondisi Darurat

Baca: Marc Short Kepala Staf Wakil Presiden AS Mike Pence Positif Covid-19

Namun, dibagi dengan rincian 50 persen daring dan 50 persen tatap muka.

Terkhusus untuk para murid yang menduduki kelas IX.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, awal November 2020 menjadi tolok waktu dimulainya pembelajaran tatap muka untuk murid SMP di Solo, Jawa Tengah.

Para guru dan siswa harus menjalani pemeriksaan swab menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) sebelum embelajaran tatap muka ini dimulai.

"( Pembelajaran tatap muka) dimulai November. Nanti tanggal 2 November bapak/ibu guru di-swab dulu. Setelah itu baru muridnya yang mau sekolah itu di-swab di sekolahan," kata Rudy.

Test swab tersebut digunakan sebagai cara deteksi dini Covid-19.

Selain itu uga untuk memastikan para murid mengikuti pembelajaran tatap muka secara sehat bebas dari Covid-19.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka, Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Komas.com dengan judul Pembelajaran Tatap Muka di Solo Mulai November, Guru dan Siswa Harus Tes Swab











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved