PM Thailand Prayuth Chan O-Cha Buka Suara Atas Permintaan Pengunduran Diri

"Saya yakin hari ini, terlepas dari perbedaan pandangan politik, semua orang masih mencintai negara ini," kata Prayuth dalam pidato pembukaannya.


zoom-inlihat foto
perdana-menteri-prayuth-chan-ocha-thailand.jpg
Kolam TV Thailand / AFP
Tangkapan layar tayangan di sebuah televisi lokal Thailand pada tanggal 21 Oktober 2020 ini menunjukkan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha berbicara di Bangkok. Perdana Menteri Thailand pada 22 Oktober mencabut 'keadaan darurat' yang dimaksudkan untuk memadamkan unjuk rasa pro-demokrasi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha buka suara atas tekanan oposisi dan demonstran yang memintanya mundur.

Prayuth yang sempat mengadakan pertemuan parlemen untuk memberlakukan kondisi darurat Covid-19 justru berbuntut kemarahan puluhan ribu warga yang menggelar aksi di jalanan Kota Bangkok.

"Saya yakin hari ini, terlepas dari perbedaan pandangan politik, semua orang masih mencintai negara ini," kata Prayuth dalam pidato pembukaannya.

"Jika semua pihak bisa komitmen untuk menahan diri dan fleksibel, maka keadaan akan lebih kondusif untuk meredakan ketegangan konflik politik saat ini dan mencapai hasil yang dapat diterima oleh semua pemangku kepentingan," katanya dalam sebuah pernyataan, mengutip juru bicara pemerintah Anucha Burapachaisri.

Terlepas dari pernyataan Prayuth, kelompok oposisi dan sejumlah pemimpin demonstrasi mengaku ragu bahwa krisis bisa diselesaikan hanya melalui parlemen.

Baca: Perwira Marinir Jadi Korban Begal di Dekat Istana Merdeka, Pelaku Coba Rampas Tas di Sepeda

Tangkapan layar tayangan di sebuah televisi lokal Thailand pada tanggal 21 Oktober 2020 ini menunjukkan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha berbicara di Bangkok. Perdana Menteri Thailand pada 22 Oktober mencabut 'keadaan darurat' yang dimaksudkan untuk memadamkan unjuk rasa pro-demokrasi.
Tangkapan layar tayangan di sebuah televisi lokal Thailand pada tanggal 21 Oktober 2020 ini menunjukkan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha berbicara di Bangkok. Perdana Menteri Thailand pada 22 Oktober mencabut 'keadaan darurat' yang dimaksudkan untuk memadamkan unjuk rasa pro-demokrasi. (Kolam TV Thailand / AFP)

Baca: Dua Satpam di Padang Divonis Bersalah karena Kasus Pembunuhan, Padahal Membela Diri saat Bertugas

Sebagai informasi, Prayuth mendapatkan kursi kekuasaannya pada 2014 setelah menggulingkan PM dari partai Pheu Thai, Yingluck Shinawatra, saudara perempuan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.

Desakan Mundur

Seperti diketahui, Partai oposisi terbesar di Thailand meminta Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengundurkan diri dari pemerintahan.

Permintaan ini diajukan dalam sebuah sesi pertemuan khusus membahas protes massa yang sudah berlangsung lama.

Demonstrasi di Thailand yang semula menuntut pengunduran diri Prayuth dan perubahan kabinet mengarah pada tuntutan mengubah konstitusi monarki dan menyerukan reformasi.

Baca: Gelombang Kedua Covid-19, PM Spanyol Umumkan Negaranya dalam Kondisi Darurat

Pengunjuk rasa pro-demokrasi berkumpul di persimpangan jalan utama selama unjuk rasa anti-pemerintah di Bangkok pada 21 Oktober 2020. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Pengunjuk rasa pro-demokrasi berkumpul di persimpangan jalan utama selama unjuk rasa anti-pemerintah di Bangkok pada 21 Oktober 2020. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Baca: Seorang Warga Bacok Anggota DPRD Jeneponto yang Sedang Melerai Keributan karena Suara Knalpot Bising











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved