Covid-19 dan Epidemiolog

Epidemilog kini mendadak dikenal masyarakat di tengah Covid-19. Sebelumnya, siapa yang mau tau.


zoom-inlihat foto
dicky-budiman.jpg
ISTIMEWA
Dicky Budiman


"Sekarang jumlahnya jadi banyak banget (Epidemiolog) mendadak, yang tadinya sedikit sekarang banyak orang merasa jadi epidemiolog," ujar dia sambil bercanda.

Dicky menilai, dalam dua dasawarsa terakhir ini hampir setiap lima tahun atau setiap Menteri Kesehatan RI pasti menghadapi pandemi.

Seperti Pandemi Severe Accute Respiratory Syndrome (SARS) tahun 2002, lalu Influenza A (H1N1) tahun 2009, dan kini Covid-19.

"Dulu juga sempat ada pandemi Ebola dan MERs tapi berkat menteri kesehatan dan jajarannya, pandemi itu tidak masuk ke Indonesia," ungkap lulus FK Undap ini.

Untuk itu, ia berharap ada penambahan SDM epidemiolog. Dicky mengatakan, seperti Australian pemerintahnya berperan aktif memberikan beasiswa agar melanjutkan studi pada keilmuan epidemiologi.

"Di banyak negara sejak tahun 70-an itu ada yang disebut dengan istilah ilmu Global security bagaimana epidemiolog itu menjamin keamanan manusia, dari berbagai macam penyakit yang dianut oleh setiap negara maju," harap Dicky.

Profil Dicky Budiman

Ia merupakan Phd Candidate Global Health Security and Pandemi Griffith Universiry Australia.

Sebelumnya, juga mengambil Master Epidemiology di Griffith Universiry Australia, lulus tahun 2004.

Sementara pendidikan S1nya, dari Universitas Padjajaran sebagai Dokter Umum yang lulus tahun 1997.





Halaman
1234






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved