Covid-19 dan Epidemiolog

Epidemilog kini mendadak dikenal masyarakat di tengah Covid-19. Sebelumnya, siapa yang mau tau.


zoom-inlihat foto
dicky-budiman.jpg
ISTIMEWA
Dicky Budiman


Laporan wartawan Tribunnews.com

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Epidemilog kini mendadak dikenal masyarakat di tengah Covid-19. Sebelumnya, siapa yang mau tau.

Hal itu dikatakan, Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman saat berbincang dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.

"Sebelumnya kita enggak peduli pada profesi ini. Padahl kita lihat pandemi covid saat ini. Tercatat sebagai pandemi yang terbesar kerugiannya sekitar 10 triliun dolar AS. Terbesar dalam sejarah sebelumnya," ungkap dia.

Dikutip dari tulisannya yang dipublikasikan pada awal pandemi, Epidemiologi adalah cabang ilmu kesehatan yang juga sudah memiliki cabang keahlian yang beragam dan luas, mulai dari Epidemiologi Gizi, Kespro, Klinik, dan lain-lain.

Dalam kaitan wabah penyakit menular maka ahli epidemiologi yang terlibat adalah Epidemiolog Penyakit Menular (Epi PM) dan FETP (field epidemiology training programmes) yang menjadi semacam kopassus dalam perang melawan wabah/epidemi/pandemi di lapangan.

Atas temuan ini maka mengetahui, tahu asal mula penyakit, bagaimana penyakit dapat menyebar di masyarakat, seberapa besar kejadian penyakit pada spesifik populasi, faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit dan opsi strategi mengendalikan penyakit tersebut.

Tentunya pada skala nasional dan global diperlukan dasar keilmuan dan pengalaman yang lebih mumpuni dalam kaitan epidemi/pandemi.

Ia mengungkap, sumber daya manusia di Indonesia untuk epidemolog masih sangat kurang. Idealnya satu epidemiolog untuk per10ribu atau 20ribu penduduk.

Sementara di Indonesia, satu epidemiolog untuk sekitar 500ribuan penduduk Indonesia.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved