TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah insiden pemeriksaan terhadap sejumlah turis wanita di Bandara Internasional Hamad, Qatar menuai protes keras dari Australia.
Diketahui 13 wanita diperiksa oleh otoritas bandara setelah ditemukan bayi prematur di Bandara Doha.
Mereka diperiksa pada 2 Oktober 2020 setelah Qatar Airways Flight 908 mengalami penundaan keberangkatan.
Sejumlah wanita terlihat tak kuasa menahan tangis setelah otoritas bandara meminta mereka melepas celana dalam untuk diperiksa apakah baru saja melahirkan.
Ini dinilai pemerintah 'Australia' sebagai hal yang memalukan dan tak pantas dilakukan.
Baca: Badai Tropis Molave Terjang Wilayah Pulau Luzon Filipina, Ribuan Orang Mengungsi
Baca: Mitra Publikasi, Tribunnews.com Raih Penghargaan dari Universitas Mercu Buana
Setidaknya itu yang disampaikan Departemen Urusan Luar Negeri Australia yang menyebut bahwa seharusnya korban bisa memberikan persetujuan tanpa harus dipaksa.
"Ini merupakan tindakan yang sangat, sangat mengganggu, dan mengkhawatirkan," kata Menteri Luar Negeri Marise Payne, dilansir Associated Press, Senin (26/10/2020).
"Tak pernah sekalipun ini saya alami selama hidup. Kami jelas akan mengambil sikap atas tindakan otoritas Qatar," tambahnya.
Australia masih menunggu respons Qatar sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Pihak Australia telah melaporkan masalah ini kepada Polisi Federal Australia, tetapi belum menjelaskan apa langkah yang akan diambil kepolisian.
Baca: Fakta Paul Pogba Dikabarkan Stop Bela Timnas Prancis Setelah Presiden Macron Labeli Islam Teroris
Baca: Emmanuel Macron Sebut Islam Agama Krisis, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis
Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan sedang bekerjasama dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan mengenai masalah ini.
Sementara itu, bayi prematur yang masih belum teridentifikasi ini sedang dirawat oleh tim medis, lapor petugas bandara dalam sebuah pernyataan.
Di tempat lain, pihak bandara menolak klaim bahwa mereka melakukan paksaan dalam pemeriksaan.
Mereka menyebut bahwa para wanita diminta untuk membantu petugas untuk mencari siapa wanita yang bertanggungjawab atas bayi tersebut.
Buka Celana Dalam
Seperti diketahui, para wanita ini diperiksa oleh otoritas bandara di sebuah ambulans yang diparkir di dekat landasan.
Baca: Bocah 12 Tahun Tewas Dibunuh Temannya, Gara-gara Sakit Hati Password Akun Facebook Miliknya Diganti
Baca: Alamat Usaha Beda dengan KTP Masih Bisa Terima BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Ini Syaratnya
Diwartakan Seven Network News, petugas memanggil sejumlah wanita tanpa memandang usia mereka dan dicecar pertanyaan.
"Ketika para wanita kembali (dari ambulans) banyak dari mereka merasa kesal. Salah satunya menangis, mereka tak percaya apa yang terjadi," kata Wolfgang Babeck, warga Australia yang ada dalam penerbangan tersebut.
"Mereka mengatakan kepada saya harus melepas celana dalam dan kemudian diperiksa apakah baru saja melahirkan," tambahnya.
Babeck menyebut tidak ada penjelasan dari bandara mengapa keberangkatan ditunda selama lebih dari tiga jam dan mengapa khusus perempuan yang harus keluar dari pesawat.