Hari Ini dalam Sejarah 22 Oktober: Krisis Rudal Kuba, AS Umumkan Adanya Rudal Nuklir Soviet di Kuba

Rudal nuklir Soviet bisa menjangkau AS dalam beberapa menit apabila diluncurkan dari Kuba


zoom-inlihat foto
lokasi-fasilitas-peluncuran-rudal.jpg
Wikimedia Commons
Lokasi fasilitas peluncuran rudal nuklir Soviet di Kuba

Rudal nuklir Soviet bisa menjangkau AS dalam beberapa menit apabila diluncurkan dari Kuba




  • Informasi awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) John F. Kennedy dalam siaran televisi tanggal 22 Oktober 1962 mengumumkan keberadaan rudal nulir Uni Soviet di Kuba.

Kepada rakyat AS, John F. Kennedy mengatakan akan melakukan blokade laut di sekitar Kuba dan bersiap menggunakan kekuatan militer untuk menyingkirkan ancaman ini, apabila diperlukan.

Dikenal sebagai Krisis Rudal Kuba, peristiwa ini membuat banyak orang khawatir karena dunia dianggap sudah berada di ambang perang nuklir.

Namun, ancaman ini berakhir setelah AS menyutujui tawaran pemimpin Soviet, Nikita Khruschev. Soviet bersedia menyingkirkan rudalnya apabila AS berjanji tidak menyerbu Kuba.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 21 Oktober: Tragedi Aberfan, Ratusan Murid Sekolah Terkubur Limbah Batu Bara

Presiden John F. Kennedy tahun 1962
Presiden John F. Kennedy tahun 1962 (Wikimedia Commons)

  • Konteks Perang Dingin #


Setelah berkuasa di Kuba, Fidel Castro melakukan aliansi dengan Uni Soviet.

Di bawah Castro, Kuba menjadi bergantung pada bantuan milter dan ekonomi Soviet.

Pada masa itu, AS dan Soviet (beserta sekutu kedua belah pihak, terlibat dalam Perang Dingi (1945-1991).

Ada serangkaian pertikaian dalam bentuk pertentangan politik dan ekonomi di antara AS dan Soviet.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 21 Oktober: Inggris Kalahkan Prancis dan Spanyol dalam Pertempuran Trafalgar

  • Menemukan rudal #


Setelah kegagalan Invasi Teluk Babi, Perdana Menteri Soviet Nikita Khrushchev mencapai kesepakatan rahasia dengan Castro pada Juli 1962.

Dalam kesepakatan itu, Soviet memutuskan menempatkan rudal nuklirnya di Kuba agar bisa mencegah usaha invasi yang mungkin terjadi di masa depan.

Pembangunan tempat rudal mulai dilakukan pada akhir musim panas. Namun, intelijen AS menemukan persenjataan Soviet yang ada di Kuba, termasuk pesawat pengebom IL-28 selama penerbangan pengintaian.

Presiden Kennedy kemudian mengeluarkan peringatan yang berkaitan dengan masuknya persenjataan di Kuba.

Pada 14 Oktober pesawat U-2 milik AS mengambil beberapa gambar yang menunjukkan adanya pembangunan fasilitas rudal balistik nuklir berdaya jangkau menengah.

Gambar tersebut dikirim ke Gedung Putih keesokan harinya, dan memunculkan apa yang dikenal sebagai Krisis Rudal Kuba.

Rudal tersebut mampu mencapai bagian timur AS dalam beberapa menit apabila diluncurkan dari Kuba.

Kennedy mengumpulkan penasihatnya untuk mengatasi krisi ini. Beberapa penasihat, termasuk Kepala Staf Gabungan, memilih serangan udara untuk menghancurkan rudal, dan kemudian menyerbu Kuba.

Penasihat lainnya memilih memberikan peringatan keras kepada Kuba dan Soviet.

Pada 22 Oktober Kennedy mengumumkan melalui siaran televisi mengenadi keberadaan rudal Soviet di Kuba

Kennedy memilih melakukan "karantina" laut terhadap Kuba. Dia lebih memilih istilah "karantina" daripada "blokade" agar bisa mendapat dukungan.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Jenderal Douglas MacArthur Penuhi Janji Kembali ke Filipina, I Shall Return

  • Kesepakatan #


AS memperingatkan akan merampas "senjata serang dan perlengkapan militer" yang mungkin dikirimkan Soviet ke Kuba menggunakan kapal.

Selama beberapa hari kemudian, kapal Soviet yang menuju Kuba mengubah jalurnya untuk menghindari zona karantina.

Karena kedua negara adidaya berada di ambang perang nuklir, Kennedy dan Khruschev mulai bertukar pesan.

Pada 28 Oktober Khruschev mengatakan pekerjaan di fasilitas nuklir akan dihentikan dan rudal yang ada di Kuba akan dikembalikan ke Soviet.

Sebagai gantinya, Kennedy berjanji bahwa AS tidak akan pernah menyerbu Kuba. Kennedy secara rahasia juga berjanji rudal nuklir AS di Turki.

Beberapa minggu kemudian, kedua belah pihak mulai memenuhi janjinya, dan krisi sudah berakhir pada akhir November.

Castro tidak menyukai kesepakatan ini, tetapi dia tidak bisa melakukan tindakan.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 20 Oktober 1973: Gedung Opera Sydney Resmi Dibuka oleh Ratu Elizabeth II

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Presiden Kenney umumkan adanya rudal Soviet di Kuba
Pada 22 Oktober 1962
   


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved