Hari Ini dalam Sejarah: Jenderal Douglas MacArthur Penuhi Janji Kembali ke Filipina, I Shall Return

Douglas MacArthur berjanji kepada anak buahnya bahwa dia akan kembali ke Filipina untuk melawan Jepang


zoom-inlihat foto
macarthur-kembali-2.jpg
Wikimedia Commons/U.S. Army Signal Corps
Douglas MacArthur mendarat di Filipina dan memenuhi janjinya

Douglas MacArthur berjanji kepada anak buahnya bahwa dia akan kembali ke Filipina untuk melawan Jepang




  • Informasi awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jenderal Amerika Serikat (US) Douglas MacArthur pada 20 Oktober 1944 memenuhi janjinya untuk kembali ke Filipina.

Pada Maret 1942 Douglas MacArthur terpaksa pergi dari benteng Corregidor di Filipina karena diperintahkan oleh Presiden Fanklin Roosevelt.

Douglas MacArthur meninggalkan 90.000 pasukan Amerika dan Filipina di Corregidor dan Semenanjung Bataan yang kekurangan logistik dan harus menghadapi serbuan Jepang.

Kepada media, Douglas MacArthur mengatakan, "I shall return," dan berjanji kepada anak buahnya bahwa dia akan kembali ke Filipina menghadapi Jepang.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 20 Oktober 1973: Gedung Opera Sydney Resmi Dibuka oleh Ratu Elizabeth II

Douglas MacArthur dan Kaisar Jepang Hirohito pada 27 September 1945
Douglas MacArthur dan Kaisar Jepang Hirohito pada 27 September 1945 (Wikimedia Commons/Lt. Gaetano Faillace)

 

  • Meninggalkan Filipina #


Pasifik menjadi medan perang setelah Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941.

Sementara itu, pada Juli 1941 Douglas MacArthur telah ditunjuk sebagai komandan Angkatan Darat AS untuk wilayah Timur Jauh, termasuk semua pasukan Amerika dan Filipina di Filipina.

Pada Maret 1942 Jepang mulai menguatkan dominasinya di sekitar Filipina.[2]

Selama kampanye Jepang di Pasifik, MacArthur bersama keluarganya berada di Corregidor, Filipina, dan mengurus sekitar 90.000 pasukan AS dan Filipina.

Karena benteng kuat di sekitarnya jatuh ke tangan Jepang, Presiden Roosevelt khawatir bahwa Corregidor juga akan jatuh.

Roosevelt juga mengkhawatirkan MacArthur karena dia bisa tertangkap Jepang atau bahkan dibunuh.

Mac Arthur menolak saran Roosevelt untuk meninggalkan Corregidor, dia mengatakan ingin menjalani nasib yang sama dengan pasukannya.

Kepala Staf Angkatan Darat AS, George C. Marshall, juga mendesak dia untuk segera meninggalkan benteng itu.

MacArthur menolak, tetapi dia akhirnya bersedia meninggalkan tempat itu setelah diperintahkan langsung oleh Roosevelt.

Dia, keluarganya, dan pemimpin militer tingkat tinggi lainnya meninggalkan Corregidor dengan perahu.

Mereka harus melakukan perjalanan yang berbahaya karena harus menghadapi badai dan menghindari tentara Jepang dan ranjau.

Setelah itu, mereka pergi ke pantai Australia Utara dengan pesawat B-17 dan kemudian menggunakan kereta untuk sampai ke Melbourne.

MacArthur frustrasi karena tahu pasukannya di Filipina kekurangan logistik dan tidak dapat bertahan dari serbuan Jepang untuk waktu yang lama.

Dia berjanji kepada anak buahnya bahwa dia akan kembali Filipina dan melanjutkan pertempuran.

Janji ini diucapkan di depan media, dan dia mengatakan, "I shall return."[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 19 Oktober: Scipio Kalahkan Hannibal Barca pada Pertempuran Zama

  • Merencanakan pendaratan #


Mac Arthur kemudian ditugaskan memimpin pasukan sekutu di Pasifik Barat Daya dan mempertahankan Australia.

Dia sedih ketika mendengar Jepang telah menguasai Bataan dan Corregidor, dan menawan puluhan ribu pasukan Amerika dan Filipina.

Kepala Staf Gabungan AS tidak menyusun rencana untuk membebaskan pasukan AS karena mereka mefokuskan pada target lain.

Setelah menang dalam Pertempuran Midway, Laksamana Nimitz berencana langsung menyerbu ke Jepang.

MacArthur memiliki rencana. Dia sedang menyiapkan serangan ke Filipina, tetapi butuh lebih banyak dukungan.

Dia membutuhkan Nimitz untuk mengerahkan pasukannya ke Filipina. Rencana ini didukung oleh Kepala Gabungan.

Dengan melibatkan pasukan Nimitz, dia merancang rencana pendaratan di Filipina dan membebaskan pasukannya yang ditawan Jepang.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 19 Oktober: Bongkah Emas Seberat 285 Kg Ditemukan di Australia

  • Memenuhi janji #


MacArthur akhirnya kembali ke Filipina pada 20 Oktober 1944. Dia dan pasukannya mendarat di Pulau Leyte.

Pada hari itu dia membuat siaran radio dan mengatakan, "Rakyat Filipina, saya telah kembali!"

Pasukannya menyerbu Pulau Luzon pada Januari 1945. Sebulan kemudian, pasukan Jepang di Bataan disingkirkan, dan Corregidor dikuasai kembali.

Ibu Kota Manila jatuh pada Maret, dan pada Juni dia mengumumkan bahwa operasi penyerbuan di Luzon akan berakhir.

Hanya ada sepertiga jumlah anak buahnya, yang dulu ditinggalkan, yang masih bertahan dan melihat MacArthur kembali.

"Saya sedikit telat," kata dia kepada mereka, "tetapi kami akhirnya datang."[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 18 Oktober: Thomas Alva Edison Meninggal, Inventor & Pemilik 1.093 Hak Paten

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Douglas MacArthur kembali ke Filipina
Pada 20 Oktober 1944
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.historynet.com
3. historydaily.org


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved