Hari Ini dalam Sejarah 19 Oktober: Scipio Kalahkan Hannibal Barca pada Pertempuran Zama

Pertempuran Zama menjadi pertempuran terakhir yang menentukan dalam Perang Punisia Kedua (218-201 M) antara Roma dan Kartago.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-pertempuran-zama.jpg
Wikimedia Commons
Ilustrasi Pertempuran Zama antara Roma dan Kartago

Pertempuran Zama menjadi pertempuran terakhir yang menentukan dalam Perang Punisia Kedua (218-201 M) antara Roma dan Kartago.




  • Informasi awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pasukan Roma di bawah Scipio berhasil mengalahkan pasukan Kartago yang di pimpin Hannibal Barca dalam Pertempuran Zama pada 19 Oktober 202 SM.

Pertempuran Zama menjadi pertempuran terakhir yang menentukan dalam Perang Punisia Kedua (218-201 M) antara Roma dan Kartago.

Setelah serangkaian kemenangan di Italia, pasukan Kartago gagal memberikan pukulan kuat kepada Roma sehingga terjadi kebuntuan dalam perang tersebut.

Di bawah kepemimpinan Scipio dan setelah mendapat beberapa kemenangan di Iberia, Pasukan Roma menyerbu Afrika Utara dan menghadapi pasukan Kartago di sana.

Scipio berhasil mengalahkan Hannibal dan membuat Kartago meminta perdamaian dengan Roma.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 19 Oktober: Bongkah Emas Seberat 285 Kg Ditemukan di Australia

Pertemuan Hannibal dan Scipio pada Pertempuran Zama
Pertemuan Hannibal dan Scipio pada Pertempuran Zama (Wikimedia Commons)

  • Latar belakang #


Pada awal Perang Punisi Kedua tahun 218 SM, Jenderal Kartago Hannibal Barca melintasi Pegunungan Alpen berupaya menyerang Italia.

Setelah mendapat kemenangan di Trebia (218 SM) dan Danau Trasimene (217 SM), dia mengalahkan pasukan Roma yang dipimpin oleh Tiberius Sempronius Longus dan Gaius Flaminius Nepos.

Hannibal kemudian bergerak ke selatan, melakukan penjarahan, dan berusaha memaksa sekutu Roma untuk berpihak ke sisi Kartago.

Di tengah krisis itu, Roma menunjukan Fabius Maximus untuk mengatasi ancaman dari pasukan Kartago.

Fabius menjalankan strategi atrisi dan mengindari pertempuran langsung. Setelah menang dalam Pertempuran Cannae tahun 216 SM, Hannibal menghabiskan beberapa tahun untuk membangun aliansi di Italia.

Ketika terjadi kebuntuan perang di Italia, pasukan Roma di Iberia yang dipimpin oleh Scipio mulai menuai kesuksesan.

Pada tahun 204 SM pasukan Roma mendarat di Afrika Utara dan berencana langsung menyerang Kartago.

Scipio mengalahkan pasukan Kartago di bawah Hasdrubal dan sekutu Numidia mereka yang dipimpin Syphax di Utica dan Dataran Besar (203 SM.

Karena situasi memburuk, para pemimpin Kartago meminta perdamaian dengan Roma.

Roma menyanggupi dan menawarkan persyaratan yang cukup layak bagi Kartago.

Namun, para pemimpin Kartago yang mendukung kelanjutan perang meminta Hannibal kembali ke Kartago.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 18 Oktober: Thomas Alva Edison Meninggal, Inventor & Pemilik 1.093 Hak Paten

  • Pertempuran Zama #


Hannibal kembali ke Afrika dengan pasukan berjumlah 12.000 orang dan kemudian mendapatkan total 37.000 pasukan untuk mempertahankan Kartago.

Scipio bergerak menyusuri Sungai Bagradas dan menuju Kartago untuk memaksa musuhnya bertempur.

Di antara pasukan Roma ada mereka yang pernah dikalahkan dalam Pertempuran Cannae dan ingin mencari pembalasan.

Jumlah pasukan Scipio hampir sama dengan jumlah pasukan Hannibal (sekitar 40.000).

Namun, Scipio memiliki 6.100 kavaleri, dipimpin oleh pemimpin Numidia Masinissa dan Jenderal Gaius Laelius, yang lebih unggul dalam hal keterampilan dan jumlah.

Karena datang terlambat, Hannibal gagal mencegah Masinissa bergabung dengan Scipio

Hannibal bergantung pasukan Kartago yang kurang terlatih dan kurang berpengalaman.

Dia sempat berharap dapat bernegosiasi dengan Scipio karena posisinya saat ini lemah. Namun, Scipio menolak.

Perang dimulai tanggal 19 Oktober 202 M dan pasukan Kartago melepaskan armada gajahnya yang berjumlah 80.

Namun, gajah ini kurang terlatih dan gagal merusak barisan infanteri Roma.

Scipio juga menggunakan beragam taktik, misalnya menggunakan suara trompet, untuk mengacaukan serangan gajah Kartago.

Kavaleri Roma kemudian menyerang kavaleri Kartago di bagian sayap. Kavaleri Kartago melarikan diri dan dikejar pasukan Masinissa.

Infantri Roma kemudian maju dan menyerang infantri Hannibal yang teridir dari tiga baris pertahanan secara beruturt turut.

Kavaleri Masinissa kemudian kembali dan menyerang bagian belakang infantri Kartago yang sagera dihancurkan oleh gabungan infantri dan kavaleri Roma.

Sekitar 20.000 pasukan Kartago tewas dan kemungkinan ada 20.000 yang tertangkap, sedangkan Roma kehilangan 1.500 pasukan.

Sejarawan Yuanani, Polybius, mengatakan Hannibal telah melakukan semua yang dilakukannya.

Kenyataan bahwa Hannibal bertempur ketika dalam posisi lemah tidak mengurangi pujian atas kemenangan Scipio.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 18 Oktober: AS Mengambil Alih Alaska dari Rusia, Dibeli Seharga $7,2 Juta

  • Kelanjutan #


Pertempuran Zama mengakhiri Perang Punisia Kedua karena Kartago meminta perdamaian.

Scipio dan Hannibal kemudian bertemu dan berdiskusi tentang syarat perdamaian.

Roma meminta Kartago membayar ganti rugi perang yang besar. Hannibal kemudian dicela atas kekalahan Kartago tindakannya yang menantang Roma.

Hannibal menyadari bahwa dia mungkin akan diserahkan kepada Roma sehingga memilih kabur ke Tyre.

Dia lari ke istana Antiochus III di Kakaisaran Seleucid dan kemudian ke Istana Raja Prusias.

Hannibal memutuskan bunuh diri tahun 183 SM. Di pihak lain, Scipio justru dituduh sebagai simpatisan Kartago karena memaafkan Hannibal.

Selain itu, dia juga dituduh menertima suap dan menyalahgunakan dana. Scipio kemudian merasa muak dan kemudian pergi ke Liternum.

Dia meninggal pada tahun yang sama ketika Hannibal memutuskan mengakhiri hidupnya.[4]

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Pertempuran Zama
Pada 19 Oktober 202 SM
   


Sumber :


1. www.thoughtco.com
2. www.britannica.com
3. www.ancient.eu


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved