TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masa pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 terpaksa diperpanjang karena ajang Piala Asia U-19 2020 yang seharusnya digelar di Uzbekistan, Oktober 2020 ini mundur ke tahun depan akibat pandemi Covid-19.
Timnas Indonesia U-19 pun tetap menjalani agenda pemusatan latihan atau training center (TC) di Kota Split, Kroasia hingga kini.
Akibat tidak kunjung mendapat lawan uji coba, sehingga PSSI memutuskan bahwa Timnas Indonesia U-19 untuk tetap berada di Kroasia dan hanya berpindah tempat latihan.
Pada Selasa (20/10/2020), Timnas Indonesia U-19 dijadwalkan akan kembali berduel dengan Timnas Bosnia Herzegovina.
Terkait progres perkembangan David Maulana dkk di Timnas Indonesia U-18, beberapa pengamat sepak bola Indonesia angkat suara.
Salah satunya yakni pelatih asal Brasil, Jaino Matos yang kini ikut berkecimpung pada pengembangan sepak bola usia muda di Indonesia
Tangan dingin Jaino Matos pun tak sembarangan dalam mempoles bakat muda di Indonesia
Misalnya melalui Diklat Persib, karya Jaino Matos mampu menghasilkan pemain potensial seperti Febri Hariyadi, Gian Zola, Alfath Fathier, hingga Hanif Sjahbandi.
Jaino juga sempat mengembangkan pendidikan usia dini di Borneo FC dan Badak Lampung FC.
Menurutnya, Timnas Indonesia U-19 saat ini mulai perlahan menemukan resep obat yang tepat untuk sembuhnya penyakit lama khas pesepak bola Indonesia yakni masalah kedisiplinan, dedikasi, dan pengembangan mental pemain.
Baca: Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-19 vs Bosnia: Laga Uji Coba ke-11 dan Kesiapan Garuda Muda
Berdasarkan pengalamannya, Jaino merasa pemain muda di Indonesia sebenarnya terlalu dimanjakan.
Akibatnya, mereka kurang memiliki tanggung jawab terhadap profesi dan gampang turun kualitasnya saat berlaga di level senior.
Masuknya pelatih dengan level disilpin tinggi seperti Shin Tae-yong seakan menjadi obat mujarab bagi penyakit menahun di skuad Garuda Muda.
Kehadiran pelatih asal Korea Selatan itu langsung memberikan warna baru, setidaknya di Timnas Indonesia U-19.
“Semoga dipertahankan. Usia muda kita terlalu dikasih kendor, jadi mereka sulit menjadi dewasa,” kata Jaino Matos dilansir Tribunnewswiki.com dari Bolasport.com.
“Sekarang dengan masuknya STY, skenario berubah menjadi tanpa kompromi, tanpa iseng-iseng."
"Harus sungguh-sungguh, harus tempur, dan harus serius,” imbuhnya.
Dalam pandangan Jaino, masalah kedisiplinan, pola pikir, dan mental pemain telah menggerogoti pemain Indonesia sejak lama.
Baca: Alasan Shin Tae-yong Tunjuk Pratama Arhan, Ahli Lemparan Jauh sebagai Kapten Timnas Indonesia U-19
Itulah penyebab utama timnas Indonesia kalah bersaing saat mengikuti ajang-ajang internasional.
Dia pun yakin bahwa satu-satunya obat adalah pelatih yang tegas dan berpendirian seperti sosok Shin Tae-yong.