“Dari dulu saya yakin jika ada pelatih yang berani membawa perubahan drastis dalam hal kedisiplinan dan sikap, sepak bola kita akan berubah. Talenta sudah ada,” ucap pelatih berusia 40 tahun itu.
“Mental perang, mental menerima tekanan dulu lemah, yang sekarang sudah diubah sama STY.”
“Itulah kuncinya, disiplin, dedikasi dan tujuan. Yang tidak sanggup mengikuti pola dia (Shin Tae-yong) dicoret biar tahu diri. Memang harus begitu,” pungkasnya.
Selain itu, Shin Tae-yong juga pelatih yang sangat keras menerapkan pola makan ketat atlet bagi anak asuhnya di Timnas Indonesia U-19.
Makanan dengan banyak minyak, gorengan, pedas dan lain-lain yang dinilai tak bagus untuk atlet pun sangat dilarang oleh Shin Tae-yong.
Kebetulan, tantangan untuk menjaga pola makan yang benar sebagai atlet pun belum menjadi budaya bagi pesepak bola di Indonesia. Hadirnya Shin Tae-yong tentu akan membuat banyak pemain yang ingin masuk Timnas Indonesia harus ekstra keras dan berusaha menjaga pola makan mereka.
Penilaian Rahmad Darmawan terhadap Shin Tae-yong
Gaung perubahan yang dibawa Shin Tae-yong mulai dirasakan oleh Timnas Indonesia U-19.
Pola latihan keras dan disiplin mulai menampakkan hasil ketika Brylian Aldama cs mulai memetik kemenangan dalam beberapa laga uji coba terakhir di Kroasia.
Apa yang dibawa oleh Shin Tae-yong disebut mulai membuahkan titik cerah. Pemilihan lawan-lawan yang kuat disebut menjadi kunci dalam peningkatan mereka saat ini.
Baca: Timnas Indonesia U-19 Menang 4-1 Lawan Makedonia Utara, Duo Jack Brown dan Elkan Baggot Tampil Apik
Menurut pelatih kawakan Indonesia, Rahmad Darmawan, meyakini bahwa seorang Shin Tae-yong tidak pernah asal dalam memilih lawan bagi Timnas Indonesia U-19.
Pria yang akrab disapa RD itu menilai bahwa pemilihan lawan-lawan kuat bagi Bagas Kaffa cs merupakan bagian dari eksperimen yang dilakukan oleh Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong dipercaya sengaja mencari lawan yang levelnya berada di atas tim Garuda Nusantara untuk membiasakan Bagas Kaffa dkk dengan atmosfer Piala Dunia U-20 2021.
Baca: Lawan Bermain Keras hingga Bikin Cedera 2 Pemain, Timnas Indonesia Menang 3-0 Melawan NK Dukopolje
“Headcoach STY bereksperimen pada pemain dengan menghadapi tim-tim kuat,” kata RD.
“Itu kalau saya lihat bagaimana membiasakan diri menghadapi lawan yang kompetitif sehingga menjadi hal biasa bagi pemain nantinya,” imbuh mantan pelatih timnas U-23 Indonesia tersebut.
Dalam pandangan RD, eksperimen yang dilakukan oleh Shin Tae-yong sudah terlihat jelas.
Jika membandingkan laga pertama Timnas Indonesia U-19 dengan laga terakhir di Kroasia, ada lompatan peningkatan yang sangat besar.
Di laga perdana, Timnas Indonesia U-19 harus mengalami kekalahan dari Bulgaria dengan skor 0-3.
Kekalahan itu kembali berlanjut saat Indonesia menghadapi Kroasia dan kalah 1-7.
Namun di laga terakhir kontra Dinamo Zagreb, Timnas Indonesia U-19 mampu tampil dominan.