TRIBUNNEWSWIKI.COM – Polda Kalimantan Barat (Kalbar) menemukan grup WhatsApp “Futsal” yang diduga menyebarkan informasi hoaks.
Tak hanya itu, grup ‘Futsal’ ini juga memprofokasi saat demo tolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan telah menangkap admin grup tersebut yang berinisial YA.
“Pada Jumat (9/10/2020) tim siber Polda Kalbar berhasil menemukan dan mengamankan satu orang pelaku berinisial YA yang membuat grup WhatsApp untuk melakukan koordinasi dan ajakan mengikuti aksi demonstrasi di Kota Pontianak,” kata Donny melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2020).
Menurutnya, penangkapan itu dilakukan sebagai bentuk tindakan preventif polisi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Baca: Christiano Ronaldo Positif Covid-19 Jelang Laga Melawan Swedia untuk UEFA Nations League
Baca: Bamsoet Desak Pemerintah Segera Sosialisasikan Vaksin Covid-19, Pastikan Masyarakat Dapat Semua
Donny menjelaskan, YA masih berstatus sebagai pelajar.
Dia diketahui mengikuti kegiatan konsolidadi aksi demonstrasi di salah satu kampus Kota Pontianak.
Donny melanjutkan, setelah mengikuti kegiatan konsolidasi itu, YA membuat grup whatsapp dengan nama “Futsal” yang terdiri dari 11 anggota.
“Pelaku YA mengajak mempersiapkan diri untuk mengikuti aksi demo dengan membawa peralatan seperti batu dan cat pilox (cat semprot),” ujar Donny.
Donny menegaskan, karena postingan tersebut mengandung muatan provokasi dan berita bohong, tim siber mengamankan YA dengan barang bukti tangkapan layar telepon dari grup WhatsApp tersebut.
Baca: Hacker Usia 14 Tahun Bobol Situs Web KPU Kabupaten Jember, Ini Keterangan Polisi
Baca: Waket DPR Azis Syamsuddin: Saya Jamin Tak Ada Pasal Selundupan dalam UU Cipta Kerja
Adapun bukti yang diamankan polisi adalah tangkapan layar ponsel dari grup.
Untuk mengusut kasus tersebut, pihaknya mengaku akan melibatkan ahli bahasa dalam penanganannya.
“Penyidikan juga akan melibatkan ahli bahasa untuk penanganannya,” tegas Donny.
Sementara itu, aksi unjuk rasa penolakan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja kembali terjadi.
Baca: Bukan Sekadar Hiasan, Ternyata Ini Loh 4 Arti Kode Label pada Buah di Supermarket
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 14 Oktober 2020, Taurus Merasa Frustrasi, Leo Prioritaskan Kesehatan
Jika sebelumnya aksi unjuk rasa diadakan oleh aliansi mahasiswa, kali ini aksi diadakan oleh para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Indonesia, di Gedung DPRD Kalbar, Selasa pagi.
Aksi tersebut berjalan lancar tanpa kericuhan.
“Hari ini kita kembali melakukan pengamanan aksi unjuk, kita bersyukur dan apresiasi setinggi tingginya kepada serikar buruh karena kegiatan penyampaian aspirasi berjalan damai dan santun,” kata Kapolda Kalbar Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto.
(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/ Hendra Cipta)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Temukan Grup WhatsApp “Futsal” Berisi Provokasi Demo Tolak Omnibus Law"