Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Theodore Roosevelt ditembak di Willwaukee, Wisconsin, pada 14 Oktober 1912.
Theodore Roosevelt ditembak dalam jarak dekat oleh seorang bartender tak waras bernama John Schrank di depan Hotel Gilpatrick.
Peluru berkaliber .32 yang diarahkan langsung ke arah jantung Theodore Roosevelt gagal melukai dia dengan parah.
Theodore Roosevelt selamat karena peluru itu diperlambat oleh kotak kacamata dan bundel naskah yang berada di saku dadanya.
Dia tetap memutuskan tetap memberikan pidato meski terluka dan peluru masih berada di dalam tubuhnya.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Chuck Yeager Jadi Manusia Pertama yang Terbang Melebihi Kecepatan Suara
Sekilas Roosevelt #
Theodore Roosevelt lahir pada pada 27 Oktober 1858 di New York.
Dia menjabat sebagai Amerika Serikat selama dua periode (1901-1909).
Roosevelt mempeluas kekuasaan kepresidenan dan pemerintah federal untuk mendukung kepentingan masyarakat dalam konflik antara perusahaan besar dan buruh.
Pada tahun 1906 dia memperoleh Nobel Perdamaian setelah memediasi penghentian Perang Rusia-Jepang (1904-1905).
Dia juga mengamankan rute Terusan Panama dan memulai pembangunan rute tersebut (1904-1914).
Berbagai pencapaian membuatnya dianggap sebagai salah satu Presiden AS terbaik sepanjang sejarah.[2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 13 Oktober: Kaisar Roma Claudius Wafat setelah Diracun Istrinya dengan Jamur
Ditembak #
Pada 14 Oktober 1912, segera setelah pukul delapan malam, Roosevelt keluar dari Hotel Gilpatrick di Milwaukee.
Dia kemudian masuk ke mobil terbuka yang akan mengantarnya ke auditorium tempat dia memberikan pidato kampanye.
Meski dia lelah dan suaranya hampir hilang, dia tetap berusaha keras agar terpilih kembali sebagai Presiden AS untuk yang ketiga kalinya.
Roosevelt menggunakan mantel tentaranya dan membawa naskah pidato setebal 50 halaman di saku dada.
Di saku dadanya juga terselip kotak kacamata dari logam.
Ketika Roosevelt sedang duduk di kursi belakang, terdengar suara berisik dari kerumunan yang melihatnya.
Namun, ketika dia berdiri untuk melambaikan topinya sebagai ucapan terima kasih, seorang pria berjarak empat atau lima kaki menembakkan peluru revolver .38 pada dada Roosevelt.
Penembaknya adalah John Schrank, yang kemudian ditangkap dan segera dibawa pergi.[3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 13 Oktober 1884: Greenwich Mean Time (GMT) Dijadikan Standar Waktu Dunia
Tetap berpidato #
Meski terluka dan diprotes rekannya, Roosevelt meminta dirinya di antara ke auditorium.
Dia pernah menjadi pemburu, koboi, dan perwira selama perang Spanyol-Amerika sehingga tahu bahwa peluru tidak menembus sampai paru-parunya.
Pemeriksaan yang dilakukan dokter di auditorium menunjukkan bahwa peluru telah diperlambat oleh naskah dan kotak kacamata yang ada di sakunya.
Namun, ada lubang seukuran uang koin di dadanya. Dia hanya meminta saputangan untuk menutupi lukanya dan kemudian menuju panggung.
Salah satu pengawalnya berusaha menjelaskan kondisi Roosevelt kepada para pendengar.
Ketika ada seorang yang berteriak, "Bohong!," Roosevelt maju ke depan dan memperlihatkan kemeja dan naskah yang berlubang.
Peluru masih ada di dadanya dan dia berbicara dengan pelan, tetapi meyakinkan.[4]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 12 Oktober 1492: Christopher Columbus Mendarat di Dunia Baru Amerika
Nasib sang penembak #
Setelah Schrank ditangkap, dokter memeriksanya dan menyatakan dia gila.
Pada tahun 1914 John Schrank ditahan di Central State Mental Hospital di Waupun, Wisconsin.
Dia tetap di sana selama 29 tahun, sampai meninggal pada tahun 1943.
Tubuhnya didonasikan ke Sekolah kedokteran di Universitas Marquette untuk diseksi anatomi.[5]
(Tribunnewswiki/Tyo)
| Peristiwa | Theodore Roosevelt ditembak |
|---|
| Pada | 14 Oktober 1912 |
|---|
Sumber :
1. www.history.com
2. www.britannica.com
3. www.smithsonianmag.com
4. www.nps.gov