"Kita terus bergerak cepat untuk penanganan medisnya karena sangat berisiko," sambung dia.
Arif menambahkan, para pasien yang dirujuk ada ibu hamil, balita, dan berumur dewasa setelah diobservasi selama 24 jam tak kunjung membaik.
Tak mau mengambil risiko, tim medis kemudian mengambil tindakan rujukan ke rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap.
"Balita dan ibu hamil yang panasnya tidak turun-turun setelah diobservasi di sini selama 24 jam tak kunjung membaik itu yang langsung dirujuk," ujarnya.
Baca: Warga NTT Terpaksa Konsumsi Ubi Beracun karena Gagal Panen, Tangan Bisa Melepuh Jika Salah Olah
Baca: Tagihan Naik dari Rp 70 Ribu Jadi Rp 470.000, Seorang Warga Banjarmasin Gugat PDAM Rp 1 Miliar
Bisa tembus 500 orang
Masih dikutip dari laman yang sama, Arief mengatakan, setelah pendataan, para korban berasal dari 12 kampung.
Mereka diketahui hadir di acara ulang tahun dan memakan nasi kuning tersebut.
Pihaknya memprediksi jumlah korban bisa sampai 500 orang dengan asumsi dalam 1 orang yang hadir ada 4 anggota keluarga di rumahnya yang ikut makan nasi kuning yang sama.
"Jadi nasi kuning acara itu dibagikan ke para saudaranya dan tetangganya yang tak hadir sebagai bentuk rasa syukur yang punya hajat."
"Estimasi kami korban bisa mencapai 500 orang dengan pertimbangan dari 1 keluarga ada 5 orang yang makan. Kami prediksi korban akan masih ada tambahan," ungkap Arif.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Tribunnews.com/Nanda Lusiana)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Ratusan Warga Keracunan Nasi Kuning di Tasikmalaya, Bakteri Diduga dari Santan