TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ratusan warga di Tasikmalaya menjadi korban keracunan nasi kuning.
Kejadian keracunan massal tersebut diduga berasal dari sebuah pesta ulang tahun di Kampung Cilange, Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, yang dirayakan pada Rabu (7/10/2020).
Keluarga IN berniat merayakan ulang tahun anaknya, dengan mengundang 80 orang.
Sebagian besar tamu yang datang adalah anak-anak yang didampingi para orangtuanya.
Para tamu acara tersebut merupakan kerabat dan tetangga pihak penyelenggara acara.
Kemudian terjadilah keracunan massal setelah para tamu undangan menyantap nasi kuning yang telah disediakan.
Korban yang mengalami gejala berat dan sedang sampai menjalani perawatan di Puskesmas Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.
Diketahui, korban keracunan yang bergejala sedang dan berat merupakan anak-anak berusia 5 hingga 10 tahun.
Baca: Jangan Pernah Makan Buah Apel di 3 Kondisi Ini, Tubuh Bisa Keracunan
Baca: Semburan Lumpur Panas di Blora Jebak 19 Kerbau, 4 Warga dilarikan ke Puskesmas Diduga Keracunan Gas
Mereka mengalami gejala pusing, muntah-muntah dan kejang-kejang.
Pada Jumat (9/10/2020) petang, korban keracunan bertambah hingga mencapai 197 orang.
Namun korban yang sembuh juga terus bertambah.
Sebanyak 105 orang sudah dipulangkan, termasuk yang sudah bisa dirawat di rumah atau rawat jalan.
Sementara itu, diprediksi terdapat lebih dari 250 warga yang menyantap nasi kuning, yang diduga sebagai sumber penyebab keracunan.
"Sejak awal kami memprediksi lebih dari 250 warga yang menyantap nasi kuning ulang tahun yang diduga sebagai sumber penyebabnya," kata Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Titie Suryaningsari, di Puskesmas Mangkubumi.
Korban mencapai 171 orang
Hingga Jumat (9/10/2020) pagi, jumlah korban keracunan mencapai 171 orang.
Sebanyak 19 orang di antaranya bergejala berat sampai dirujuk ke RSUD Soekardjo Tasikmalaya.
Semantara sebanyak 43 orang bergejala sedang dan ringan dirawat di ruang darurat SDN Puspasari samping Puskesmas Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.
"Total jumlah korban keracunan yang ditangani oleh petugas medi sebanyak 171 orang sampai pukul 08.00 WIB hari ini," kata Kepala Puskesmas Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Arif Priyanto.
"Diperkirakan (jumlah korban) akan terus bertambah dan sembuhnya tidak bisa 1 sampai 2 hari."
"Kita terus bergerak cepat untuk penanganan medisnya karena sangat berisiko," sambung dia.
Arif menambahkan, para pasien yang dirujuk ada ibu hamil, balita, dan berumur dewasa setelah diobservasi selama 24 jam tak kunjung membaik.
Tak mau mengambil risiko, tim medis kemudian mengambil tindakan rujukan ke rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap.
"Balita dan ibu hamil yang panasnya tidak turun-turun setelah diobservasi di sini selama 24 jam tak kunjung membaik itu yang langsung dirujuk," ujarnya.
Baca: Warga NTT Terpaksa Konsumsi Ubi Beracun karena Gagal Panen, Tangan Bisa Melepuh Jika Salah Olah
Baca: Tagihan Naik dari Rp 70 Ribu Jadi Rp 470.000, Seorang Warga Banjarmasin Gugat PDAM Rp 1 Miliar
Bisa tembus 500 orang
Masih dikutip dari laman yang sama, Arief mengatakan, setelah pendataan, para korban berasal dari 12 kampung.
Mereka diketahui hadir di acara ulang tahun dan memakan nasi kuning tersebut.
Pihaknya memprediksi jumlah korban bisa sampai 500 orang dengan asumsi dalam 1 orang yang hadir ada 4 anggota keluarga di rumahnya yang ikut makan nasi kuning yang sama.
"Jadi nasi kuning acara itu dibagikan ke para saudaranya dan tetangganya yang tak hadir sebagai bentuk rasa syukur yang punya hajat."
"Estimasi kami korban bisa mencapai 500 orang dengan pertimbangan dari 1 keluarga ada 5 orang yang makan. Kami prediksi korban akan masih ada tambahan," ungkap Arif.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Tribunnews.com/Nanda Lusiana)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Ratusan Warga Keracunan Nasi Kuning di Tasikmalaya, Bakteri Diduga dari Santan