Korban Keracunan Massal Nasi Kuning di Tasikmalaya Capai 200 Orang, Penyebab Diduga Amuba

Setelah dilakukan uji sampel di laboratorium, keracunan massal di Tasikmalaya diduga karena adanya amuba.


zoom-inlihat foto
kondisi-para-korban-keracunan-nasi-kuning-di-tasikmalaya.jpg
Tribunjabar/Firman Suryaman
Kondisi para korban keracunan massal nasi kuning di Tasikmalaya yang ditempatkan di ruang kelas sekolah.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Petugas medis lakukan penelitian terhadap sampel feses korban keracunan nasi kuning di Tasikmalaya yang dirawat di RSUD dr Soekardjo.

Dari hasil laboratorium, penyebab ratusan warga keracunan yakni karena amuba.

Namun hingga kini, belum bisa dipastikan dari makanan mana amuba tersebut berasal.

"Hasilnya di dalam feses itu terdapat amuba, sehingga bisa dipastikan sementara, sumber penyebab keracunan yang menimpa 213 warga itu dari amuba," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Minggu (11/10/2020).

Nanti setelah ada hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium di Bandung, bisa diketahui amuba dalam feses pasien itu terdapat dalam makanan yang mana.

Amuba, lanjut Uus, bisa menyebabkan beberapa gejala dalam tubuh.

Di antaranya sakit perut, demam, pusing lalu muntah-muntah dan diare.

Pihak Dinkes sendiri, tambah Uus, sudah melakukan uji lab terhadap air yang ada di lokasi rumah yang mengadakan ulang tahun dan membagikan nasi kuning.

Baca: Jangan Pernah Makan Buah Apel di 3 Kondisi Ini, Tubuh Bisa Keracunan

Baca: Semburan Lumpur Panas di Blora Jebak 19 Kerbau, 4 Warga dilarikan ke Puskesmas Diduga Keracunan Gas

"Hasilnya amuba yang ada dalam air bersih tidak sama dengan yang ada dalam tinja pasien korban keracunan massal itu," ujar Uus.

Korban Capai 213 Orang pada Minggu (11/10/2020)

Jumlah korban keracunan nasi kuning di Tasikmalaya mencapai 213 orang.

"Totalnya 213 orang terdiri dari anak-anak dan dewasa. Hari ini (Minggu 11/10, Red) dari pantauan sejak pagi hingga petang hanya ada beberapa penambahan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota, Uus Supangat.

Upaya penanggulangan yang dilakukan tim medis gabungan Puskesmas dan rumah sakit, sudah banyak pasien yang sembuh dan diperbolehkan pulang.

Para korban keracunan nasi kuning masih berada di ruang darurat perawatan bangunan SDN Puspasari samping Puskesmas Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (9/10/2020).
Para korban keracunan nasi kuning masih berada di ruang darurat perawatan bangunan SDN Puspasari samping Puskesmas Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (9/10/2020). (KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)

"Jumlah yang dirawat di Puskesmas Mangkubumi termasuk beberapa ruang kelas SD Puspasari di belakang Puskesmas sebanyak 15 orang," ujar Uus.

Sementara yang dirawat di RSU dr Soekardjo sebanyak 25 orang dan RS TMC 1 orang.

"Jadi tinggal 40-an yang masih dirawat," kara Uus.

Pemantauan di tiga ruang kelas SD Puspasari yang dijadikan tempat perawatan darurat, setiap ruangannya sudah lengang.

Euis (25), salah seorang korban yang dirawat di ruang kelas, menuturkan, dirinya sudah tidak merasakan lagi sakit perut maupun pusing.

Baca: Ini Alasan Mengapa Jeruk Nipis Digunakan Sebagai Bahan Dasar Sabun Pencuci Piring

Baca: Mulai Musim Hujan, Simak Tips Perawatan Rem Motor untuk Keselamatan Berkendara

"Pusing dan sakit perutnya sudah tidak ada lagi. Begitu pula diare sudah tidak. Tapi memang badan masih belum pulih," kata Euis.

Namun begitu, ia berharap segera bisa pulang dan melakukan pemulihan di rumah.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved