Hari Ini dalam Sejarah 12 Oktober 1928: Manusia Mulai Menggunakan Paru-Paru Besi

Paru-paru besi dianggap sebagai nenek moyang ventilator dan berhasil menyelamatkan nyawa para pasien polio


zoom-inlihat foto
paru-paru-besi.jpg
Wikimedia Commons
Pasien sedang menggunakan paru-paru besi

Paru-paru besi dianggap sebagai nenek moyang ventilator dan berhasil menyelamatkan nyawa para pasien polio




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Paru-paru besi atau iron lung  mulai digunakan pada 12 Oktober 1928 setelah epidemi polio menyebar di Amerika Serikat.

Mereka yang terjangkit polio mayoritas mengalami kelumpuhan pada bagian tubuh bawah dan bisa mencapai paru-paru.

Pengguna pertama paru-paru besi adalah seorang anak perempuan berumur delapan tahun yang dirawat di Boston Children Hospital.

Diciptakan oleh Philip Drinker, paru-paru besi berhasil menyelamatkan banyak nyawa pasien polio selama 30 tahun berikutnya, sebelum vaksin tersedia.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 9 Oktober 1446: Alfabet Korea, Hangul, Diluncurkan oleh Raja Sejong

Paru-paru besi di Thackray Medical Museum, Leeds.
Paru-paru besi di Thackray Medical Museum, Leeds. (Wikimedia Commons/Chemical Engineer)

  • Upaya mencari alat bantu pernapasan


Paru-paru besi adalah alat bantu pernapasan berbentuk tangki logam kedap udara yang membungkus semua bagian tubuh kecuali kepala.

Alat ini memaksa paru-paru menghirup dan menghembuskan napas melalui perubahan tekanan udara yang teratur.

Ilmuwan pertama yang memahami mekanisme pernapasan adalah John Mayow.

Pada tahun 1670 Mayow menunjukkan bahwa udara masuk ke dalam paru-paru melalui pembesaran rongga toraks.

Dia membuat sebuah model paru-paru untuk memperlihatkan cara kerja organ tubuh tersebut.

Ini menjadi prinsip pernapasan buatan yang disebut "external negative pressure ventilation".[2]

Pernapasan buatan mulai diupayakan para ilmuwan pada akhir tahun 1700-an dengan sebuah sistem embusan.

Namun, upaya ini ditinggalkan, dan pada tahun 1800-an beberapa metode diuji coba. Namun, tidak ada yang berhasil.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 9 Oktober 1780: Badai Dahsyat Menyerang Kepulauan Karibia, Tewaskan 27.000


Epidemi polio mulai menyebar di Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an.

Polio menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika Utara, puncak kasus ada di AS pada tahun 1952 dengan 57.628 kasus.[4]

Mereka yang terjangkit polio akan mengalami demam dan kemudian menderita kelumpuhan parah.

Polio muncul dalam beberapa gelombang di wilayah berbeda di AS.

Kelumpuhan tiba-tiba akibat polio umumnya terjadi pada anggota tubuh bagian bawah.

Dalam kasus terparah, kelumpuhan akan mencapai paru-paru dan menyebabkan pasien mati lemas karena sesak napas.

Para peneliti berusaha mencari alat yang bisa membantu pernapasan dan menyelamatkan nyawa para pasien.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 8 Oktober 1769: Penjelajah Inggris James Cook Mendarat di Selandia Baru

  • Paru-paru besi diluncurkan


Dunia menemukan titik terang setelah Philip Drinker and Louis Agassiz Shaw berhasil menciptakan paru-paru besi di Harvard School of Public Health.

Alat itu terdiri dari kotak logam besar dengan seperangkat pengembus yang terpasang pada salah satu ujung untuk memompa udara masuk dan keluar

Seluruh tubuh pasien akan berada di paru-paru besi, kecuali kepala.

Segel karet akan menopang leher dan memastikan udara tidak keluar.

Paru-paru besi pertama kali digunakan oleh seorang anak perempuan di Boston Children’s Hospital pada 12 Oktober 1928.

Pada tahun 1931 John Haven Emerson menyempurnakan desain paru-paru besi dengan meningkatkan akses kepada pasien.

Namun, Drinker merasa ciptaan Emerson terlalu mirip dengan ciptaannya sehingga menuntut dia.

Emerson menang dalam kasus tersebut dan hakim setuju dengan dia bahwa teknologi yang menyelamatkan manusia harus dibagi untuk semua orang.[6]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 8 Oktober 1919: Balap Udara Lintas Benua Digelar Perdana, Tewaskan 7 Orang

  • Cara kerja


Pasien akan berbaring di dalam paru-paru besi dengan berat 700 pon.

Semua bagian tubuh pasien ada di dalam alat itu, kecuali kepala.

Udara akan masuk ke hidung dan mulut pasien ketika kevakuman menyedot udara keluar dari tabung dan membuat paru-paru mengembang.

Kemudian, kevakuman akan mengempis dan pasien mengembuskan napas saat paru-paru tertekan.

Dalam kasus terbaik, pasien akan kembali mendapatkan kendali atas paru-parunya, seringkali setelah dua minggu.

Namun, ada beberapa pasien yang paru-parunya tidak kunjung normal dan harus menghabiskan seluruh sisa hidupnya di paru-paru besi.

Paru-paru besi berhasil menyelamatkan banyak nyawa selama 30 tahun berikutnya, sebelum vaksin polio tersedia tahun 1955.

Dalam satu dekade, vaksin berhasil mengurangi lebih dari 40.000 kasus polio.

Saat ini paru-paru besi sudah jarang sekali digunakan karena sudah digantikan oleh ventilator.[7]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 7 Oktober: Kertas Karbon Dipatenkan, Awalnya Diciptakan untuk Tunanetra

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Paru-paru besi digunakan perdana
Pada 12 Oktober 1928
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved