Hari Ini dalam Sejarah 9 Oktober 1780: Badai Dahsyat Menyerang Kepulauan Karibia, Tewaskan 27.000

Terjadi di tengah Perang Revolusi Amerika, badai ini menghancurkan sejumlah armada Inggris dan melemahkan kendalinya atas Atlantik.


zoom-inlihat foto
badai-1780.jpg
Wikimedia Commons
Kapal HMS Egmont terombang-ambing di tengah Badai Besar 1780

Terjadi di tengah Perang Revolusi Amerika, badai ini menghancurkan sejumlah armada Inggris dan melemahkan kendalinya atas Atlantik.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Badai dahsyat yang dikenal sebagai Badai Besar 1780 muncul di Atlantik pada 9 Oktober 1780 dan sampai di Karibia sehari kemudian.

Diperkirakan ada lebih dari 20.000 orang yang tewas akibat Badai Besar 1780 dan menjadi salah satu badai paling mematikan dalam sejarah.

Detail mengenai badai ini, seperti asal usul dan kekuatan, tidak diketahui karena muncul sebelum teknologi pelacakan badai ada.

Barbados, Martinique, dan St. Lucia menjadi beberapa wilayah yang terdampak paling parah oleh badai yang berlangsung selama sepakan tersebut.

Badai ini juga menghancurkan sejumlah armada laut Inggris dan Prancis di Karibia.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 8 Oktober 1769: Penjelajah Inggris James Cook Mendarat di Selandia Baru

Bangunan St. Eustatius hancur karena badai tahun 1780
Bangunan St. Eustatius hancur karena badai tahun 1780 (Wikimedia Commons)

  • Kronologi


Meskipun detail tentang jejak dan kekuatan tidak diketahui, para peramal cuaca dan sejarawan percaya bahwa Badai Hurricane 1780 terbentuk di dekat Kepulauan Cape Verde pada 9 Oktober 1780.

Badai ini menguat dan ukurannya membesar karena bergerak lambat ke barat.

Barbados, wilayah paling barat di kepulauan Karibia, menjadi daerah pertama yang terkena badai.

Badai terburuk, dengan kecepatan angin yang mungkin mencapai 200 mil/jam, melewati Barbados pada 10 Oktober sebelum mencapai Martinique dan St. Lucia pada hari berikutnya.

Melintas di dekat Puerto Rico dan seluruh bagian timur Republik Domonika pada 14 Oktober, badai ini menyebabkan kerusakan parah di dekat garis pantai.

Badai ini kemudian bergerak ke timur laut dan melewati 160 mil di tenggara Bemuda pada 18 Oktober,

Pada 20 Oktober, badai ini terlihat di tenggara Cape Race, Newfoundland, Kanada, dan kemudian terlihat lagi.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 8 Oktober 1919: Balap Udara Lintas Benua Digelar Perdana, Tewaskan 7 Orang

  • Korban dan kerusakan


Para saksi mata di Barbados dan St. Lucia melaporkan bahwa bangunan batu dan benteng benar-benar hilang karena tertiup angin.

Bahkan, meriam berat terbawa angin sampai berjarak ratusan kaki dari tempat asal.

Badai ini diperkirakan menewaskan 9.000 orang di Martinique.

Di Sint Eustatius, korban tewas diperkirakan mencapai 5.000 orang.[3]

Total korban akibat badai ini diperkirakan lebih dari 27.500 orang dan menjadikannya sebagai badai paling mematikan di Atlantik yang tercatat dalam sejarah.

Selain itu, Karibia pada Oktober 1780 juga dihantam dua badai lain, yakni Savanna-la-Mar dan Solano.

Badai ini seakan menandai titik balik dalam sejarah Karibia karena sejak saat itu mulai terjadi penurunan ekonomi dan kebudayaan.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 7 Oktober: Kertas Karbon Dipatenkan, Awalnya Diciptakan untuk Tunanetra

  • Revolusi Amerika


Badai ini muncul di tengah Perang Revolusi Amerika dan menyebabkan kekalahan armada Eropa dalam pertempuran merebut pantai Atlnatik di Dunia Baru.

Armada yang terdiri dari 40 kapal Prancis terbalik di Martinique karena badai ini, dan ada 4.000 tentara yang tenggelam.

Di St Lucia, gelombang dan badai kuat menghancurkan armada Laksamana Inggris Rodney di Port Castries.

Mayoritas armada Inggris itu hancur karena tiga badai tersebut.

Keberadaan armada Inggris di Atlantik Utara bagian barat menjadi sangat berkurang setelah badai muncul.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 7 Oktober 1959: Pertama Kalinya Umat Manusia Melihat Sisi Gelap Bulan

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Badai besar menyerang Kepulaluan Karibia
Pada 9 Oktober 1780
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved