1192 Demonstran Ditangkap, Ombudsman Soroti Tindakan Represif Polisi dan Minta Tak Ada Penahanan

Ombudsman meminta polisi menegakkan prinsip dan standar HAM dalam menangani kericuhan demonstrasi dan menghindari melakukan penahanan pada demonstran.


zoom-inlihat foto
aparat-kepolisian-bersitegang-dengan-pendemo-di-kawasan-harmoni-jakarta.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aparat Kepolisian bersitegang dengan pendemo di kawasan Harmoni, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja berlangsung ricuh. Ombudsman meminta polisi menegakkan prinsip dan standar HAM dalam menangani kericuhan demonstrasi dan menghindari melakukan penahanan pada demonstran.


TRIBUNNEWSWIKI - Sebanyak 1.192 demonstran tolak UU Cipta Kerja ditangkap polisi.

Para demonstran diamankan terkait dengan aksi yang berujung ricuh di Jakarta, Kamis, (8/10/2020) lalu.

1.192 orang yang diamankan sebelum sampai ke lokasi demo tersebut diduga datang untuk menimbulkan kerusuhan.

Dugaan polisi, seperti yang diberitakan di KompasTV, mereka merupakan anggota tim anarko.

Mereka mendapat undangan untuk datang ke Jakarta tanpa mengetahui substansi unjuk rasa UU Cipta Kerja.

Tak hanya itu, separuh lebih dari 1.192 demonstran yang ditangkap merupakan pelajar STM.

Mereka datang dari Bogor, Karawang, Banten, hingga Purwakarta.

Baca: Ribuan Pendemo Ditangkap, Wagub DKI Jakarta Terkejut 60 Persen Ternyata Remaja, Ini Sikap Anies

Baca: Sehari Pasca-Demonstrasi, Petugas Bersihkan Coretan Vandalisme di Tugu Tani

Petugas kepolisian mengidentifikasi demonstran saat unjuk rasa di Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020). Unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja tersebut berakhir ricuh.
Petugas kepolisian mengidentifikasi demonstran saat unjuk rasa di Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020). Unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja tersebut berakhir ricuh. (ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA)

Ombudsman Jakarta Raya minta tak lakukan penahanan dan soroti aksi represif polisi

Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, menyoroti penanganan kepolisian kepada para demonstran.

Ombudsman meminta agar polisi tidak melakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada oknum demonstran maupun tersangka.





Halaman
1234
Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved