Fraksi Partai Demokrat dan PKS Nilai RUU Cipta Kerja Batasi Keterlibatan Publik

fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Hasan mengatakan, pembahasan RUU terlalu cepat dan buru-buru. Substansi pasal per pasal kurang mendalam


zoom-inlihat foto
penyerahan-draft-ruu-omnibus-law-cipta-kerja-oleh-pemerintah-ke-dpr-ri-di-jakarta.jpg
KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Penyerahan Draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh pemerintah ke DPR RI di Jakarta, Rabu (12/2/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pengesahan RUU Cipta Kerja dinilai terlalu tergesa-gesa.

Fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat pun menyampaikan penolakan terhadap omnibus law RUU Cipta Kerja dalam rapat paripurna, Senin (5/10/2020).

Fraksi PKS, Amin AK menyebut bahwa pembatasan RUU Cipta Kerja di tengah pandemi membatasi keterlibatan publik.

Menurut dia, banyak pihak yang telah menyuarakan penolakan terhadap RUU Cipta Kerja.

"Setelah banyak menimbang masukan dan sikap penolakan dari seluruh lapisan masyarakat, baik dari organisasi masyarakat, MUI, NU, Muhammadiyah, dan berbagai pakar dan aspirasi dari serikat pekerja, konstituen, dengan memperhatikan itu semua maka Fraksi PKS menyatakan menolak RUU Cipta Kerja untuk ditetapkan menjadi undang-undang," kata Amin.

Baca: DPR Sahkan RUU Cipta Kerja Jadi UU, Ini Berbagai Manfaatnya Menurut Pemerintah

Baca: Pendaftaran Beasiswa LPDP Dibuka Hari ini, Pendaftar Harus Sudah Punya LoA

DPR RI sahkan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
DPR RI sahkan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. (kanal YouTube DPR RI)

Hal serupa juga digaugkan oleh fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Hasan.

Dia menilai pembahasan RUU Cipta Kerja terlalu terges-gesa.

Dia menilai, ada pasal-pasal dalam RUU Cipta Kerja yang akan berdampak luas pada banyak aspek kehidupan masyarakat.

“Pembahasan RUU terlalu cepat dan buru-buru. Substansi pasal per pasal kurang mendalam,” kata Marwan.

Menurut Marwan, RUU Cipta Kerja seharusnya menjadi pera jalan dalam membangun bangsa.





Halaman
1234
Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved