"Kami mendapat laporan sekira pukul 21.00 WIB, dan kami langsung ke lokasi dan membubarkan kerumunan tersebut, kami juga mengamankan 74 orang untuk dibawa ke Mapolres Klaten untuk dilakukan pemeriksaan," ucap Edy.
Edy pihaknya mengaku mendapat informasi insiden ini merupakan kesalahanpahaman antar pihak.
Selain itu, ia juga memastikan kondisi situasi TKP sudah kondusif.
"Pemeriksaan kami lakukan secara intensif untuk mengetahui sebab permasalahannya, berdasarkan informasi yang kami terima ini, berawal dari kesalahpahaman, dan kondisi TKP sudah kondusif," kata Edy.
Baca: Baru Sehari Ditahan, Tersangka Pencabulan Anak Kandung Tewas Dikeroyok Tahanan Lain
Baca: Kepergok Curi Motor, Seorang Pria di Palembang Dikeroyok Massa hingga Babak Belur
Edy memastikan kasus ini tidak ada unsur politik.
Ia menambahkan kasus ini murni karena masalah pribadi yang disebarkan di media sosial.
"Tak ada unsur politik di sini, murni kasus pribadi, namun dengan berkembangnya di sosial media, diinformasikan di sosial media dan teman-temannya datang dan terjadi keributan," ujarnya.
Edy mengatakan korban dari kejadian tersebut masih diindentifikasi dan akan dilakukan visum.
Kemudian Edy mengatakan ada seorang yang kedapatan membawa senjata tajam dan saat ini sedang dalam pemeriksaan.
"Untuk korban sementara baru satu dan masih kami identifikasi serta dilakukan visum, selain itu juga ada satu orang kami amankan yang membawa sajam dan saat ini, kami periksa," jelas Edy.
(TribunnewsWiki.com/Restu, TribunSolo.com/Mardon W)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Penyebab Tawuran di Pedan Klaten hingga Rusak Lapak Pedagang, Ditengarai Masalah Utang Piutang